Utusan PBB: Kehancuran Akibat Konflik di Suriah Mengerikan

Seorang tokoh senior PBB mengatakan dirinya “ngeri” dengan apa yang dia sebut sebagai tindakan tidak menghormati kehidupan warga sipil di dalam konflik Suriah, demikian dilaporkan Worldbulletin.

Habib Rizieq: Remaja Tak Tahu PKI Sejak Film G30S PKI Berhenti Diputar

Jika Presiden Jokowi meminta maaf kepada PKI, maka sama saja menyalahkan TNI dan ulama. Termasuk menyalahkan NU dan Muhammadiyah. Jokowi jangan coba-coba memberikan kesempatan kepada orang-orang PKI dan simpatisannya dalam kekuasaan.

Kain Sepanjang 3 KM Bertulis Kalimat Tauhid Membentang dari Bunderan HI ke Senayan

Sekira 80.000 massa dari berbagai ormas Islam se-Indonesia menggelar aksi Parade Tauhid Indonesia di area Car Free Day, Jakarta Pusat mulai pukul 08.00 WIB. Dengan mengambil rute Senayan-Bunderan HI-Senayan, parade ini ditujukan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan RI ke-70.

Bule Cantik Asal Inggris Masuk Islam Saat Menikah dengan Bayu

Jennifer bule cantik asal Inggris menikah dengan Bayu Kumbara alias Paik (27) memakai adat Minang. Jennifer tampak cantik memakai pakaian adat Padang. Pernikahan keduanya meriah di kediaman Paik di Lapai, Padang.

Rusia Kirim 6 Pesawat MiG-31 untuk Bantu Suriah Lawan Pejuang

Rusia memberikan enam pesawat tempur Mikoyan MiG-31 untuk Suriah dalam upaya membantu negara Arab itu melawan pejuang oposisi, sebuah laporan mengatakan.

Masya Allah! Setahun Terkubur, Jasad Mujahid Palestina Ini Masih Utuh

Sebuah tanda kebesaran Allah dan keutamaan mati syahid kembali ditemukan di Kota Gaza, baru-baru ini. Para pekerja bangunan menemukan jasad seorang mujahid dari Batalion Izzuddin Al Qassam di bawah reruntuhan gedung yang hancur akibat agresi Israel setahun lalu. Anehnya, jasad mujahid tersebut masih utuh.

Siapa Dr. Zakir Naik Sebenarnya?

Siapa yang tidak kenal Dr. Zakir Naik? Seorang ulama India, penulis dan perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia.

Inilah Alasan Nabi Melarang Kencing Berdiri

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas ini pun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.

Konspirasi GIDI, OPM dan Salibis-Zionis Dalam Makar Terhadap NKRI

Organisasi Papua Medeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Friday, July 31, 2015

Turki akan Lanjutkan Operasi Militer Terhadap ISIS

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan operasi militer Turki akan terus berlanjut sampai kelompok-kelompok bersenjata meletakkan senjata dan ISIS berhenti menjadi ancaman bagi Turki, Anadolu Agency melaporkan.

Berbicara pada konferensi “Inisiatif Sipil Melawan Terorisme” pada hari Jumat kemarin (31/7/2015) di kantor pusat Kamar Dagang dan Bursa Komoditi Turki (Tobb) di ibukota Ankara, Davutoglu mengatakan bahwa serangan terhadap ISIS, PKK dan kelompok kiri memiliki tiga tujuan: demokrasi Turki, keselamatan masyarakat dan reputasi internasional.

“Jika seseorang ingin mengganggu ketenangan rakyat kami, tugas kami adalah untuk mengamankan perdamaian,” katanya.

Sejak 20 Juli, ketika 32 aktivis tewas dalam ledakan bom di Suruc, provinsi Sanliurfa, militer Turki telah meningkatkan operasi militer terhadap ISIS dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Turki serta Suriah dan Irak, sementara secara bersamaan melakukan kontra operasi terrorism nasional yang menahan lebih dari 1.300 orang.
(fq/islampos/internasnews)

Pengungsi Suriah Berbondong-bondong Lakukan Perjalanan ke Serbia

Waktu subuh, nampaknya menjadi waktu favorit untuk melakukan perjalanan bagi para pengungsi Suriah. Mereka berbondong-bondong menuju ke lembah selatan Serbia. Mereka berharap akan mendapatkan kehidupan baru di Uni Eropa.

“Ini adalah jalan yang berbahaya, kami sudah berjalan selama berhari-hari,” kata Mahmoud Rashid, 25, dari kota Aleppo, dikutip World Bulletin pada hari Jumat (31/7/2015).

World Bulletin melaporkan bahwa selama beberapa pekan pria dan wanita, beberapa di antaranya membawa bayi, menyeberang melalui ladang ranjau di perbatasan Suriah-Turki. Banyak dari mereka berkemah di hutan, dan bersembunyi dari geng mafia yang berjalan melalui Yunani dan Macedonia.

Di Presevo, mereka bertemu dengan pejabat lokal yang mengantar mereka ke pusat penerimaan sementara untuk menerima bantuan medis, makanan dan tempat tinggal.

Mayoritas berharap tinggal di Presevo, sebuah kota sebagian besar etnis Albania dari sekitar 30.000 populasi. Butuh waktu 72 jam untuk mengajukan permohonan suaka dan mendapatkan dokumen legalisasi tinggal di Serbia.
(ds/islampos/internasnews)

Amnesty Internasional: Muslim Afrika Dipaksa Masuk Kristen dan Tinggalkan Agama Islam

Amnesty Internasional melaporkan, Muslim Afrika telah dipaksa untuk meninggalkan agama mereka. Demikian diberitakan dalam World Bulletin pada Jumat (31/7/15).

” Muslim di daerah etnis dibersihkan dari Republik Afrika Tengah, dimana mereka harus kembali ke tempat asal mereka, lalu disusul dengan pembunuhan pada 2014 dan pemindahan paksa yang dilakukan secara massal, bahkan beberapa dari umat muslim telah dipaksa masuk Kristen dengan ancaman kematian,” ungkap badan Amnesty Internasional.

“Setelah memaksa puluhan ribu Muslim yang mengungsi di CAR Barat, milisi anti-Balaka sekarang menekan identitas agama dari ratusan Muslim yang tetap atau yang telah kembali,” kata Joanne Mariner, Senior Amnesty International Crisis Response.

“Pasukan perdamaian PBB tetap mempunyai peran penting dalam membantu kasus ini, meskipun saat ini belum ada kehadiran mereka, Karena Muslim ditargetkan dengan impunitas, beberapa telah dipaksa untuk masuk agama Kristen dan yang lainnya telah dilarang mewujudkan identitas Muslim mereka,” tambahnya.

Seorang pria 23-tahun, mantan Muslim di Sangha-Mbaere prefektur mengatakan bahwa ia tidak mempunyai pilihan lain untuk bergabung dengan gereja katolik, sebab anti-balaka mengancam akan membunuh mereka.
“Kami tidak punya pilihan selain bergabung dengan Gereja Katolik. Anti-Balaka bersumpah bahwa mereka akan membunuh kami jika kami tidak mengikutinya,” kata pria itu.

Amnesty International menemukan bahwa CAR Barat-diluar daerah dimana umat Islam hidup di bawah perlindungan pasukan penjaga perdamaian PBB-Muslim tidak memiliki kebebasan untuk menjalankan agama mereka di depan umum. Melakukan ibadah shalat dilarang, memakai busana muslim tradisional tidak dapat bebas, dan rekonstruksi masjid, tidak diperbolehkan, bahkan diperkirakan 400 masjid telah hancur di seluruh negeri, Di tempat lain di CAR, di Bangui dan Carnot, hanya segelintir masjid yang telah dibangun kembali.

“Melakukan ibadah shalat adalah ilegal bagi kami. Kami harus bersembunyi, melakukannya dengan cepat, dan melakukan shalat secara sendiri. Padahal Sholat Jumat tidak mungkin dilakukan secara sendiri, ” kata seorang pria pedagang Muslim di Mbaiki.

Amnesty International menyerukan kepada pemerintah CAR, misi PBB untuk Republik Afrika Tengah, dan masyarakat internasional yang lebih luas untuk mendukung upaya umat Islam berintegrasi ke kota-kota dan desa-desa di seluruh CAR Barat. Selain itu memperkuat mereka dengan kehadiran pasukan penjaga perdamaian untuk melindungi masyarakat dari milisi anti-Balaka.

“Banyak dari puluhan ribu pengungsi Muslim yang diusir dari negara itu sejak 2014, tapi menunggu sampai mereka dapat melakukannya dengan cara yang aman dan berkelanjutan maka hal ini sangat lama. Sehingga keamanan mereka, kebebasan beragama, dan hak-hak lainnya harus dilindungi, ” tandas Amnesty Internasional.
(iwm/islampos/internasnews)

Cegah Terorisme, Beberapa Negara di Afrika Larang Perempuan Gunakan Niqab

Pemerintahan dari beberapa Negara di Afrika dilaporkan telah memulai larangan mengenakan niqab bagi perempuan. Niqab adalah cadar yang menutup seluruh wajah. Larangan ini muncul setelah adanya kebangkitan serangan Boko Haram, termasuk bom bunuh diri yang dilakukan oleh perempuan muda.

Sejumlah pemerintah Afrika ini adalah Kongo, Chad, Kamerun dan Guinea. World Bulletin melaporkan pada hari Jumat (31/7/2015).

“Kami telah menerima peraturan ini karena kami ingin Negara dan warga kami aman,” El Hadj Djibril Habdoulaye Bopaka, presiden Dewan Tertinggi Islam Kongo, mengatakan kepada Anadolu Agency. “Jika mereka telah melarang Muslim untuk berdoa di masjid, membangun masjid, membaca Al-Quran atau melatih pemuda Muslim, kami jelas tidak akan bereaksi dengan cara yang sama.”

Delapan puluh persen dari populasi Kongo Brazaville adalah Kristen. Pemerintah telah meminta Dewan Islam untuk meyakinkan orang-orang dari langkah-langkah baru dan menjelaskan kepada mereka bahwa peraturan ini adalah tindakan pencegahan terhadap terorisme.

Di Chad, negara lain yang berbatasan Kamerun, keputusan yang sama diambil, dua hari setelah bom bunuh diri kembar menargetkan ibukota Chad pada 15 Juni lalu.
(islampos/internasnews)

Ustadz Fadzlan Garamatan: ‘Terima Kasih banyak GIDI'

Seusai kembali dari Tolikara, Ustaz asal Papua, Fadzlan Garamatan, mengatakan ada hikmah di balik peristiwa tersebut. Ketua Tim Pencari Fakta Tolikara itu pun menuliskan tulisan singkat berupa surat terbuka untuk Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Berikut isi surat Fadzlan Garamata yang berjudul Terima Kasih GIDI:

“TERIMA KASIH GIDI”

Atas ulah kalian, kami jadi tahu nama Tolikara yang sebelumnya sama sekali kami tak tahu menahu.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa di Tolikara ada Masjid yang sudah berdiri puluhan tahun yang lalu.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu ada ribuan muslim di Tolikara.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu ada Perda aneh di Tolikara yang sangat diskriminatif terhadap Islam dan kaum muslimin.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa Australia dan Israel ternyata sudah menancapkan kuku hitamnya di bumi Cendrawasih.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa perkembangan dakwah Islam di Papua secara umum dari hari ke hari terus menggembirakan.

Atas ulah kalian, kami jadi tahu data sebenarnya jumlah total kaum muslimin di Papua sana adalah 40% , populasi yang cukup membalikkan asumsi kebanyakan orang selama ini bahwa Papua hampir identik Kristen atau diklaim Kristen.

Atas ulah kalian, kami dari berbagai penjuru, bukan hanya negeri ini tapi seluruh dunia dan dari berbagai latar belakang jadi tergerak rasa solidritasnya untuk lebih berperan terhadap nasib saudara kami di sana.

Atas ulah kalian, kami jadi yakin bahwa Masjid yang dibakar akan dibangun kembali yang lebih bagus dan lebih megah.

Atas ulah kalian, kami jadi yakin bahwa dakwah Islam di sana akan makin marak dan masif, bahkan pesantren akan segera berdiri.

Atas ulah kalian, mata dunia mulai terbuka bahwa anggapan tentang teroris itu di identikkan dengan Islam adalah keliru.

Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih.

Kami menunggu kalian semua jamaah GIDI dalam damai kasih Islam.

Kami berharap tak lama lagi kami bisa menjadi imam shalat di sana, berceramah dan melantunkan adzan lima waktu di sana.

Terimakasih, Islam akan jaya di Papua Nuu Waar

Terimakasih, tak lama lagi, insya Allah Papua  Nuu Waar identik dengan Islam.

Terimakasih, Allahu Akbar
(muslimdaily/internasnews)

Thursday, July 30, 2015

Pembangunan Masjid Tolikara Dikerjakan TNI

Beberapa personil TNI bekerja membangun Masjid Baitul di Muttaqin, di Tolikara, Papua, Selasa 28 Juli 2014. (Foto: Nur Ikhwan Abadi/MER-C)
Tolikara, Papua, 13 Syawal 1436/29 Juli 2015 (MINA) – Pembangunan kembali Masjid Baitul Muttaqin yang hangus terbakar pada Hari Raya Idul Fitri lalu, telah dimulai oleh para personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Tolikara, Papua.

Ketua tim relawan lembaga medis kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) untuk Papua, Ir. Nur Ikhwan Abadi, melaporkan pantauannya pada Selasa (28/7) langsung dari Tolikara.

“Pekerjaan pembangunan masjid di halaman markas Koramil mulai dikerjakan oleh TNI,” tulis Nur Ikhwan yang disertai foto kegiatan pembangunan sebagaimana yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu (29/7).

“Masjid berukuran 10 x 12 meter persegi, memerlukan biaya Rp. 1,3 miliar,”  Nur Ikhwan melaporkan.
Nur Ikhwan adalah insinyur yang belum lama ini selesai memimpin pembangunan Rumah Sakit Indonesia di jalur Gaza, Palestina. Kedatangannya ke Tolikara bersama dua relawan MER-C lainnya.

Dia juga mengatakan, selain membangun masjid, pemerintah secara bersamaan juga membangun kembali ruko yang terbakar, namun direlokasi dari tempat semula dengan alasan tanah lokasi awal ruko statusnya masih sengketa.

Lokasi masjid lama berjarak sekitar 100 meter dari lokasi masjid baru.

“Pekerjaan pembangunan masjid dan ruko (rumah kios) dilakukan langsung oleh personil TNI,” kata Nur Ikhwan.

Menurut Ketua Tim Pemulihan Pasca Bencana Sosial, Dr. Edy Range Tasak, diperlukan dana Rp. 80 miliar untuk pembangunan kembali ruko-ruko yang terbakar.
(mirajnews/internasnews)

Setelah 4 Dekade, Akhirnya Muslim Slovenia Miliki Masjid Dan Islamic Center Di Tahun 2016 Mendatang

Penantian panjang Muslim Slovenia selama 4 dekade terakhir untuk memiliki sebuah Islamic Center lengkap dengan Masjid Jami akhirnya dapat terwujud setelah pada hari Jum’at (25/07) pekan kemarin, Asosiasi Muslim Slovenia bersama pemerintah meresmikan pembangunan Islamic Center.

Seperti dilansir situs onislam.net dalam pemberitaannya pada awal pekan ini menyatakan bahwa pembangunan akan dimulai pada bulan November mendatang, dan diharapkan pada tahun 2016 mendatang umat Islam di Slovenia sudah dapat melaksanakan ibadahnya di Masjid Jami.

Menurut informasi yang diperoleh onislam.net menyatakan bahwa pembangunan Masjid senilai 12 juta Euro (15,9 juta dolar) di ibukota Ljubljan terdiri dari sebuah Masjid Jami, pusat budaya, perpustakaan dan ruang belajar, dengan 70% dana diantaranya ditanggung oleh pemerintah Qatar.

Sebelumnya umat Muslim pernah memiliki sebuah Masjid di wilayah log Pod Mangartom, sebelah tenggara Slovenia, akan tetapi Masjid tersebut hancur pada tahun 1916 akibat perang dunia pertama yang melanda negara-negara Eropa dan dunia.

Data statisik terakhir menyatakan bahwa dari skeitar 2 juta penduduk Slovenia, ada sekitar 47 ribu Muslim yang kebanyakan mereka tinggal di wilayah ibukota Ljubljan dan hingga kini belum memiliki sebuah Masjid Jami.
(Onislam/Ram/eramuslim/internasnews)

Sosiolog: Inilah Tiga Masalah Besar di Tolikara

Pengamat Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun – Jakarta, Musni Umar, dalam makalahnya yang berjudul Konflik Tolikara-Papua, Motif dan Solusinya, mengecam keras umat Nasrani dari Gidi (Gereja Injili di Indonesia) yang menyerang umat Islam saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H di Markas Korem 1702-11 di Tolikara.
 
“Pada hal umat Islam dimanapun tidak pernah melakukan tindakan barbar yang melarang, apalagi mengusir umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah,” kata Musni dalam diskusi publik Di Balik Kerusuhan Tolikara, Ancaman Keutuhan NKRI belum lama ini (29/07/2015).

Sebagai pengamat sosiologi, kata Musni, ada masalah besar yang dihadapi masyarakat Tolikara. Pertama, kurang pendidikan. Merujuk pernyataan Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada saat buka puasa Kahmi di rumah dinasnya di Widya Chandra Jakarta Selatan beberapa hari menjelang Idul Fitri 1436 H bahwa 76 persen pendidikan masyarakat Indonesia hanya tamat SMP ke bawah, dan hanya 6 persen yang berpendidikan sarjana.

“Dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan masyarakat Tolikara pasti tidak jauh berbeda seperti yang diungkapkan Menteri Anies Baswedan. Ini masalah besar karena mereka yang berpendidikan rendah bukan saja mudah disulut untuk konflik, tetapi hampir dipastikan mereka hidup miskin dan terbelakang,” jelas Musni.

Kedua, lanjut Musni, kesenjangan sosial ekonomi. Konsekuensi logis dari kurangpendidikan, maka masyarakat asli Tolikara tidak bisa bersaing dalam bidang ekonomi. Akibatnya pendatang yang pada umumnya Muslim lebih menguasai ekonomi, sehingga terjadi kesenjangan ekonomi yang kemudian menghadirkan kecemburuan sosial. Hal tersebut menjadi salah satu pemicu konflik horizontal di Tolikara.

“Masalah ketiga, penjajahan ekonomi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di negeri ini masih terjadi penjajahan ekonomi. Masyarakat Tolikara merasakan hal itu. Papua yang kekayaan alamnya luar biasa, masyarakatnya masih hidup miskin dan terbelakang. Jika ada yang memicu, maka mereka segera melampiaskan kemarahan dengan melakukan konflik seperti konflik Tolikara,” ungkap Musni.

Lebih lanjut Musni menuturkan poin keempat yaitu ketidak-adilan dalam berbagai bidang. Ia menilai masyarakat Tolikara juga merasakan banyaknya ketidakadilan dalam bidang ekonomi, sosial, hukum dan sebagainya, sehingga mudah disulut untuk melakukan konflik. Berbagai ketidakadilan merupakan hotspot atau sumbu konflik yang setiap saat bisa melahirkan konflik horizontal dan vertikal.

“Belajar dari konflik Aceh, dan konflik Papua, keduanya merupakan konflik vertikal. Begitu pula konflik Ambon, konflik Poso dan konflik lainnya di Indonesia, yang pada umumnya merupakan konflik horizontal. Maka, konflik Tolikara dipicu tiga faktor: motif ekonomi, ketidakadilan dalam berbagai bidang, dan gerakan separatis,” papar Musni.
(Desastian/Islampos/internasnews)

KH. Said Aqil Siradj: Jika Banser Jaga Gereja, Pemuda Kristen Juga Harus Jaga Masjid

DI sosial media (sosmed), Banser NU mendapat kritikan tajam dari para Netizen. Kenapa setiap Hari Raya Natal, Banser NU selalu menjaga gereja di beberapa wilayah, sedangkan di Tolikara – Papua, masjid malah tidak dijaga bahkan dibakar oleh massa di saat umat Islam sedang melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj mengatakan, “Di Tolikara, Banser NU memang lemah, apalagi warga NU di sana minoritas. Adapun Banser NU yang selama ini mengamankan gereja adalah wilayah yang punya basis Islam, sehingga keberadaan gereja menjadi terancam. Karena itulah Banser NU membantu mengaman Hari-hari besar umat Kristen.”

Nah, jika Banser NU saja menjaga keamanan gereja di basis muslim, maka seharusnya pula Pemuda Kristen menjaga masjid di mana umat Islam itu minoritas. Termasuk di Tolikara. “Jika di Jawa, gereja dijaga Banser NU, maka masjid pun juga harus dijaga Pemuda Kristen,” tegas Ketua Umum PBNU.

Said Aqil melihat, insiden yang terjadi di Tolikara adalah akibat Perda yang melanggar UU, dimana perda tersebut memuat larangan membangun masjid. Kemudian, adanya pelaksanaan seminar internasional di saat umat Islam sedang melaksanakan shalat Idul Fitri. Sudah diantisipasi pihak aparat, pihak GIDI menolak.

“Ditambah lagi adanya intervensi asing di Tolikara yang menyebabkan terjadinya insiden. Saat ini sudah ditangkap 2-3 orang asing di Tolikara. Said juga mempertanyakan, adanya bendera Israel di Tolikara. Ia curiga bendera dengan simbol bintang david itu ada kaitannya dengan gereja yang ada di Israel,” ungkap Aqil.

Sudah saatnya umat beragama, baik muslim maupun Kristen untuk membangun kembali komitmen atas nasionalisme. Terkait situasi Tolikara, PBNU telah menyerukan kepada para khatib Jumat untuk tidak berkhutbah dengan muatan yang memprovokasi umat. Cukup Pengurus PBNU saja yang menemui Presiden Jokowi. “Umat Islam Indonesia sudah tenang, jangan lagi diganggu dengan intervensi asing yang mengatasnamakan gereja.”

Tak dipungkiri, radikalisme agama, bukan hanya ada di kalangan umat Islam, tapi juga di kalangan Kristen, dan agama lainnya. Apalagi sekte di dalam Kristen sangat banyak. Said setuju jika deradikalisasi bukan hanya melibatkan kelompok Islam saja, tapi juga Kristen dan agama lainnya.

Said Aqil mendesak Pemerintah menangkap pihak-pihak yang menjadi perusuh dan penyerangan terhadap umat Islam disana yang sedang melaksanakan shalat Ied. “Tersangka harus dihukum sesuai denganUU yang ada. Hukum dengan seberat-beratnya,” tegas Aqil.

Ketika ditanya, bagaimana jika rakyat Papua meminta Referendum kepada Pemerintah Jokowi? Said Aqil menegaskan, Pemerintah harus tegas menolaknya. Ketika Gus Dur menjadi Presiden, beliau akan mengabuli segala permintaan rakyat Aceh, kecuali satu saja, yakni referendum. Begitu juga Papua, Presiden Jokowi harus tegas untuk tidak memenuhi permintaan referendum, sehingga Papua lepas dari Indonesia. Papua harus tetap menjadi bagian dari NKRI, demikian Aqil.
(Desastian/Islampos/internasnews)

KPI Jatuhkan Sanksi Program Gang Senggol MNC TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi pada program siaran “Gang Senggol” yang ditayangkan oleh stasiun MNC TV pada 18 Juli 2015 pukul 01.19 WIB. Rapat Pleno KPI Pusat tanggal 27 Juli 2015 memutuskan terdapat pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran adn Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

Dalam tayangan tersebut, program Gang Senggol yang merupakan program rohani agama Kristiani, banyak menampilkan penggunaan atribut agama Islam. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan umat Islam di Indonesia.

“Dari kajian yang dilakukan oleh KPI, tayangan ini berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama karena tayangan ini muncul pada momen hari raya Idul Fitri. Karenanya KPI memutuskan program ini melanggar Pasal 6 dan Pasal 9 Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) KPI 2012 serta Pasal 6 ayat (1) dan Pasal 9 ayat (2) Standar Program Siaran (SPS) KPI 2012, dan diganjar sanksi administratif teguran tertulis,” tulis situs resmi kpi.go.id.

KPI Pusat menerima kurang lebih 200 (dua ratus) pengaduan masyarakat yang menyatakan keberatan terhadap tayangan tersebut. KPI mengingatkan bahwa segala sesuatu yang terkai dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) adalah hal-hal yang sensitif dan harus dihormati.

“Tayangan Gang Senggol yang muncul pada hari raya umat Islam ini justru menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang ada di tengah masyarakat. Untuk itu KPI meminta segera MNC TV melakukan evaluasi internal dan tidak melakukan kesalahan tersebut, sebagai wujud kontribusi televisi terhadap hadirnya kehidupan antar umat beragama yang harmonis,”tulis KPI dalam tegurannya.
(rn/Islampos/internasnews)

6 Orang Ditikam dalam Pawai Gay di Yerusalem

Penyerangan menikam enam orang yang ikut ambil bagian dalam pawai Gay di pusat Yerusalem Kamis kemarin (30/7/2015). Dalam insiden itu penyerang melukai dua dari peserta pawai, polisi dan pelayanan kesehatan Israel mengatakan.

Radio publik mengatakan tersangka penyerangan adalah dari kelompok ultra-Ortodoks Yahudi Israel.

Magen David Adom, mengatakan dua dari korban berada dalam kondisi serius, demikian dilansir AFP.

Ratusan polisi dikerahkan untuk mencegah kekerasan pecah di kota yang sangat konservatif selama pawai gay tahunan tersebut.

Pada 2014, ultra-Ortodoks Yahudi Israel melukai tiga demonstran ‘Pride Gay’ di Kota Suci Yerusalem.
Orang yang sama, yang dibebaskan dari penjara tiga minggu yang lalu setelah menjalani masa hukumannya, kembali melakukan serangan hari Kamis kemarin, radio publik Israel mengatakan dalam laporan yang belum dikonfirmasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pengunjuk rasa ultra-Ortodoks berkumpul di Mea Shearim untuk mengecam apa yang mereka anggap “kekejian” homoseksualitas.

Israel secara luas memiliki kebijakan hak-hak gay liberal, meskipun adanya permusuhan ultra-Ortodoks terhadap kaum homoseksual.

Israel mencabut larangan tindakan seksual sesama jenis lewat konsensual pada tahun 1988.
(fq/islampos/internasnews)

Taliban Afghanistan Konfirmasi Wafatnya Pemimpin Mereka Mullah Omar

Taliban Afghanistan akhirnya mengkonfirmasi kematian pemimpin mereka Mullah Mohammad Omar pada hari Kamis kemarin (30/7/2015), lapor Anadolu Agency.
 
Sebuah pernyataan mengutip dari keluarganya dan kepemimpinan Taliban, mereka mengakui bahwa Mullah Omar meninggal dunia karena penyakit yang semakin memburuk dalam dua minggu terakhir.

Pemerintah Afghanistan sebelumnya telah mengumumkan kematian Mullah Omar namun mengatakan bahwa dia telah meninggal dua tahun lalu di Pakistan.

Pemerintah Afghanistan sendiri secara konsisten menuduh Pakistan memberikan dukungan dan perlindungan bagi Mullah Omar. Tetapi pernyataan Taliban mengaku bahwa Mulla Omar tidak pernah meninggalkan Afghanistan dalam 14 tahun sejak rezim Taliban-nya dipaksa mundur dari kekuasaan oleh pasukan pimpinan AS pada akhir 2001.

“Meskipun tekanan dari pasukan pendudukan pimpinan AS, ia tinggal di Afghanistan dan tidak pernah meninggalkan negara untuk Pakistan atau negara lain,” tambah pernyataan itu. “Taliban kepemimpinan dan keluarganya mengumumkan tiga hari berkabung di negeri ini.”
(islampos/internasnews)

Pesawat Tempur Rezim Suriah Tewaskan 27 Warga Sipil di Wilayah Idlib

Pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menewaskan 27 warga sipil, termasuk 10 anak-anak, pada Rabu malam lalu setelah meluncurkan serangan udara di kota Saraqub dan Maaret al-Numan di provinsi Idlib Suriah utara.

“Pesawat-pesawat tempur menargetkan daerah pasar menggunakan rudal, menewaskan 25 orang, termasuk delapan anak-anak,” jelas Laits Faris, anggota Pertahanan Sipil Suriah di kota Saraqib, kepada Anadolu Agency.

Faris mengatakan tim penyelamat masih mencari orang-orang di bawah reruntuhan. Dia menambahkan bahwa banyak toko di daerah itu hancur dalam serangan tersebut.

Sementara itu, Omar Ilwan, seorang aktivis media dari Maaret al-Numan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat militer rezim menargetkan lingkungan barat kota dengan rudal.

Dua anak-anak dari keluarga yang sama tewas dan ibu mereka serta anak lainnya terluka dalam insiden itu.
(fq/islampos/internasnews)

Polisi Turki Tahan 4 Tersangka ISIS di Ankara dalam Operasi Anti Teror

Pasukan keamanan telah menahan empat tersangka di ibukota Turki dalam sebuah operasi anti teroris yang sedang berlangsung, sumber polisi Turki mengatakan Kamis kemarin (30/7/2015), Anadolu Agency melaporkan.

Pasukan anti teror menggerebek empat alamat di Ankara dan menahan empat tersangka yang diduga memiliki link ke ISIS. Dan dalam insiden itu, pasukan keamanan mengklaim menemukan ‘dokumen organisasi’.

Operasi terhadap kelompok teroris termasuk Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan ISIS di seluruh Turki sedang berlangsung saat ini.

Lebih dari 1.300 orang telah ditangkap dalam gelombang terbaru operasi kontra-terorisme di Turki, menurut laporan yang terungkap pada Rabu lalu.

Dalam pengumuman di parlemen, Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc mengatakan 1.302 orang telah ditahan dalam penggerebekan di 39 provinsi yang menargetkan pendukung ISIS dan kelompok radikal Kurdi serta sayap kiri.
(fq/islampos/internasnews)

Kunjungan Komisi Nasional Muslim Filipina ke Brunei, Bahas Perkembangan Islam

Mufti negara Brunei pada hari Rabu kemarin menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF), Brunei Times melaporkan, pada Kamis (30/07/2015).

Yang Berhormat Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia (Dr) Ustaz Hj AWG Abdul Aziz Juned yang bertemu dengan Sekretaris NCMF dan CEO Yasmin Busran Lao-di Darulifta, di mana mereka membahas perkembangan Islam di Brunei dan Filipina.

Selama kunjungan, mufti negara dan pejabat juga menyinggung isu-isu yang berkaitan dengan urusan Islam, pendidikan dan ekonomi.

Kunjungan Yasmin ke Brunei, yang dimulai kemarin dan akan terus mengadakan kunjungan ke Kementerian Agama serta Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Primer untuk mengeksplorasi potensi daerah kerjasama bilateral.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh utusan Filipina untuk Brunei Meynardo LB Montealegre.
(ry/islampos/internasnews)

Israel Sahkan UU Bisa Paksa Makan Tahanan Palestina yang Mogok Makan

Parlemen Israel (Knesset) telah mengesahkan undang-undang yang memungkinkan aparat keamanan Israel secara paksa memberikan makanan kepada tahanan yang melakukan aksi mogok makan.

Parlemen Israel menyetujui UU itu pada hari Kamis ini (30/7/2015), dengan 46 dari 120 anggota parlemen memberikan suara mendukung dan 40 menentang itu, demikian dilaporkan Press TV.

Di bawah undang-undang baru itu, hakim akan diizinkan untuk memberikan sanksi dengan memaksa tahanan untuk makan.

Sementara itu, partai oposisi Israel, Joint List, mengutuk UU baru tersebut dengan mengatakan tindakan itu melanggar hak-hak warga Palestina, yang semakin banyak berpartisipasi dalam aksi mogok makan.

“Knesset sama saja telah menyetujui undang-undang yang melegalkan menyiksa tahanan Palestina,” kata partai oposisi dalam menanggapi disahkannya UU tersebut.

“Ini adalah UU yang memungkinkan intervensi invasif serta kejam terhadaptubuh manusia lain.”

Asosiasi Medis Israel, yang menganggap pemberikan paksa makanan sebagai bentuk penyiksaan dan meminta para dokter Israel untuk menghindari pemaksaan makan kepada para tahanan yang mogok makan.
(fq/islampos/internasnews)

Ini Cara Media Amerika Diskriminasi Muslim

Kantor berita Buffalo News telah melakukan penelitian terkait cara media Amerika melakukan serangan terhadap Muslim. Demikian dilansir World Bulletin, Kamis (30/7/2015).

Menurut kantor berita yang juga berasal dari Amerika ini, Los Angeles Times dalam artikelnya tentang penembakan massal di Lafayette telah melakukan permainan kata dalam memberikan citra terhadap pelaku dalam aksi ini. Artikel yang dimuat 25 Juli ini berjudul “Mental illness probed in Louisiana shooting”.

Dengan demikian, mengacu pada penyakit mental dan membuatnya sebagai alur cerita utama, meskipun cerita menyebutkan bahwa penembak telah menunjukkan adanya motif dalam kasus ini. Kata “terorisme” tidak digunakan.

Sebaliknya, penembakan di Chattanooga segera dicap sebagai “terorisme” tanpa ragu-ragu. Penembak jelas memiliki masalah emosional, dan tidak ada indikasi bahwa ia bertindak atas nama kelompok asing. Tapi pemerintah dan media menyoroti adanya kemungkinan bahwa kelompok Islam mempengaruhinya.

Ini bukan pola baru atau novel. Serangan oleh umat Islam disebut “terorisme”, sementara serangan serupa oleh orang Amerika disebut penyakit mental, atau paling rendah disebut “hate crime“.
(ds/islampos/internasnews)

Singapura dan Indonesia Tingkatkan Kerjasama Lawan ISIS

Singapura dan Indonesia pada hari Selasa sepakat untuk meningkatkan kerjasama melawan Negara Islam (IS) di tengah kekhawatiran para gerilyawan yang kembali dari Timur Tengah dan dapat menyusun serangan di Asia Tenggara. Demikian dilansir Brunei Times, pada Rabu (29/07/2015).

“Kami berdua khawatir tentang ISIS dan kami berdua memiliki warga negara dari negara kami yang terlibat dalam kegiatan teroris termasuk di Timur Tengah,” kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong setelah pembicaraan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Tak lama setelah pertemuan tersebut, Singapura mengungkapkan bahwa seorang Muslim lokal berusia 51 tahun, Mustafa Sultan Ali, dideportasi oleh Turki pada bulan Juni setelah mencoba untuk bergabung IS—juga dikenal sebagai ISIS—dengan menyeberang ke Suriah.

Joko Widodo mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat bahwa kami akan berbagi informasi dan hal-hal lain yang terkait dengan terorisme dan ISIS, karena kita tahu bahwa ini adalah ancaman bagi hampir di semua negara.

Indonesia khawatir, 500 warganya telah terpikat ke Timur Tengah oleh IS.

Singapura yang didominasi etnis China, dengan 13,3 persen dari populasi dari minoritas Muslim Melayu. (ry/islampos/internasnews)

Dicurigai Akan ke Suriah, Ibu dan 3 Anaknya Ditangkap Polisi Inggris

Seorang perempuan yang bepergian bersama 3 orang anaknya ditahan oleh unit anti terorisme kepolisian Inggris. Keempat orang ini ditangkap berdasar kecurigaan mereka akan pergi ke Suriah dan terlibat dengan kegiatan ‘terorisme’.

Perempuan yang berasal dari kota Leicester itu ditahan di Bandar Udara Birmingham oleh Unit Anti ‘Terorisme’ Kepolisian wilayah West Midlands.

Keempat orang ini dihentikan oleh kepolisian berdasarkan ketentuan Undang-undang terorisme, BBC melaporkan pada Rabu (29/7/2015).

Kediaman perempuan itu dan satu alamat lagi yang terkait dengannya kini sedang dalam penyelidikan polisi.
Pihak kepolisian wilayah West Midland bekerjasama dengan lembaga pemerintah lain untuk memastikan bahwa anak-anak dari perempuan itu tetap terjamin kesejahteraannya.
(sm/islampos/internasnews)

Pesawat MH370 Ditemukan?

Pihak berwenang Perancis sedang mempelajari potongan besar puing-puing pesawat ditemukan di Pulau Reunion di Samudera Hindia, Kamis (30/7/2015), lapor Routers News.

Seorang pakar mengatakan kepada Routers potongan tersebut hampir pasti merupakan bagian dari Boeing 777, yakni pesawat yang dioperasikan oleh Malaysia Airlines dalam kecelakaan Maret tahun lalu.

Badan investigasi kecelakaan udara Prancis BEA yang berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia dan Australia masih memeriksa potongan tersebut. Mereka mengatakan terlalu dini untuk berspekulasi bahwa potongan tersebut merupakan bagian dari pesawat Boeing 777.

Pesawat Boeing 777 jenis MH370 menghilang sejak Maret 2014 lalu. 239 penumpang turut hilang bersamanya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
(qi/islampos/internasnews)

Wednesday, July 29, 2015

Turki Resmi Izinkan AS Dan Koalisi Internasional Gunakan Pangkalan Udara Incirlik

Kementerian Luar Negeri Turki akhirnya mengumumkan secara resmi penandatanganan izin penggunaan Pangkalan Udara Incirlik oleh angkatan udara Amerika Serikat, dalam perang melawan Negara Islam di utara Suriah.

Dalam keterangan singkat yang dikeluarkan Kemenlu Turki Rabu 29 Juli 2015 menyatakan bahwa Dewan Menteri telah sepakat mengizinkan Amerika Serikat dan koalisi internasional untuk menggunakan Pangkalan Udara Incirlik dalam perang melawan Negara Islam.

Kemenlu Turki menjelaskan bahwa kesepakatan hanya membolehkan AS menggunakan pangkalan ini untuk melakukan serangan udara terhadap milisi Negara Islam, dan melarang operasi dukungan udara ataupun pemberian senjata kepada pejuang Kurdi di Suriah.

Perlu diketahui bahwa pemerintah Ankara menganggap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai ancaman nasional bagi Turki, setelah terbukti terlibat dalam sejumlah serangan teroris untuk mendirikan negara Kurdistan yang merdeka dan berdaulat.
(Skynewsarab/Ram/eramuslim/internasnews)

Hadapi Syiah, Diam-Diam Saudi Kirimkan Paket Senjata Kepada Pejuang Perlawanan Rakyat Yaman

Seorang pejabat penting di organisasi gerakan Perlawanan Rakyat Yaman mengugkapkan bahwa mereka telah menerima paket senjata yang dikirimkan helikopter koalisi regional yang dipimpin Arab Saudi.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Yaman Press, sumber yang tidak mau diungkapkan identitasnya tersebut mengatakan bahwa paket senjata koalisi regional untuk pejuang Perlawan Rakyat di kota Abyan telah tiba pada Selasa (28/07) pagi.

Sumber tersebut menambahkan, “Paket berisi senjata-senjata berkualitas yang dikirim koalisi regional,” tanpa mau menyebutkan merk senjata tersebut.

Perlu diketahui bahwa pemberontak Syiah Houthi mendapat sokongan dana dan persenjataan dari Iran.
 Bahkan negara Syiah tersebut mengakui bahwa mereka melatih pemberontak Syiah Houthi di Suriah, sebelum akhirnya dipulangkan untuk membantu pemberontakan di Yaman.
(Dostor/Ram/eramuslim/internasnews)

MUI Tegaskan BPJS Kesehatan Haram

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan program kesehatan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) tidak memenuhi syariah atau haram.

“BPJS kesehatan menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan ulama dihasilkan bahwa BPJS Kesehatan itu tidak sesuai syariah atau haram,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI KH, Ma’ruf Amin saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2015).

Menurutnya, saat ini program jaminan kesehatan masyarakat itu dalam keadaan darurat. Pasalnya program BPJS ini tengah berjalan dan dinikmati oleh masyarakat.

“Merupakan program wajib dari pemerintah, ini disebut dalam kondisi darurat,” jelasnya.

Disinggung soal tidak syariah, Ma’ruf menyebutkan dalam BPJS Kesehatan mengandung unsur gambling yaitu adanya bunga dan itu tidak sesuai dengan prinsip asuransi yang diyakini Islam.

Oleh karena itu, tambah Ma’ruf, MUI mendesak pemerintah untuk segera membuat aturan BPJS Kesehatan yang sesuai dengan syariah. “Pemerintah harus membuat aturan BPJS sesuai dengan syariah,” tandasnya.

Dan sesungguhnya, program BPJS ini tidak perlu karena memang merupakan kewajiban pemerintah untuk memelihara dan menyehatkan rakyatnya, dengan uang kas negara atau APBN yang memang sumbernya juga uang rakyat. Jika pemerintah bisa memberi berbagai fasilitas kemewahan kepada para pejabatnya seperti mobil mewah, rumah besar, gaji dan tunjangan ini dan itu, dan sebagainya, seharusnya pemerintah juga bisa menggratiskan pemeliharaan kesehatan rakyatnya, apalagi terhadap rakyat miskin. Bukankah demikian seharusnya?
(rz/eramuslim/internasnews)

Pengamat: Tidak Tepat, PM Inggris Ajak Indonesia Perangi Ekstremis Islam

Pengamat terorisme di Indonesia Musthafa Nahrawardaya berkomentar soal kunjungan PM Inggris, David Cameron ke Indonesia. Kunjungan tersebut bermaksud untuk kerjasama bilateral antardua negara terkait terorisme yang terjadi di seluruh dunia utamanya Indonesia. Kedatangannya di Indoensia disambut baik oleh Presiden Jokowi.

Kata Musthafa, kedatangan David Cameron ke Indoensia baru-baru ini tidak tepat karena dia datang untuk bekerjasama membendung teroris “ekstremis Islam” padahal di Indonesia sendiri ada teroris lain.

“Kedatangan Cameron tidak tepat, karena Indonesia sedang sibuk menangani ekstrimis Kristen di Tolikara yang membakar Masjid,” ujarnya kepada Islampos, Selasa (28/7/2015).

Kerjasama yang berakhir dengan tanda tangan Jokowi itu sama sekali tidak mendiskusikan Organisasi Papua Merdeka yang sejak lama meresahkan rakyat Papua dan keutuhan negara.

“Jangankan OPM, dia (David Cameron) pasti tidak tahu beda OPM Separatis dan Teroris,” ungkapnya.
Menurut Musthafa, Jokowi kurang pandai soal isu terorisme yang selalu disematkan kepada umat Islam.

“Kalau saya jadi Jokowi dan harusnya menjadi Jokowi itu pandai, (soal terorisme) akan kami kumpulkan tokoh-tokoh agama, pengamat terorisme, peneliti radikalisme untuk dimintai pertimbangan jika Cameron datang ke Indonesia dan mengajak memusuhi ektremis Islam,” tutupnya.
(tamam/islampos/internasnews)

Warga Saudi Keluhkan Cuaca Panas di Negaranya

Badan Meteorologi dan Lingkungan Saudi Arabia (PME) melaporkan bahwa Provinsi Tengah, Jeddah, Makkah dan Madinah mengalami cuaca sangat panas dengan disertai angin dan debu.

Di beberapa kota dilaporkan jarak pandangan juga mengalami gangguan, demikian menurut PME seperti dilansir ArabNews pada Rabu (29/07/2015).

Di daerah Qassim, Christopher M. Agustin, pemimpin tim kontrol kualitas di sebuah perusahaan farmasi, mengatakan, “Hari Selasa menjadi salah satu hari terpanas yang telah saya mengalami saat bekerja di KSA. Bahkan di malam hari, suhu naik antara 35 dan 38 ° C.”

Di Riyadh, warga juga resah. Cesar A. Mabala, seorang manager proyek rumah, mengatakan,  “Cuacanya sangat panas. Apalagi saya harus pergi ke satu cabang menuju cabang lain untuk pemeriksaan.”

Sama halnya dengan Warga Jeddah. Mereka mengeluhkan cuaca hingga mencapai 43 ° C.

Hussein Nassrallah, konsultan media di sebuah perusahaan PR, mengatakan, “Cuaca memang sangat panas. Saya berharap secepatnya bisa turun, terutama pada malam hari sehingga saya bisa membawa anak-anak ke taman.”

Di Madinah, warga juga mengeluh tentang panas ini. Mohammed Al-Hardi, seorang akuntan, mengatakan bahwa “Suhunya terlalu panas. Anak-anak menginginkan malam segera datang sehingga mereka dapat pergi ke taman terdekat dan bermain,” katanya.

Di Makkah, suhu 41 ° C kemungkinan mencapai 43 ° C di siang hari, dan turun hingga 38 ° C di malam hari.
Laporan itu juga menunjukan bagian selatan dan barat Arab Saudi mengalami langit cerah, sedangkan bagian timur yang cenderung berawan.

Kemungkinan terjadi petir di dataran tinggi antara Madinah dan Tabuk dan bagian selatan Provinsi Timur dan Riyadh, demikian ArabNews.
(fh/Islampos/internasnews)

Afghanistan Konfirmasi Kematian Pemimpin Taliban Mullah Omar

Pemerintah Afghanistan mengkonfirmasi laporan tentang kematian pemimpin Taliban Mullah Muhammad Omar, demikian dilaporkan Anadolu Agency.
 
Istana presiden merilis sebuah pernyataan pada hari Rabu kemarin (29/7/2015) yang mengklaim bahwa Mulla Omar telah meninggal dua tahun yang lalu, setelah sebelumnya menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal rumor yang dibocorkan oleh sumber-sumber pemerintah.

“Pemerintah Republik Islam Afghanistan, berdasarkan informasi yang kredibel, menegaskan bahwa Mullah Muhammad Omar, pemimpin Taliban tewas pada April 2013 di Pakistan,” kata pernyataan itu. “Pemerintah Afghanistan percaya bahwa alasan untuk pembicaraan damai Afghanistan lebih berprospek sekarang daripada sebelumnya, dan dengan demikian maka diserukan kepada semua kelompok oposisi bersenjata untuk merebut kesempatan ini dan bergabung dengan proses perdamaian.”

Seorang pejabat pemerintah Afghanistan sebelumnya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa informasi tersebut telah disampaikan oleh Pakistan dan Mullah Omar telah meninggal karena sakit.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid sebelumnya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa mereka mengikuti laporan kematian Mullah Omar tetapi tidak menyangkal laporan tersebut.

Laporan kematian Mullah Omar diperkirakan akan memicu pergantian kepemimpinan dalam Taliban dengan banyak laporan menunjukkan salah satu putra Mullah Omar bisa mengambil alih kekuasaan, sementara yang lain percaya komandan Taliban Mullah Mansoor Dadullah akan mengambil alih.

Banyak warga Afghanistan bereaksi terhadap laporan kematian Mullah Omar dengan skeptisisme setelah laporan sebelumnya tentang kematian Mullah Omar terbukti hoax.
(fq/islampos/internasnews)

Partai Anti-Islam Italia Hapus Sajadah Saat Konferensi Bisnis Islam

Pejabat terpilih dari partai anti-imigran Liga Utara Italia dilaporkan telah menggerebek sebuah ruangan di balai kota Turin. Ia memerintahkan untuk menghapus sajadah untuk para tamu Muslim di sebuah konferensi bisnis Islam. Tak pelak tindakan ini dianggap bodoh oleh walikota Turin.

Konselor kota Fabrizio Ricca dan Riccardo Carbonero telah merekam operasi menggulung karpet yang sengaja dipasang di ruang sholat bagi peserta Muslim pada konferensi bisnis Islam, sebuah video pada halaman Facebook partai ini menunjukkan.

Beberapa orang tak dikenal mengambil karpet dan memindahkannya ke ruangan lain, alarabiya melaporkan pada Rabu (29/7/2015).

Gianmarco Montanari, kepala pengembangan ekonomi bagi pemerintah kota Turin dan penyelenggara acara, mengatakan kepada Reuters bahwa peserta konferensi yang beragama Islam harus berada di ruang lain untuk shalat agar tidak mengganggu proses.

Walikota Turin Walikota Piero Fassino menyebut tindakan ini sebagai “perilaku ofensif bagi kota beserta para tamu dan acara kebodohan.”

Dalam sebuah editorial, koran Turin La Stampa menyebut konselor Liga Utara Italia sebagai “pengganggu politik” dan mengatakan tindakan mereka akan menyakiti kota dengan menghalangi bisnis dari dunia Islam. (sm/islampos/internasnews)

Banjir Pakistan Tewaskan 81 Orang di Seluruh Negeri

Setidaknya 81 orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi pada saat banjir besar terus berlanjut di bagian Pakistan Rabu kemarin (29/7/2015), demikian dilansir Anadolu Agency.

Saluran televisi lokal Dawn TV melaporkan bahwa hingga 50 desa tergenang di distrik timur laut Rajanpur, sementara Kashmir selatan juga terkena dampak banjir.

“Ribuan orang masih terdampar akibat banjir di daerah dataran rendah dan menunggu untuk diselamatkan,” Allauddin Khoso, yang berhasil mencapai tempat yang lebih aman dengan menggunakan perahu kecil, mengatakan kepada Geo TV.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional, banjir saat ini sangat mempengaruhi wilayah baratlaut Khyber Pakhtunkhwa, di mana 40 orang tewas dan ratusan bangunan, jembatan dan jalan rusak.

Rekaman TV terbaru menunjukkan kerusakan meluas di kota wisata lembah Chitral, di mana petugas penyelamat tengah berjuang untuk menyelamatkan warga karena rusaknya jembatan dan jalan.

Pakistan telah berulang kali berjuang mengalami banjir besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir yang menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menggenangi seperlima dari negara itu pada tahun 2010.
(fq/islampos/internasnews)

Di Mesir, Beberapa Tempat Larang Pemakaian Jilbab

Banyak perempuan Mesir mengatakan bahwa mereka tengah menghadapi liburan musim panas yang sulit. Semua ini akibat munculnya zona bebas hijab yang tampaknya telah melonjak dan kian populer di Mesir. Kini makin banyak restoran dan tempat wisata mewah menerapkan larangan mengenakan jilbab.

Pengguna media sosial di Mesir langsung berbondong-bondong mengutuk keputusan ini lewat Facebook dan Twitter mereka karena beberapa tempat menolak Muslimah secara terselubung.

Banyak menganggap larangan ini sebagai “Tindakan diskriminatif,” terhadap Muslimah di Mesir, yang merupakan negara dengan 80 – 90 persennya adalah Muslim.

Larangan seperti ini bukanlah hal baru, karena resort dan restoran yang sering dikunjungi oleh orang asing, seperti di kota Sharm el Sheikh dan Hurghada telah lama menerapkan kebijakan menolak jilbab.

Laporan terakhir menunjukkan bahwa beberapa kolam renang, restoran hotel bintang 5, dan resor yang berada di pantai utara Mesir juga membatasi masuknya perempuan berjilbab untuk layanan mereka. (sm/islampos/internasnews)

Jerman Kutuk Pembangunan Pemukiman Israel di Tepi Barat

Jerman dikabarkan telah mengkritik Israel untuk menyetujui pembangunan lebih dari seribu permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Palestine Information Center melaporkan pada hari Rabu (29/7/2015).

“Pembangunan pemukiman di wilayah pendudukan melanggar hukum internasional. Ini juga menghalangi upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian dan mengancam dasar dari solusi dua-negara,” kata Menteri Luar Negeri Jerman dalam sebuah pernyataan langka yang mengkritik sekutu dekat nya Israel.

Israel dilaporkan menyetujui pembangunan 1.065 unit rumah pekan lalu di wilayah-wilayah pendudukan.

Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan “keprihatinan” atas tindakan Israel dan mendesak pihak berwenang untuk menahan diri dari langkah sepihak yang bisa membahayakan upaya perdamaian.

“Justru sekarang kedua belah pihak segera dipanggil untuk membangun kepercayaan dan menahan diri dari tindakan sepihak dan provokatif. Kami memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menghambat peluang untuk memulai kembali perundingan perdamaian,” kata Menlu Jerman.

Pembicaraan damai antara negosiator Israel dan Palestina berhenti tahun lalu atas penolakan Israel membebaskan sekelompok tahanan Palestina, padahal Israel telah berjanji sebelumnya.

Tahun lalu di musim panas, Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 2.160 warga Palestina dan melukai 11.000 orang.
(ds/islampos/internasnews)

Darurat Palestina: 200 Lebih Yahudi Pindah Ke Daerah Pendudukan Zionis di Palestina

Lebih dari 200 imigran Yahudi asal Perancis dikabarkan tiba di bandara internasional Ben Gurion pada Selasa (29/07) dengan menggunakan pesawat jet pribadi, sebagai bagian dari syahwat mereka mendirikan negara Zionis Raya.

Nampak pemimpin Partai Buruh Zionis Israel, Shimon Peres, dan Ketua Badan Yahudi terlihat menyambut 200 imigran Yahudi Perancis yang baru saja tiba di bandara internasional Ben Gurion pada Selasa pagi.

Perlu diketahui bahwa pasca insiden penembakan di kantor majalah satir Charlie Hebdo dan sebuah supermarket milik warga Yahudi pada Januari lalu, pemerintah Zionis menyatakan mempermudah proses perpindahan kewarganegaraan bagi Yahudi Eropa yang ingin berimigrasi ke Palestina.

Sebelumnya di awal tahun 2015 Badan Yahudi menyatakan bahwa sepanjang tahun 2014 lalu sebanyak 7 ribu lebih Yahudi Perancis berimigrasi ke Israel, jumlah ini meningkat 2 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya mencapai 3293 Yahudi.
(Rassd/Ram/eramuslim/internasnews)

Pusaka Milik Kepala Suku Papua Berumur Ratusan Tahun Ternyata Al-Quran

Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan masih ada peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.

Di sebuah wilayah antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai, kebanyakan di wilayah itu muslimin, namun mereka tak ada lagi yang mengajarkan Islam hingga turun temurun, mereka muslim tapi tak tahu agama Islam.

Mereka sudah tidak kenal syahadat, mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi, padahal babi adalah santapan yang masyhur di Irian, mereka menganggap itu hukum adat, padahal itu hukum Islam, dan kepala suku mempunyai satu barang yang dikeramatkan, ia adalah sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun temurun yang dipegang oleh kepala suku dari generasi ke generasi, mereka tak tahu benda apa itu,

Ketika mulai banyak para nelayan muslimin yang datang, mereka minta sebidang tanah pada kepala suku untuk musholla, maka kepala suku mengizinkan, lalu mereka berkunjung kerumah kepala suku, dalam sambutan hangat itu kepala suku menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun dan diwariskan dari datuk datuknya.
 Ketika kotak itu dibuka, maka para nelayan Muslim pun kaget dan bertakbir, ternyata isinya adalah Alqur’an yang sudah sangat tua Subhanallah. Mereka ternyata sejak berabad abad sudah muslim, namun karena mungkin tak ada para dai dai pengganti, maka ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali, tinggallah pusaka yang diwasiati turun temurun itu yang ada pada mereka, ternyata ia adalah Kitabullah, Alqur’anulkarim.

Maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam, tak lama kabar sampai kepada Koramil dan kecamatan yang camat dan Danramil adalah Nasrani, mereka memanggil kepala suku itu dan mendampratnya habis habisan karena telah memberi sebidang tanah untuk muslimin membangun Musholla.

Kepala suku dipaksa untuk mengusir mereka dan kepala suku tetap pada pendiriannya, maka kepala suku itu ditelanjangi hingga hanya celana dalamnya yg disisakan, lalu ia disiksa dan dicambuki dengan kulit ikan pari, Ikan pari terkenal dengan kulitnya yang penuh duri tajam yang beracun, kepala suku tetap tidak mau merubah keputusannya, ia tetap ingin mempertahankan pusaka Alqur’an dan tak mau mencabut izin untuk pembangunan mushalla. Subhanallah.

Islam datang di manapun sebagai rahmat dan dibawa dengan damai. Beda dengan Kekristenan di Indonesia yang dibawa oleh para penjajah kolonialis.

*Dikutip dari catatan (alm) Habib Munzir Al-Musawa pimpinan Majelis Rasulullah “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat” pada 9 Oktober 2008.
(rz/majelisrasulullah/eramuslim)

Presiden GIDI Sulit Ditemui Wartawan Pasca Penetapan Dua Tersangka

Kordinator Departemen Bidang Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pusat, Pendeta Petrus Marbel menemui perwakilan Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Tolikara (TPF Komat Tolikara) beserta wartawan di Kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Selasa (27/07/2015).

Kunjungan TPF Komat Tolikara beserta wartawan tersebut dalam rangka untuk bertemu dengan Presiden GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo. Pasalnya, pasca penetapan 2 tersangka atas tragedi Tolikara, TPF Komat Tolikara beserta beberapa wartawan sulit menemui Presiden GIDI, saat masih berada di Tolikara.

Hal itu, dirasakan JITU selama menghimpun informasi di lapangan (Tolikara). Sejauh upaya yang telah dilakukan, sejak tiba di Tolikara dan kembali ke Sentani, Jayapura, bahkan hingga berita ini diturunkan, anggota JITU belum bisa bertemu langsung dengan Presiden GIDI untuk konfirmasi terkait dengan tragedi di Tolikara, Jum’at (17/07/2015) lalu.

Ketua Tim Pemulihan Pasca Bencana Sosial, Edy Rangek Tasak sebanyak dua kali menyampaikan bahwa ingin memediasi untuk mempertemukan TPF Komat Tolikara serta waratwan dengan Presiden GIDI maupun pengurus GIDI lainnya. Namun, semuanya gagal.

“Saya akan bantu untuk bisa bertemu dengan Presiden GIDI maupun para pengurus GIDI lainnya,” kata Edy saat melakukan pertemuan dengan TPF Komat Tolikara, Badan Amil Zakat dan sejumlah wartawan di Kantor Bupati Lama, Tolikara, belum lama ini.

Bahkan, Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo saat dikonfirmasi beberapa wartawan, menuturkan bahwa pasca penangkapan 2 tersangka atas tragedi Tolikara, baik Presiden GIDI maupun pengurus GIDI lainnya sedang tidak ada di Tolikara.

Sementara, Pendeta Petrus mengatakan jika Presiden GIDI belum bisa ditemui karena masih mempersiapkan segala sesuatu bersama tim kuasa hukum dan HAM GIDI Pusat terkait dengan panggilan Polda untuk pemeriksaan.

“Kalau besok bisa bertemu, tetapi kalau sekarang tidak bisa,” kata Petrus saat menemui wartawan dan TPF Komat Tolikara, di Kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Selasa (28/07/2015).

Pendeta Petrus menambahkan bahwa setelah usai pemeriksaan oleh pihak penyidik Polda, melalui Departemen Hukum dan HAM GIdI Pusat, Presiden GIDI akan menggelar konferensi pers bersama wartawan.

Dan sehari sebelumnya, pada Senin (27/07/2015), beberapa wartawan dan TPF Komat Tolikara sudah mendatangi kantor GIDI Pusat untuk menemui Presiden GIDI dan diterima salah satu pengurus GIDI.

“Mohon maaf, Bapak Presiden GIDI sampaikan kepada wartawan semua, bahwa hari kami ada tamu banyak. Jadi, besok mohon datang lagi ke sini,” kata pengurus GIDI yang tak mau menyebutkan namanya kepada wartawan, di depan kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Senin (27/07/2015).

Di waktu dan tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Patriage menyatakan bahwa Presiden GIDI pada Senin (27/07/2015), sejak pagi hingga sore belum datang ke Polda memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya atas tragedi Tolikara.

“Sudah sejak pagi ditunggu tidak datang. Bahkan mereka sulit ditemui pasca penetepan terhadap 2 tersangka,” kata Kombes Patriage kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (27/07/2015) siang. (Achmad Fazeri/JITU/islampos/internasnews)

Ini Tayangan ‘Gang Senggol’, Program Kristiani Berbalut Pakaian Muslim

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai program rohani Kristiani Gang Senggol Show yang disiarkan oleh MNCTV pada tanggal 18 Juli 2015 lalu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dan telah meresahkan masyarakat Muslim di Indonesia.

Komisioner KPI Pusat koordinator bidang pengawasan isi siaran, Agatha Lily mengakui bahwa KPI menerima kurang lebih 200 pengaduan masyarakat yang mengeluhkan acara Gang Senggol Show MNCTV dengan tema “Takut Mati” yang ditayangkan pada hari kedua lebaran Idul Fitri tersebut.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian yang kami lakukan program rohani Kristiani itu banyak menggunakan atribut Muslim sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan Umat Islam di Indonesia,” jelas Agatha Lily kepada Islampos.com,Selasa sore (28/7/2015).

Seperti diketahui, meski berlabel program rohani Kristiani, namun acara Gang Senggol Show dikemas dengan sangat berbeda pada pukul 1 malam tanggal 18 juli 2015 (sehari usai hari raya Idul Fitri) di mana busana para pemainnya menggunakan pakaian islami: yang laki-laki memakai baju koko, sedangkan para perempuan memakai kerudung, termasuk para penontonnya.

Dengan mengenakan pakaian yang sudah identik dengan busana Islam tersebut, mereka terlihat santai membahas tentang Isa al Masih sebagai Tuhan.

Tayangan dengan judul serupa juga telah di unggah lewat video di Youtube. Video itu diunggah pertama kali ke Youtube pada 25 Juli 2015.

Dalam tayangan Youtube tersebut, acara ini sudah dipotong dengan durasi 4 menit 19 detik. Pertama-tama, acaranya dibuka oleh seseorang yang memberikan sebuah pernyataan tentang kesaksiaannya terkait Isa al Masih.

“Saya sangat bersyukur sekali mempunyai Isa al Masih yang hidup, mempunyai Isa al Masih yang sangat luarbiasa sehingga bisa mengampuni saya dan Ia menyediakan tempat bagi saya,” kata seseorang yang disebut sebagai Dede Sutian.

Acara semakin berkembang saat salah seorang yang berperan sebagai Pak RT menanyakan kepada pemain lain tentang keyakinan mereka terhadap surga dan neraka.

“Kalian yakin tidak jika setelah mati bisa masuk surga?,” kata RT kepada ke empat pemain lainnya.
Setelah menanyakan jawaban kepada empat pemain yang lainnya, seseorang yang berperan sebagai Pak RT tersebut menjawab pertanyaannya sendiri.

“Kalau Pak RT yakin jika setelah mati bisa masuk surga, ”tandasnya.

Salah seorang pemain wanita bertanya,” Pak RT yakin banget jika akan masuk surga, emang ada yang jamin?”

“Ada, Isa al Masih. Jika kita mengakui Isa al Masih sebagai Tuhan maka ia akan memberikan kehidupan yang kekal,” kata Pak RT.

Kejanggalan semakin berkembang, saat Pak RT menyampaikan pesan ke penonton acara Gang Senggol Show tersebut.

“Bagi pemirsa di rumah yang lagi galau dan sedang bingung, apakah bisa masuk surga atau neraka, maka silahkan hubungi kami melalui Posko Curhat 24 Jam,” bebernya.

“Kami akan menolong dengan memberikan jawaban yang pasti kepada penonton yang ada di rumah,” tambahnya.

Lalu para pemain lainnya menambahkan bahwa jika tidak dapat menghubungi ‘Posko Curhat 24 Jam’ lewat telepon, maka bisa unbertanya terkait hal diatas melalui sms dan facebook.

Kejanggalan acara tersebut ditutup dengan semua pemain Gang Senggol Show bersalam-salaman dengan para penonton yang ada di studio tersebut.

Anehnya, sebagian penonton tersebut ada yang memakai peci, kerudung, dan berpakaian islami tapi mereka hanya diam saat para pemain Gang Senggol Show memberikan sebuah ceramah rohani agama Kristen kepada mereka.
(iwm/islampos/internasnews)

KPI: Tayangan ‘Gang Senggol’ di MNCTV Langgar P3SPS dan Singgung Umat Islam

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai program rohani Kristiani Gang Senggol Show yang disiarkan oleh MNCTV pada tanggal 18 Juli 2015 lalu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dan telah meresahkan masyarakat Muslim di Indonesia.

Komisioner KPI Pusat koordinator bidang pengawasan isi siaran, Agatha Lily mengakui bahwa KPI menerima kurang lebih 200 pengaduan masyarakat yang mengeluhkan acara Gang Senggol Show MNCTV dengan tema “Takut Mati” yang ditayangkan pada hari kedua lebaran Idul Fitri tersebut.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian yang kami lakukan program rohani Kristiani itu banyak menggunakan atribut Muslim sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan Umat Islam di Indonesia,” jelas Agatha Lily kepada Islampos.com,Selasa sore (28/7/2015).

“Disamping itu program itu berpotensi menyesatkan dan membingungkan masyarakat yang menonton terlebih tayang di moment Idul Fitri di mana umat Muslim sedang merayakan hari kemenangan,” lanjut komisioner KPI termuda ini.

KPI sendiri memandang program rohani Kristiani Gang Senggol Show dengan tema “Takut Mati” telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) pasal 6 dan 9 yakni melanggar penghormatan nilai-nilai agama dan norma kesopanan.

Menurut perempuan yang akrab disapa Lily ini, Segala hal yang terkait tayangan keagamaan wajib dihormati dan disajikan secara

hati-hati agar tidak menimbulkan ketersinggungan pihak-pihak tertentu.

“Pada tanggal 27 Juli kemarin kami telah menggelar rapat pleno terkait tayangan Gang Senggol Show dan pada hari ini Selasa 28 Juli pada pukul 14, kami telah menjatuhkan sanksi teguran keras Kepada MNCTV agar mereka segera melakukan evaluasi internal dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Lily.

Pihak MNCTV sendiri menurut Lily menerima sanksi tersebut dan berjanji akan segera melakukan perbaikan. “Kami pun minta MNCTV membuat permintaan maaf kepada seluruh Umat Muslim di Indonesia atas program Gang Senggol Show yang telah menimbulkan ketersinggungan,” pungkas Lily.
(fq/islampos/internasnews)

Singapura Tangkap Seorang Pria yang Coba Gabung dengan IS

Departemen Singapura mengatakan pada hari Rabu (29/07/2015) bahwa pihaknya telah menangkap seorang pria berusia 51 tahun terkait ‘self-radikal’. Pria ini mencoba untuk bergabung dengan Negara Islam (IS) di Suriah, di bawah hukum keamanan internal yang memungkinkan penahanan tanpa pengadilan selama dua tahun, Reuters melaporkan.

Mustafa bin Sultan Ali ditangkap pada bulan Juni setelah dideportasi dari Turki, di mana ia berencana untuk menyeberang ke Suriah.

Penangkapannya datang atas keprihatinan yang tumbuh di negara-negara di seluruh dunia tentang orang-orang yang bergabung dengan IS.

Menurut MHA bahwa Mustafa mencoba pergi ke Suriah untuk berpartisipasi bersama Negara Islam. Dia juga mengatakan dirinya siap untuk melakukan serangan yang diarahkan terhadap pendirian Barat di Singapura.

Menurut MHA pada bulan Mei bahwa Singapura menahan dua remaja ‘self-radikal’, di mana salah satunya ingin bergabung dengan militan IS, di bawah Internal Security Act.
(ry/islampos/internasnews)

Raja Saudi Dukung Aksi Militer Turki Terhadap ISIS dan Milisi Kurdi

Raja Arab Saudi Salman menyatakan dukungannya bagi Turki setelah negara itu melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS di Suriah dan gerilyawan Kurdi di Irak, media pemerintah melaporkan Selasa kemarin (28/7/2015).

Sebelumnya Salman mengatakan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin lalu bahwa ia mendukung hak Turki untuk membela diri, kata laporan Saudi Press Agency seperti dikutip AFP.

Erdogan telah menelepon Salman untuk meminta dukungan terkait serangan udara Turki pekan lalu setelah pemboman mematikan terjadi di Turki yang dilakukan ISIS serta pembunuhan polisi oleh militan Kurdi.

Raja Salam mengutuk serangan di Turki dan mengatakan ia mendukung hak Turki untuk mempertahankan diri dan melindungi warganya dari tindakan teroris yang menimbulkan ancaman bagi keamanan kawasan dan dunia, lapor SPA.

Arab Saudi sendiri merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS yang telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Suriah sejak September lalu.

Turki dan Arab Saudi memiliki hubungan yang memanas sejak 2013 saat Riyadh mendukung penggulingan presiden Islamis Muhammad Mursi dukungan Ankara oleh militer Mesir.
(fq/islampos/internasnews)

Obama ‘Paksa’ Negara Afrika Terapkan Demokrasi

Mengakhiri kunjungan lima harinya ke Afrika, Presiden AS Barack Obama Selasa kemarin (28/7/2015) berbicara di Addis Ababa, di mana ia mendesak negara-negara Afrika untuk mendemokratisasikan diri, menghormati hak asasi manusia dan menjamin para pemimpin benua Afrika mematuhi batas masa jabatan presiden.

Obama menyampaikan hal itu pada saat berpidato di depan diplomat, investor, akademisi dan perwakilan masyarakat sipil Afrika di markas Uni Afrika yang terletak di ibukota Ethiopia, lapor Anadolu Agency.
Obama juga memuji jalannya pembangunan Afrika baru-baru ini, tetapi menegaskan: “Kemajuan juga tergantung pada demokrasi.”

“Kita semua tahu apa bahan demokrasi,” ujarnya, menekankan perlunya Afrika untuk melakukan lebih dari sekedar menyelenggarakan pemilu.

“Demokrasi bukan hanya sekedar pemilu. Ketika wartawan dibatasi haknya, maka Anda mungkin memiliki demokrasi hanya sekedar nama tanpa substansi.”

Demokrasi, presiden AS menambahkan, adalah mengambil akar di berbagai negara di Afrika – ia mengutip Ghana, Nigeria, Afrika Selatan dan Namibia – tetapi masih tetap di luar jangkauan banyak orang di benua itu.

Dia juga mendesak para pemimpin Afrika untuk mematuhi konstitusi nasional mereka dan menahan diri untuk memperpanjang jabatan mereka – merujuk ke peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Burundi.
(fq/islampos/internasnews)

Saif Anak Qaddafi dan 7 Orang Lainnya Ditetapkan Hukuman Mati

Sebuah Pengadilan Libya menetapkan hukuman mati pada anak Muammar Qaddaf yang paling menonjol, Saif Al-Islam, dengan tuduhan melakukan kejahatan perang dan tindakan menghancurkan protes damai selama revolusi yang mengakhiri kekuasaan ayahnya di tahun 2011. Demikian dilansir dalam Arab News pada Selasa (28/7/15).

Pengadilan juga menjatuhi hukuman mati kepada tujuh regu penembak, mantan pejabat rezim Qaddafi termasuk mantan kepala intelijen Abdullah Al-Senussi dan mantan perdana menteri Baghdadi Al-Mahmoudi.

“Tujuh regu penembak, termasuk didalamnya mantan pejabat rezim Qaddafi, kepala intelijen Abdullah Al-Senussi dan mantan perdana menteri Baghdadi Al-Mahmoudi telah dijatuhkan hukuman mati,” kata Sadiq Al-Sur kepala penyelidik di Kantor Kejaksaan negara Tripoli.

Delapan mantan pejabat lainnya menerima hukuman seumur hidup dan tujuh orang diberi hukuman 12 tahun penjara. Sementara empat orang dibebaskan kecuali Seif Al-Islam masih ditahan di peradilan.

Putusan pada Al-Islam disahkan di Absentia, Tripoli karena ia telah ditahan selama empat tahun oleh mantan kelompok pemberontak di wilayah Zintan di luar kendali pemerintah pusat.
(iwm/islampos/internasnews)

Lakukan Penembakan terhadap Imam Masjid Dearborn, FBI Tetap Dinyatakan Tidak Bersalah

Lebih dari lima tahun sudah insiden tembak mati yang dilakukan FBI kepada pemimpin Muslim di Dearborn Imam Luqman Ameen Abdullah. Namun sejauh itu tak ada tanda-tanda bahwa pelaku penembakan akan digiring ke pengadilan.

Keluarga Imam Luqman Ameen Abdullah masih mencoba untuk mencari tahu siapa yang berada di balik ini, tapi daftar nama FBI yang melakukan operasi kala itu tidak diberitahukan, mencerminkan adanya hal yang ditutup-tutupi oleh pemerintah federal. Sekarang keluarga meminta Mahkamah Agung AS untuk mengusut kasusnya, demikian World Bulletin, Selasa (28/7/2015).

Pendukung dan aktivis hak-hak sipil melihat kematian Abdullah sebagai tindakan berlebihan dalam operasi anti-teroris. FBI, pada kenyataanya mendukung agennya, mengatakan itu adalah tindakan yang tepat.

Menurut laporan resmi, yang disajikan oleh FBI, Abdullah berusia 53-tahun melepaskan tembakan pertama melawan anjing FBI dan empat agen. Kemudian 20 peluru menghantam tubuh dan membunuh imam dari masjid Detroit ini. Tiga investigasi yang dilakukan oleh Polisi Dearborn, Jaksa Agung Michigan Mike Cox dan US Dept of Justice, membawa kasus ini pada kemenangan FBI.  FBI dinyatakan tidak melanggar hukum dalam penembakan.

Pengacara Abdullah mengklaim bahwa FBI memanipulasi bukti. Mereka mengatakan Abdullah tidak pernah punya pistol.

Namun Hakim Pengadilan Distrik AS Lawrence Paul Zatkoff dan Pengadilan Banding AS di Ohio memutuskan bahwa FBI tidak menyembunyikan apa yang terjadi.

Setiap permintaan untuk sidang penuh ditolak oleh pengadilan. Sebagai tanggapan, Abdullah mengajukan permohonan pada tanggal 9 Juli lalu kepada Mahkamah Agung AS, meminta pengadilan tinggi untuk mempertimbangkan kasus mereka.
(ds/islampos/internasnews)

Milisi Kurdi Rebut Kota yang Dikuasai ISIS di Suriah Utara

Milisi YPG Kurdi Senin kemarin (27/7/2015) merebut sebuah kota dari pejuang ISIS di Suriah utara setelah melakukan serangan selama sebulan terhadap kelompok tersebut dalam upaya memotong jalur pasokan mereka, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

Observatorium itu mengatakan Sarrin, dekat Sungai Efrat, menjadi basis bagi ISIS untuk melancarkan serangan di kota Kobani dekat perbatasan dengan Turki yang sekarang dikuasai Kurdi, demikian dilaporkan Reuters.

Dalam serangan itu, milisi YPG Kurdi dibantu oleh serangan udara AS, kata direktur Observatorium Rami Abdulrahman.

YPG, didukung oleh kelompok kecil pejuang Suriah, telah membuat keuntungan yang signifikan terhadap ISIS di provinsi Raqqah, dengan merebut Tel Abyad di perbatasan Turki pada 15 Juni sebelum bergerak maju ke selatan dan menangkap kota Ain Issa, dari ISIS.
(fq/islampos/internasnews)

Tuesday, July 28, 2015

Seperti GIDI, Tentara Zionis-Israel Juga Tembaki Orang Sholat dan Rusak Masjid

Aksi teroris yang dilakukan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) terhadap Muslim Tolikara yang tengah sholat ied dan menghancurkan Masjid Baitul Muttaqin, ternyata meneladani sikap serupa yang ditunjukkan militer Zionis-Israel terhadap warga Palestina yang sedang sholat dan juga merusak Masjid Al-Aqsha kemarin.

Zionis-Israel adalah “bangsa terpilih” dalam kacamata GIDI, jadi apa pun perbuatannya harus diteladani, termasuk menyerang jamaah sholat dan merusak serta menghancurkan masjid.

Selain menyerang dan menembaki para jamaah yang sedang melakukan sholat di Masjid Al Aqsa. Militer zionis Israel secara bengis juga menghancurkan properti didalam bangunan dalam Masjid Al Aqsa. Tampak sejumlah material bangunan seperti rak-rak buku, kanopi, serta beberapa peralatan sound sistem hancur berserakan.

Entah apa yang ada di dalam otak para tentara tersebut sehingga peralatan masjid juga ikut dihancurkan. Hingga berita ini ditulis, oleh Abdillah Onim, kondisi di Masjid Al-aqsa masih ricuh dan bentrok.

“Doakan Masjid Alaqsa Almubarok kiblat pertama Umat Islam Dunia, tempat suci dan tempat ibadah bagi umat Islam dunia kini dinodai oleh Zionis Israel. Laknatullah alaikum Yahudi!” demikian tutup Abdillah Onim.
(rz/eramuslim/internasnews)

Kapolri Berdalih Minta Dilatih Kopassus Untuk Mengejar Teroris, Tapi GIDI Didapan Mata Dibiarkan

Kapolri jenderal Polisi Badrotin Haiti berdalih jika permintaan Polri agar Kopassus bisa melatih Brimob diperlukan agar Brimob Polri bisa lebih sigap dalam mengejar teroris di area hutan dan pegunungan.

“Kami dalam penegakan hukum pengejaran terhadap Santoso (teroris Poso, red) yang ada di gunung dan hutan. Karena itu kami perlu peningkatan tertentu saja,” ujar Badrodin di kompleks Istana, Jakarta (27/7).

Anehnya, POlri hanya menyebut teroris terhadap orang-orang Islam tapi terhadap pelaku aksi teror di Tolikara yang terang-terangan dilakukan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang dibackup Zionis-Israel, polisi sama sekali tidak menyebut teroris dan malah membiarkan para teroris GIDI tersebut masih keluyuran hingga sekarang.

Permintaan Kapolri ini ditolak mentah-mentah oleh TNI, karena Polri punya asas dan tugas yang berbeda dengan tentara.
(rz/eramuslim/internasnews)