Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai program rohani Kristiani
Gang Senggol Show yang disiarkan oleh
MNCTV pada
tanggal 18 Juli 2015 lalu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran
dan Standar Program Siaran (P3SPS) dan telah meresahkan masyarakat
Muslim di Indonesia.
Komisioner KPI Pusat koordinator bidang pengawasan isi siaran, Agatha
Lily mengakui bahwa KPI menerima kurang lebih 200 pengaduan masyarakat
yang mengeluhkan acara
Gang Senggol Show MNCTV dengan tema “Takut Mati” yang ditayangkan pada hari kedua lebaran Idul Fitri tersebut.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian yang kami lakukan program
rohani Kristiani itu banyak menggunakan atribut Muslim sehingga
menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan Umat Islam di
Indonesia,” jelas Agatha Lily kepada
Islampos.com,Selasa sore (28/7/2015).
Seperti diketahui, meski berlabel program rohani Kristiani, namun acara
Gang Senggol Show
dikemas dengan sangat berbeda pada pukul 1 malam tanggal 18 juli 2015
(sehari usai hari raya Idul Fitri) di mana busana para pemainnya
menggunakan pakaian islami: yang laki-laki memakai baju koko, sedangkan
para perempuan memakai kerudung, termasuk para penontonnya.
Dengan mengenakan pakaian yang sudah identik dengan busana Islam
tersebut, mereka terlihat santai membahas tentang Isa al Masih sebagai
Tuhan.
Tayangan dengan judul serupa juga telah di unggah lewat video di
Youtube. Video itu diunggah pertama kali ke Youtube pada 25 Juli 2015.
Dalam tayangan Youtube tersebut, acara ini sudah dipotong dengan
durasi 4 menit 19 detik. Pertama-tama, acaranya dibuka oleh seseorang
yang memberikan sebuah pernyataan tentang kesaksiaannya terkait Isa al
Masih.
“Saya sangat bersyukur sekali mempunyai Isa al Masih yang hidup,
mempunyai Isa al Masih yang sangat luarbiasa sehingga bisa mengampuni
saya dan Ia menyediakan tempat bagi saya,” kata seseorang yang disebut
sebagai Dede Sutian.
Acara semakin berkembang saat salah seorang yang berperan sebagai Pak
RT menanyakan kepada pemain lain tentang keyakinan mereka terhadap
surga dan neraka.
“Kalian yakin tidak jika setelah mati bisa masuk surga?,” kata RT kepada ke empat pemain lainnya.
Setelah menanyakan jawaban kepada empat pemain yang lainnya,
seseorang yang berperan sebagai Pak RT tersebut menjawab pertanyaannya
sendiri.
“Kalau Pak RT yakin jika setelah mati bisa masuk surga, ”tandasnya.
Salah seorang pemain wanita bertanya,” Pak RT yakin banget jika akan masuk surga, emang ada yang jamin?”
“Ada, Isa al Masih. Jika kita mengakui Isa al Masih sebagai Tuhan maka ia akan memberikan kehidupan yang kekal,” kata Pak RT.
Kejanggalan semakin berkembang, saat Pak RT menyampaikan pesan ke penonton acara Gang Senggol Show tersebut.
“Bagi pemirsa di rumah yang lagi galau dan sedang bingung, apakah
bisa masuk surga atau neraka, maka silahkan hubungi kami melalui Posko
Curhat 24 Jam,” bebernya.
“Kami akan menolong dengan memberikan jawaban yang pasti kepada penonton yang ada di rumah,” tambahnya.
Lalu para pemain lainnya menambahkan bahwa jika tidak dapat
menghubungi ‘Posko Curhat 24 Jam’ lewat telepon, maka bisa unbertanya
terkait hal diatas melalui sms dan
facebook.
Kejanggalan acara tersebut ditutup dengan semua pemain Gang Senggol
Show bersalam-salaman dengan para penonton yang ada di studio tersebut.
Anehnya, sebagian penonton tersebut ada yang memakai peci, kerudung,
dan berpakaian islami tapi mereka hanya diam saat para pemain Gang
Senggol Show memberikan sebuah ceramah rohani agama Kristen kepada
mereka.
(iwm/
islampos/internasnews)