Thursday, July 30, 2015

Singapura dan Indonesia Tingkatkan Kerjasama Lawan ISIS

Singapura dan Indonesia pada hari Selasa sepakat untuk meningkatkan kerjasama melawan Negara Islam (IS) di tengah kekhawatiran para gerilyawan yang kembali dari Timur Tengah dan dapat menyusun serangan di Asia Tenggara. Demikian dilansir Brunei Times, pada Rabu (29/07/2015).

“Kami berdua khawatir tentang ISIS dan kami berdua memiliki warga negara dari negara kami yang terlibat dalam kegiatan teroris termasuk di Timur Tengah,” kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong setelah pembicaraan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Tak lama setelah pertemuan tersebut, Singapura mengungkapkan bahwa seorang Muslim lokal berusia 51 tahun, Mustafa Sultan Ali, dideportasi oleh Turki pada bulan Juni setelah mencoba untuk bergabung IS—juga dikenal sebagai ISIS—dengan menyeberang ke Suriah.

Joko Widodo mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat bahwa kami akan berbagi informasi dan hal-hal lain yang terkait dengan terorisme dan ISIS, karena kita tahu bahwa ini adalah ancaman bagi hampir di semua negara.

Indonesia khawatir, 500 warganya telah terpikat ke Timur Tengah oleh IS.

Singapura yang didominasi etnis China, dengan 13,3 persen dari populasi dari minoritas Muslim Melayu. (ry/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment