Utusan PBB: Kehancuran Akibat Konflik di Suriah Mengerikan

Seorang tokoh senior PBB mengatakan dirinya “ngeri” dengan apa yang dia sebut sebagai tindakan tidak menghormati kehidupan warga sipil di dalam konflik Suriah, demikian dilaporkan Worldbulletin.

Habib Rizieq: Remaja Tak Tahu PKI Sejak Film G30S PKI Berhenti Diputar

Jika Presiden Jokowi meminta maaf kepada PKI, maka sama saja menyalahkan TNI dan ulama. Termasuk menyalahkan NU dan Muhammadiyah. Jokowi jangan coba-coba memberikan kesempatan kepada orang-orang PKI dan simpatisannya dalam kekuasaan.

Kain Sepanjang 3 KM Bertulis Kalimat Tauhid Membentang dari Bunderan HI ke Senayan

Sekira 80.000 massa dari berbagai ormas Islam se-Indonesia menggelar aksi Parade Tauhid Indonesia di area Car Free Day, Jakarta Pusat mulai pukul 08.00 WIB. Dengan mengambil rute Senayan-Bunderan HI-Senayan, parade ini ditujukan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan RI ke-70.

Bule Cantik Asal Inggris Masuk Islam Saat Menikah dengan Bayu

Jennifer bule cantik asal Inggris menikah dengan Bayu Kumbara alias Paik (27) memakai adat Minang. Jennifer tampak cantik memakai pakaian adat Padang. Pernikahan keduanya meriah di kediaman Paik di Lapai, Padang.

Rusia Kirim 6 Pesawat MiG-31 untuk Bantu Suriah Lawan Pejuang

Rusia memberikan enam pesawat tempur Mikoyan MiG-31 untuk Suriah dalam upaya membantu negara Arab itu melawan pejuang oposisi, sebuah laporan mengatakan.

Masya Allah! Setahun Terkubur, Jasad Mujahid Palestina Ini Masih Utuh

Sebuah tanda kebesaran Allah dan keutamaan mati syahid kembali ditemukan di Kota Gaza, baru-baru ini. Para pekerja bangunan menemukan jasad seorang mujahid dari Batalion Izzuddin Al Qassam di bawah reruntuhan gedung yang hancur akibat agresi Israel setahun lalu. Anehnya, jasad mujahid tersebut masih utuh.

Siapa Dr. Zakir Naik Sebenarnya?

Siapa yang tidak kenal Dr. Zakir Naik? Seorang ulama India, penulis dan perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia.

Inilah Alasan Nabi Melarang Kencing Berdiri

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas ini pun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.

Konspirasi GIDI, OPM dan Salibis-Zionis Dalam Makar Terhadap NKRI

Organisasi Papua Medeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Showing posts with label Konspirasi. Show all posts
Showing posts with label Konspirasi. Show all posts

Friday, July 24, 2015

Konspirasi GIDI, OPM dan Salibis-Zionis Dalam Makar Terhadap NKRI

Organisasi Papua Medeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai  Irian Jaya , dan untuk memisahkan diri dari  Indonesia . OPM mencapai puncaknya dalam organisasi dan manajemen (dalam istilah modern) karena OPM telah memiliki struktur eksekutif dengan adanya Presiden Pemerintahan Sementara Papua dan  kelembagaan legislatif (senat). OPM juga memiiki Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sebagai sayap militer OPM. TPNPB dibentuk pada 26 Maret 1973, setelah Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat tanggal 1 Juli 1971 di Markas Victoria. Pembentukan TPNPB berdasarkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat yang ditetapkan pada tahun1971 pada Bab V bagian Pertahanan dan Keamanan. OPM juga membentuk Kongres Rakyat Papua tanggal 29 Mei – 4 Juni 2000 intinya menggugat penyatuan (integrasi) dalam wilayah NKRI.

OPM juga telah mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS), melalui Kongres AS pada tahun 2005, telah dibuat Rancangan Undang-Undang 2601 yang memuat masalah Papua. Undang-Undang tersebut telah disetujui secara mayoritas dalam sidang Kongres AS. Pada Section 1115 disebutkan adanya kewajiban Menlu AS untuk melaporkan kepada Kongres tentang efektifitas Otonomi Khusus Papua dan keabsahan penentuan pendapat rakyat Papua (Pepera) tahun 1969. Terdapat juga klausul yang mengharuskan Menlu AS melaporkan kepada Kongres terkait dengan pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua.

OPM sangat gencar dalam manuver internasionalnya, melalui Free West Papua Campaign tanggal 28 April 2013, Kantor Perwakilan OPM di Oxford Inggris secara resmi telah dibuka. Ini mengindikasikan OPM telah membentuk Kantor Perwakilan Diplomatik sebagaimana negara yang telah berdaulat dan mendapat pengakuan resmi negara lain atas kedaulatannya. Dua bulan setelah peresmian Kantor Perwakilan OPM di Oxford, kelompok Jhon Otto Ondewame Cs melalui organisasi West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) telah diundang ke KTT ke-19 Forum Negara-Negara Rumpun Melanesia (Melanesian Spearhead Group/MSG) di Noumea, New Caledonia. Tindak lanjut dari dari KTT MSG itu, mereka memantau perkembangan HAM di Papua. Perwakilan OPM di luar negeri ini akan menjadi cikal bakal perwakilan diplomatik (Duta Besar) negara Papua. Selain itu, OPM juga menginduk kepada Unrepresented Nations and People Organization (UNPO) yang bermarkas di Belanda, selain termasuk pula Fretilin, GAM, dan RMS. UNPO sebagai wadah koordinasi tingkat internasional tersebut menunjukkan gerakan separatis dan makar di Indonesia tidaklah berdiri sendiri, melainkan ada pengaruh asing.

Sejak awal diketahui bahwa OPM telah menempuh jalur dialog diplomatik, melakukan upacara pengibaran  bendera Bintang Kejora . Pendukung OPM secara rutin menampilkan bendera Bintang Kejora dan simbol lain dari kesatuan Papua, seperti lagu kebangsaan ” Hai Tanahku Papua ” dan lambang negara. OPM dalam banyak kasus sering melakukan aksi militan sebagai bagian penciptaan konflik Papua. Semua konflik yang diciptakan adalah dalam rangka mencari dan mendapatkan dukungan internasional. Tidak terkecuali kasus Tolikara akan dimanfaatkan sebagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamaanan dengan tuduhan melakukan penembakan kepada rakyat Papua. Skenario konflik di Papua memang telah menjadi strategi perjuangan OPM. Kemudian isu HAM menjadi “jualan politik” AS dalam mendukung kemerdekaan Papua. Melalui skenario ini Washington akan memiliki dalih untuk mengintervensi penyelesaian konflik di Papua, sebagaimana kasus Timor-Timur. Apa yang dirumuskan dalam Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua akan menjadi “pintu masuk” Washington untuk menekan pemerintah RI dari aspek HAM dan kemudian menekan agar dilakukannya referendum pemisahan Papua dari NKRI.

Dalam kasus penyerangan terhadap umat Islam pada saat berlangsungnya shalat Idul Fitri di Tolikara Papua tidaklah terjadi tanpa suatu tujuan tertentu kaum separatis dan teroris salibis OPM. Tindakan itu juga merupakan bagian dari kertas kerja operasi intelejen asing dalam mendukung gerakan OPM untuk memisahkan diri dari NKRI. Dapat dikatakan bahwa telah ada konspirasi dalam bentuk  persekutuan, persengkokolan atau perkomplotan antara GIDI (Gereja Injili di Indonesia), OPM dan pihak asing dalam tujuan memisahkan Papua dari NKRI. GIDI telah menempatkan dirinya sebagai negara dalam negara yang mengatur pelarangan ibadah melalui Surat Pelarangan yang sangat kontroversial dan cenderung melakukan penghinaan terhadap Islam.

Oleh karena itu, pihak GIDI yakni Pdt. Nayus Wenda dan Pdt. Marthen Jingga harus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan guna pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana Laporan Polisi kami dari Tim Advokasi Muslim untuk Tolikara Papua kepada Bareskrim Mabes Polri Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM tanggal 20 Juli 2015. Keduanya telah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi sesuatu pertemuan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 KUHPidana.
Kami, Tim Advokasi Muslim untuk Tolikara Papua meyakini adanya konspirasi terselubung antara GIDI, OPM dan pihak-pihak asing dalam kasus Tolikara. Perlu kami tegaskan bahwa kasus Tolikara adalah hasil rekayasa konspirasi antara GIDI, OPM dan pihak asing terutama Israel dan AS. Dengan demikian, pihak aparat penegak hukum harus melakukan pemeriksaan lanjutan adanya keterlibatan OPM dalam kasus Tolikara.
Keterhubungan GIDI dengan Israel tidak diragukan lagi, afiliasi yang strategis telah diwujudkan dalam pelaksanaan Seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional. Diketahui di Jayapura dikenal gerakan Zion Kids, suatu gerakan yang kini berhasil menghimpun seperempat umat Kristen di Tanah Papua. Sebagian dari aktivis Papua Merdeka lebih banyak dari kaum Pendeta/Pastor. Kita ketahui bahwa Pdt. Nayus Wenda dan Marthen Jingga adalah petinggi GIDI wilayah Tolikara, mereka adalah agen Zionis Israel.

Dalam kubu aktivis Papua Merdeka, mereka yakin hanya Israel yang mampu mengibarkan Bintang Kejora di Papua Barat pada tahun 2010. Terkait dengan kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI, maka pengibaran bendera Israel adalah suatu bentuk gerakan Zion Kids yang menginduk kepada Israel. Oleh karena itu, Mossad melalui beberapa pelayan Tuhan dari Yahudi sering datang ke Papua dalam bentuk KKR, jadi bukan hanya di wilayah Tolikara saja. Dapat dikatakan terdapat hubungan emosional antara Zionis Israel, AS, Inggris, Belanda di satu sisi dengan GIDI dan OPM dalam upaya memisahkan Papua dari NKRI.

Sekali lagi kami sebutkan bahwa GIDI telah menjelma sebagai negara dalam negara dengan bukti menghadirkan perwakilan dari Israel dalam seminar internasional tersebut, padahal telah jelas pemerintah RI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Menghadirkan perwakilan yang tidak memiliki hubungan diplomatik adalah tindakan yang sangat bertentangan dengan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Terlebih lagi pelaksanaannya dilakukan berbarengan dengan penetapan pemerintah bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah Hari Libur Nasional, dan pihak GIDI dengan sengaja dan berani melakukan pelarangan terhadap penyelenggaraan shalat Idul Fitri yang menjurus kepada aksi separatisme dan terorisme kepada umat Islam Tolikara. Penyerangan dilakukan bukan hanya kepada umat Islam, tetapi juga terhadap negara, mengingat tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri berada dalam kawasan instalasi militer, yakni lapangan Koramil 1702/WMS. Penyerangan tersebut dapat membangkitkan rasa militansi rakyat Papua yang terprovokasi oleh rekayasa konflik OPM agar semakin berani kepada TNI-Polri. Jika di dalam instalasi militer saja mereka berani melakukan penyerangan, bagaimana jika pelaksanaan ibadah di tempat lain.

Dapat disimpulkan bahwa pelarangan yang dikeluarkan oleh GIDI dan penyerangan pada instalasi militer termasuk perbuatan tindak pidana makar terhadap NKRI. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum harus mengungkap adanya konspirasi dalam upaya memecah-belah persatuan dan kesatuan NKRI. Tidaklah cukup dengan melakukan proses peradilan terhadap para pelaku yang terlibat. Ancaman nyata kelak dikemudian hari adalah disintegrasi bangsa, khususnya di daerah dimana kaum muslim minoritas.
(muslimdaily/internasnews)

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.
(Ketua Tim Advokasi Muslim Untuk Tolikara Papua)



*Penulis adalah juga Pengurus Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Pengkaji Ahli LKS Al-Maqashid Syariah, Konsultan Hukum dan Dosen.

Saturday, July 11, 2015

Pesan dan Symbol 666 dalam Serial Manga Naruto

Sekilas tentang manga Naruto

Naruto adalah manga dan anime karya Masashi Kishimoto. Manga Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius; dan petualangannya dalam mewujudkan keinginan untuk mendapatkan gelar Hokage, ninja terkuat di desanya.

Manga Naruto pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada tahun 1999 dalam edisi ke 43 majalah Shonen Jump. Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Popularitas dan panjang seri Naruto sendiri (terutama di Jepang) menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama ketika itu.

Tentang Masashi Kishimoto, Pencipta Manga Naruto

Masashi Kishimoto (岸本斉史 — Kishimoto Masashi; lahir di Prefektur Okayama, Jepang, 8 November 1974) adalah seorang mangaka Jepang. Masashi Kishimoto mulai mengembangkan bakatnya akan menggambar semenjak usia SD. Masashi Kishimoto menjadi mangaka terkenal semenjak karyanya, Naruto sukses besar baik di Jepang sendiri ataupun di negara-negara lain. Pada tahun 1999 Naruto pertama kali dipublikasikan di Shounen jump membuat Kishimoto menerima penghargaan hop step. Saudara kembar Masashi Kishimoto, Seishi Kishimoto juga merupakan seniman manga dengan karyanya yang terkenal 666 Satan.

AKATSUKI


Akatsuki adalah nama sebuah kelompok antagonis dalam serial manga dan anime Naruto. Akatsuki beranggotakan 10 orang kriminal kelas S yang ditakuti karena kekuatan dan tabiat mereka yang buruk. Tujuan Akatsuki ialah membangun sebuah desa yang sanggup menerima tugas apapun termasuk pembunuhan, penyerangan, penculikan, perang, dan tugas kotor lainnya.

Pelindung Kepala

Pelindung kepala yang dipakai anggota Akatsuki sedikit berbeda, dimana ada bekas goresan melintang di simbol desa mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi terikat dan terbebas dari desa asal mereka. Menunjukkan bahwa mereka memilih jalan untuk menjadi kafir. Sebagai contoh, Uchiha Itachi dari Leaf Village memakai simbol di dahinya dengan goresan vertikal yang menggores simbol tersebut.

Pelindung kepala Uchiha Itachi

Nabi Muhammad (SAW) yang diberkati berkata:
“… Diantara matanya, di dahinya tertulis kata kafir (tidak percaya). Dan setiap mukmin akan bisa membacanya.”

TOBI

Tobi Menjadi anggota Akatsuki sesudah kematian Sasori dan menjadi rekan Deidara. Tobi merupakan Madara Uchiha, salah satu pendiri Konoha. TOBI atau UCHIHA MADARA (nama sebenarnya) adalah pengasas sebuah klan yang bernama UCHIHA dan juga menumbuhkan organisasi AKATSUKI ini, seorang ninja yang telah hidup dari zaman dahulu dan dikatakan memiliki kehidupan kekal abadi. Dia juga buta pada mata kirinya dan DALANG di balik semua keburukan dengan memanipulasikan fikiran,pembohongan serta fitnahnya amat luar biasa dan orang yang membuka peperangan dunia ninja yang baru.

Tobi atau Madara Uchiha

Lagi-lagi, tokoh dalam manga Naruto ini mewakili sifat dari Dajjal, Antikristus sendiri
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: “Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata”

Hadist riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: “Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.”

Tobi memakai topeng aneh yang menutupi seluruh wajahnya, sehingga hanya mata kanannya saja yang terlihat, yang kemudian diketahui adalah Sharingan.

Jurus Mata Manga Naruto

Sharingan, Magekyo Sharingan, dan Fuumetsu Magekyo Sharingan adalah jurus-jurus yang mengandalkan mata untuk membunuh para musuhnya. Dan Fuumetsu Magekyo Sharingan memiliki kemiripan dengan mitos Horus, dewa MATAHARI, Mesir kuno:

Horus adalah salah satu Dewa kosmogoni dari Heliopolis (tempat kelahiran para Dewa) dalam penciptaan mitos dan legenda. Tuhan Horus, dipandang sebagai Tuhan Langit dan Matahari. Ayahnya bernama Osiris dan ibunya Isis, serta memiliki kakak bernama Seth. Legenda mengatakan bahwa Seth cemburu membunuh Osiris, ayah dari Horus dan Seth. Ketika Horus dibesarkan, ia bersumpah untuk membalas kematian ayahnya. Horus dan Seth melakukan beberapa kontes untuk menentukan siapa yang akan menduduki tahta Osiris. Dalam pertarungan, Horus terluka di mata kanannya. Tetapi Horus dapat membunuh Seth dan menduduki tahta Osiris.

Dan inilah yang dinamakan mata Sharingan. Bentuk dari mata Sharingan yang sebenarnya adalah desain mata Simbol 666 dengan pola melingkar.

Sebagai contoh Itachi Magekyo Sharingan

Mata Sharingan = Mata 666

Dan inilah mata Rinnegan, yang dikatakan Madara sebagai asal dari mata Sharingan Rikudo Sennin.

Mata Rinnegan = Dajjal Mata Satu

Mangekyo Sharingan yang berbeda yaitu Mangekyo Sharingan milik Uchiha Sasuke, tetapi bermakna sama. (islampos/bdi)

Thursday, July 9, 2015

R.A. Kartini dan Para Yahudi Belanda

Surat-surat Kartini yang kental dengan doktrin pluralisme agama, okultisme, dan humanisme ala Theosofi banyak ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang berdarah Yahudi. Siapa saja mereka?

Oleh: Artawijaya

Lewat sebuah iklan di Majalah De Hollandse Lelie, sebuah majalah wanita yang terkenal pada saat itu dan terbit di Belanda, Raden Ajeng Kartini (1879-1904) berkenalan dengan Estella H Zeehandelaar, seorang perempuan Yahudi pejuang feminisme radikal yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Estella- atau yang disebut oleh Kartini dalam surat-suratnya dengan Stella, adalah anak seorang dokter dari keluarga Yahudi. Stella dikenal sebagai pegiat feminisme, sosialisme, aktivis penyayang binatang, dan seorang vegetarian layaknya penganut Theosofi yang cukup berpengaruh saat itu. Stella juga aktif sebagai anggota Social Democratische Arbeiders Partij (SDAP), partai pengusung sosialis-demokrat di negeri Belanda yang ketika itu memperjuangkan sosialisme dan humanisme, termasuk ide-ide tentang kesetaraan gender dan pluralisme.

Perkenalan Kartini dengan Stella berlangsung lewat korespondensi surat-menyurat. Surat pertama ditulis Kartini pada 25 Mei 1899, ketika usianya menginjak 20 tahun. Tak sulit bagi Kartini untuk menjalin hubungan dengan orang-orang Belanda, mengingat sebagai anak priyai Jawa, ia mempunyai akses yang mudah untuk melakukan itu. Teman-temannya semasa di Europese Lagere School (ELS) kebanyakan adalah anak-anak Eropa, khususnya Belanda. Paman dan saudara-saudaranya juga dekat dengan elit Belanda.

Surat menyurat Kartini dengan Stella banyak membicarakan mengenai kebatinan dan keyakinan agama. Dalam surat-suratnya, Stella juga banyak memperkenalkan Kartini dengan berbagai paham modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Mengenai persahabatannya dengan Kartini, Stella pernah menulis surat kepada Ny. Nellie van Koll, tertanggal 28 Juni 1902, yang mengatakan, ”Kartini dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan saya dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Meskipun demikian, kami mempunyai pemikiran yang sama tentang Tuhan…”

Dalam suratnya kepada H.H van Kol, anggota Freemason yang juga suami dari Nellie van Kol, tertanggal 10 Agustus 1902, Kartini juga mengatakan, ”Ia tidak seagama dengan kita, tetapi tidak mengapa. Tuhannya, Tuhan kita semua.” Sedangkan kepada Stella, dalam surat tertanggal 6 Nopember 1899, Kartini mengatakan, ”Ya Tuhanku, adakalnya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, sebenarnya yang harus mempersatukan semua hamba Allah…orang yang seibu sebapak berlawanan karena berlainan cara mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang berkasih-kasihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai berai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, berdirilah tembok yang membatasi hati yang berkasih-kasihan. Benarkah agama itu restu bagi manusia? Tanyaku kerap kali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati...”

Kumpulan surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar bisa dilihat dalam korespondensi Kartini periode 1899-1903, yang kemudian dikumpulkan oleh Dr. Joost Cote dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul, ”Aku Mau…Femininisme dan Nasionalisme: Surat-Surat Kartini Kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903”. Buku ini diterbitkan pada 1979 untuk mengenang seabad wafatnya Kartini.

Sosok lain yang menjadi sahabat Kartini adalah Nyonya Rosa Manuela Abendanon Mandri atau sering disingkat Ny. RM Abendanon Mandri. Perempuan berdarah Yahudi, kelahiran Puerto Rico ini adalah istri kedua dari Jacques Henri Abendanon, Direktur Kementerian Pengajaran, Ibadat, dan Kerajinan di Hindia Belanda. Ny. Abendanon disebut oleh Kartini sebagai orang satu-satunya yang banyak mengetahui kehidupan batinnya.Ny. Abendanon juga banyak mengirimkan buku-buku terutama tentang humanisme, diantaranya buku Karaktervorming der Vrouw (Pembentukan Akhlak Perempuan) karya Helena Mercier, Modern Maagden (Gadis Modern) karya Marcel Prevost, De Vrouwen an Socialisme (Wanita dan Sosialisme) karya August Bebel dan Berthold Meryan karya seorang sosialis bernama Cornelie Huygens. Kartini juga membaca buku De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.

Surat-surat Kartini dengan RM Abendanon kemudian diterbitkan pada 1911 oleh Kartini Fonds, sebuah lembaga yang dibentuk oleh seorang humanis yang juga terlibat dari Gerakan Politik Etis, Conrad Theodore van Daventer. Kumpulan surat tersebut kemudian diberi judul “Door Duisternis tot Licht”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sastrawan anggota Theosofi, Armijn Pane dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Majalah Tempo, 12 Oktober 1987, mengulas mengenai terbitnya buku yang berisi surat menyurat Kartini dengan Ny. RM Abendanon dan J.H Abendanon. Majalah Tempo menulis, tak semua surat-surat Kartini ditampilkan dalam buku tersebut. Stella, yang diduga memiliki sedikitnya 20 surat Kartini, hanya meminjamkan 14 pucuk. Annie Glaser, sosok yang disebut dalam surat Kartini, yang menceritakan spiritualisme gaib, bahkan sama sekali menolak meminjamkan surat-srat Kartini yang ada di tangannya untuk dipublikasikan.

Sejumlah surat lainnya, diterbitkan namun sudah diedit dan dipotong oleh Ny. Abendanon. Inilah yang menjadi pertanyaan sebagaimana diajukan oleh Dr.Th Sumarna dalam bukunya “Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini”, entah dengan alasan apa surat-surat Kartini yang berisi yang berisi pengalamannya dalam dunia okultislme dan mistisisme “disensor” oleh Abendanon? Keterangan mengenai kepercayaan Kartini terhadap okultisme hanya didapat dari surat-suratnya yang ditujukan kepada Stella dan keluarga Van Kol. Seperti diketahui, okultisme banyak diajarkan oleh jaringan Freemasonry dan Theosofi, sebagai bagian dari ritual perkumpulan mereka.

Cerita mengenai okultisme sempat disinggung oleh Kartini dalam suratnya, 15 Juli 1902. Kartini menulis, ”Mengenai spiritisme yang dianutnya (Tuan Van Kol, pen) dengan setia, sudah diceritakan Annie kepada Nyonya, bukan? Saya senang sekali bahwa diperkenalkan dengan kepercayaan itu, tidak untuk memanggil rohnya, tetapi mengenai indahnya kepercayaan itu. Ajaran itu mendamaikan kami banyak hal, yang tampaknya ketidakadilan berat dan memberikan hiburan, bahwa kegagalan kami sekarang dalah penebusan dosa dalam kehidupan sebelumnya…kami sungguh-sungguh tercengang. Tuan Van Kol mengatakan bahwa dia dan istrinya melalui spiritisme memperoleh banyak nasihat dari dunia arwah.”

Tuan dan Nyonya Abendanon adalah sahabat karib Snouck Hurgronje. Atas saran Snouck-lah, Tuan Abendanon, yang juga berdarah Yahudi, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan di Hindia Belanda, diminta untuk mendekati Kartini bersaudara.Snouck yang ketika itu menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda, meminta Abendanon agar menaruh perhatian lebih kepada Kartini. Tujuannya adalah, merekrut sebanyak mungkin anak-anak priayai agar tercapai proses asimiliasi antara kebudayaan Barat dan pribumi.

Kepada Ny. Abendanon, Kartini pernah menitip pesan agar menanyakan hal yang berkaitan dengan hukum Islam. Kartini menganggap Snouck sebagai orang yang paham Islam, padahal sesungguhnya seorang orientalis yang pura-pura mendalami Islam. Kartini menulis, ”Apabila bila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr Snouck Hurgronje, sudikah nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut:Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat? Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya. Bagaimana undang-undang agama mereka? Suatu hal yang bagus sekali, saya malu bahwa kami sendiri tidak tahu tentang hal itu…”

Nama-nama lain yang menjadi teman berkorespondensi Kartini adalah Tuan H.H Van Kol (anggota Freemason), Ny Nellie Van Kol, Ny M. C.E Ovink Soer, E.C Abendanon (anak J.H Abendanon), dan Dr N Adriani. Kepada Kartini, Ny Van Kol banyak mengajarkan tentang Bibel dan spiritualisme, sedangkan kepada Dr N Adriani, Kartini banyak mengeritik soal zending Kristen, meskipun dalam pandangan Kartini semua agama sama saja.

Ridwan Saidi dalam buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia memiliki cerita lain. Ridwan mengatakan, sebagai orang yang berasal dari keturunan priayi atau elit Jawa dan mempunyai bakat yang besar dalam pendidikan, maka Kartini menjadi bidikan kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga banyak digerakkan oleh orang-orang Belanda saat itu. Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-orang Belanda gagal mengajak Kartini berangkat studi ke negeri Belanda. Karena gagal, maka mereka menyusupkan ke dalam kehidupan Kartini seorang gadis kader Zionis bernama Josephine Hartseen.Hartseen, menurut Ridwan adalah nama keluarga Yahudi.

Tulisan ini bisa dibilang adalah pengantar bagi mereka yang ingin meneliti secara serius dan mendalam tentang bagaimana pemikiran dan paham keagaaman Kartini, dan sejauh mana para keturunan Yahudi tersebut mempengaruhi pemikirannya? Dalam buku ”Gerakan Theosofi di Nusantara”, penulis menyimpulkan bahwa corak pemikiran dan keagamaan Kartini sangat kental dengan muatan Theosofi. Itu tercermin dari surat-suratnya dan pertemanannya dengan para Yahudi Belanda. Namun, bisa saja data yang tak terungkap lebih banyak, mengingat surat-menyurat Kartini tak semuanya diterbitkan, dan sebagian entah kemana…

*Penulis buku ”Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010.