Kepala kemanusiaan PBB Stephen O’Brien menyatakan hal itu pada hari Senin kemarin (17/8/2015) setelah mengakhiri kunjungan tiga harinya ke Suriah.
“Saya telah melihat sendiri kehancuran mengejutkan yang ditimbulkan oleh konflik brutal di Suriah dan dampak dari konflik tersebut terhadap warga sipil. Sayangnya, konflik di Suriah terus meningkat,” jelas O’Brien yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat.
“Di Homs Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri penderitaan manusia yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Di Kota Tua itu, saya melihat kehancuran merata hampir di setiap rumah, di luar kehancuran kehidupan warga akibat perang.
“Di balik setiap jendela dari rumah yang hancur, kita harus ingat bahwa ada orang-orang di sini hidupnya telah hancur,” tandas O’Brien.
Setidaknya 100 orang – termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak – dilaporkan tewas dalam serangan udara di pasar Douma, timur laut dari Damaskus selama akhir pekan lalu.
“Serangan terhadap warga sipil merupakan tindakan melanggar hukum, tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan. Saya ngeri dengan tindakan yang tidak menghormati kehidupan warga sipil dalam konflik ini. Saya menyerukan kepada setiap pihak yang terlibat konflik berkepanjangan ini untuk melindungi warga sipil dan menghormati hukum kemanusiaan internasional,” O’Brien menambahkan.
(fq/islampos/internasnews)







