Utusan PBB: Kehancuran Akibat Konflik di Suriah Mengerikan

Seorang tokoh senior PBB mengatakan dirinya “ngeri” dengan apa yang dia sebut sebagai tindakan tidak menghormati kehidupan warga sipil di dalam konflik Suriah, demikian dilaporkan Worldbulletin.

Habib Rizieq: Remaja Tak Tahu PKI Sejak Film G30S PKI Berhenti Diputar

Jika Presiden Jokowi meminta maaf kepada PKI, maka sama saja menyalahkan TNI dan ulama. Termasuk menyalahkan NU dan Muhammadiyah. Jokowi jangan coba-coba memberikan kesempatan kepada orang-orang PKI dan simpatisannya dalam kekuasaan.

Kain Sepanjang 3 KM Bertulis Kalimat Tauhid Membentang dari Bunderan HI ke Senayan

Sekira 80.000 massa dari berbagai ormas Islam se-Indonesia menggelar aksi Parade Tauhid Indonesia di area Car Free Day, Jakarta Pusat mulai pukul 08.00 WIB. Dengan mengambil rute Senayan-Bunderan HI-Senayan, parade ini ditujukan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan RI ke-70.

Bule Cantik Asal Inggris Masuk Islam Saat Menikah dengan Bayu

Jennifer bule cantik asal Inggris menikah dengan Bayu Kumbara alias Paik (27) memakai adat Minang. Jennifer tampak cantik memakai pakaian adat Padang. Pernikahan keduanya meriah di kediaman Paik di Lapai, Padang.

Rusia Kirim 6 Pesawat MiG-31 untuk Bantu Suriah Lawan Pejuang

Rusia memberikan enam pesawat tempur Mikoyan MiG-31 untuk Suriah dalam upaya membantu negara Arab itu melawan pejuang oposisi, sebuah laporan mengatakan.

Masya Allah! Setahun Terkubur, Jasad Mujahid Palestina Ini Masih Utuh

Sebuah tanda kebesaran Allah dan keutamaan mati syahid kembali ditemukan di Kota Gaza, baru-baru ini. Para pekerja bangunan menemukan jasad seorang mujahid dari Batalion Izzuddin Al Qassam di bawah reruntuhan gedung yang hancur akibat agresi Israel setahun lalu. Anehnya, jasad mujahid tersebut masih utuh.

Siapa Dr. Zakir Naik Sebenarnya?

Siapa yang tidak kenal Dr. Zakir Naik? Seorang ulama India, penulis dan perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia.

Inilah Alasan Nabi Melarang Kencing Berdiri

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas ini pun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.

Konspirasi GIDI, OPM dan Salibis-Zionis Dalam Makar Terhadap NKRI

Organisasi Papua Medeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Monday, August 17, 2015

Utusan PBB: Kehancuran Akibat Konflik di Suriah Mengerikan

Seorang tokoh senior PBB mengatakan dirinya “ngeri” dengan apa yang dia sebut sebagai tindakan tidak menghormati kehidupan warga sipil di dalam konflik Suriah, demikian dilaporkan Worldbulletin.
 
Kepala kemanusiaan PBB Stephen O’Brien menyatakan hal itu pada hari Senin kemarin (17/8/2015) setelah mengakhiri kunjungan tiga harinya ke Suriah.

“Saya telah melihat sendiri kehancuran mengejutkan yang ditimbulkan oleh konflik brutal di Suriah dan dampak dari konflik tersebut terhadap warga sipil. Sayangnya, konflik di Suriah terus meningkat,” jelas O’Brien yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat.

“Di Homs Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri penderitaan manusia yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Di Kota Tua itu, saya melihat kehancuran merata hampir di setiap rumah, di luar kehancuran kehidupan warga akibat perang.

“Di balik setiap jendela dari rumah yang hancur, kita harus ingat bahwa ada orang-orang di sini hidupnya telah hancur,” tandas O’Brien.

Setidaknya 100 orang – termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak – dilaporkan tewas dalam serangan udara di pasar Douma, timur laut dari Damaskus selama akhir pekan lalu.

“Serangan terhadap warga sipil merupakan tindakan melanggar hukum, tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan. Saya ngeri dengan tindakan yang tidak menghormati kehidupan warga sipil dalam konflik ini. Saya menyerukan kepada setiap pihak yang terlibat konflik berkepanjangan ini untuk melindungi warga sipil dan menghormati hukum kemanusiaan internasional,” O’Brien menambahkan.

(fq/islampos/internasnews)

PBB Kecam Serangan Udara Rezim Assad di Pasar Douma Suriah

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengutuk keras serangan udara mematikan rezim Assad di sebuah Douma sebelah timur laut ibukota Damaskus, lapor Anadolu Agency.
 
Mistura mengatakan pemboman hari Ahad lalu di Douma merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dalam keadaan apapun.

“Pemboman pemerintah di Douma kemarin sangat menghancurkan. Serangan terhadap daerah sipil dengan bom udara, seperti bom vakum, telah dilarang di bawah hukum internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan hari Senin kemarin (17/8/2015).

“Serangan pemerintah terhadap pasar yang ramai, telah menewaskan hampir 100 warga sipil dan tindakan ini tidak dapat diterima dalam situasi apapun,” tegas Mistura.

Serangan hari Ahad terjadi setelah kelompok oposisi bersenjata memotong pasokan air pekan lalu di Damaskus, ia menambahkan.

“Akses Kemanusiaan harus diperbolehkan tanpa syarat dan pembunuhan harus segera berhenti,” tamah Mistura.

Secara terpisah di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengutuk keras serangan rezim Assad di pasar Douma.

“Serangan udara kemarin, menyusul pemboman pasar dan serangan terhadap fasilitas medis, menunjukkan ketidakpedulian rezim bagi kehidupan manusia,” kata juru bicara deplu AS John Kirby dalam sebuah pernyataan Senin kemarin.

(fq/islampos/internasnews)

Pasukan Keamanan Tangkap Komandan ISIS di Afghanistan Timur

Seorang komandan dari kelompok ISIS telah ditangkap dalam operasi sapu bersih yang dilakukan oleh pasukan keamanan Afghanistan di provinsi Afghanistan timur Nangarhar, lapor Press TV.
 
Intelijen Afghanistan, Direktorat Keamanan Nasional (NDS), mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin kemarin (17/8/2015) bahwa Hayatullah alias Mansour ditangkap selama penyergapan di daerah Torkham Provinsi Nangarhar yang terletak 220 kilometer (137 mil) sebelah timur ibukota Kabul.

Pernyataan itu menambahkan bahwa dua warga Pakistan, yang diidentifikasi sebagai Yasir alias Sikandar dan Bashir alias Abu Khalid Mohammadi, juga ditangkap bersama dengan petinggi ISIS tersebut.

Sebelumnya pada tanggal 11 Juli, pemimpin ISIS di Afghanistan dan negara tetangga Pakistan, yang diidentifikasi sebagai Hafiz Saeed Khan, tewas bersama dengan 30 gerilyawan ISIS lainnya selama serangan pesawat tak berawak AS di distrik Achin provinsi Nangarhar.

Saeed Khan, mantan orang kuat Taliban dan salah satu teroris yang paling dicari di dunia, telah berjanji setia kepada ISIS pada bulan Januari lalu.

Perkembangan itu terjadi hanya empat hari setelah Gul Zaman, orang nomor dua di kelompok ISIS Afghanistan, juga tewas bersama dengan wakilnya Jahanyar dan lima orang lainnya dalam serangan pesawat tak berawak di wilayah Afghanistan yang sama.

(fq/islampos/internasnews)

Rusia Kirim 6 Pesawat MiG-31 untuk Bantu Suriah Lawan Pejuang

Rusia memberikan enam pesawat tempur Mikoyan MiG-31 untuk Suriah dalam upaya membantu negara Arab itu melawan pejuang oposisi, sebuah laporan mengatakan.

Menurut laporan Ahad lalu di situs berita Turki berbahasa Inggris BGN News, Moskow mengirim pesawat pencegat supersonik ke Damaskus di bawah kontrak yang ditandantangi antara kedua belah pihak pada tahun 2007.

Lembaga Rusia untuk urusan ekspor dan impor produk pertahanan terkait, Rosoboronexport, menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal terkait laporan pemberian enam pesawat tempur tersebut.

Kontrak perjanjian kedua negara mewajibkan Moskow untuk memberikan dua pesawat tempur tambahan ke Suriah apabila kekerasan semakin meningkat, laporan tersebut menambahkan.

Situs berita Turki lebih lanjut mencatat bahwa pengiriman pesawar adalah bagian dari rencana Rusia untuk meningkatkan kemampuan militer Suriah di garis depan pertempuran melawan pejuang oposisi di wilayah tersebut.

(fq/islampos/internasnews)

Masjid Era Ottoman Alami Kerusakan Akibat Konflik di Suriah

Masjid Taha dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Abdul Hamid II (1876-1909) di pinggiran Damaskus. Namun saat ini, masjid tersebut telah mengalami kerusakan yang cukup parah. Hal ini dikarenakan serangan berulang-ulang oleh rezim Suriah, sampai-sampai penduduk setempat menyatakan masjid itu tidak lagi cocok untuk digunakan, demikian dikutip World Bulletin pada Ahad (16/8/15).

“Jika bukan karena struktur batu masjid yang kokoh, maka masjid itu akan runtuh sekarang,” kata Al-Hajj Abu Mohamed, warga kota Douma di wilayah Barat Ghouta.

Mohamed melanjutkan bahwa langit-langit masjid bersama dengan beberapa dinding telah hancur, karena lima serangan rezim terpisah selama terjadi konflik di Suriah.

“Kami mencoba untuk mengembalikan masjid, tetapi blokade [dikenakan pada daerah oleh rezim] dan kurangnya sumber daya menghalangi kami,” kata Abu Mohamed.

“Jadi sekarang kita melaksanakan shalat di ruang bawah tanah yang berdekatan dengan masjid,” tambahnya.

(iw/islampos/internasnews)

Usai Bersaing dengan 11 Kontestan, Pemuda Ini Menangkan Kompetisi MTQ di Brunei

Seorang pemuda dari Kg Lambak Kanan memenangkan kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran, Bacaan Murattal di Muara-Brunei pada hari Ahad kemarin. Demikian dilansir Brunei Times, Senin (17/8/2015).

Abdul Wafi Hj Ibrahim berusia 18 tahun dinobatkan sebagai juara setelah bersaing dengan 11 kontestan lainnya. Setiap kontestan berasal dari wilayah berbeda. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Skema Perumahan Nasional Lambak Kanan di Area 5 (RPN) Desa Dewan Konsultatif.

Dalam sebuah wawancara, Abdul Wafi mengatakan bahwa ia mengikuti kompetisi ini atas kehendaknya sendiri. Ia juga berharap untuk ke depannya bisa mendapatkan lebih banyak berkah dari Allah SWT.

“Orang muda harus membaca Quran sebagai cara untuk melewati tantangan dan rintangan dalam hidup,” kata Abdul Wafi, yang percaya bahwa mengikuti ajaran Quran akan membuat seorang Muslim menjadi sukses.

Acara ini diselenggarakan di Masjid Kg Sungai Hanching.

Menurut anggota MPK Lambak Kanan di Area 5, Hj Abdul Rahman Safar, babak penyisihan kompetisi digelar pada tanggal 2 Agustus dengan 50 peserta.

12 peserta terpilih untuk bersaing dalam kompetisi final.

“Ada 18 remaja laki-laki dan 20 peserta perempuan muda dalam kompetisi selama babak penyisihan. Hal ini menunjukkan bahwa remaja kita berdiri teguh dalam Islam,” kata Hj Abdul Rahman.

Menteri Pembangunan, Yang Berhormat Pehin Orang Kaya Indera Pahlawan Dato Seri Setia Hj Suyoi Hj Osman memberika piala dan hadiah uang tunai untuk para kontestan itu.

Dalam sambutannya, menteri memuji inisiatif yang dilakukan oleh anggota MPK dalam upaya untuk membangun komunitas yang kuat. Komunitas ini bertujuan untuk membuat masjid sebagai tempat dalam mengadakan kegiatan keagamaan.

YB Dato Hj Pehin Suyoi juga mendesak warga untuk membaca Quran dalam kehidupan mereka karena hal ini bisa membuat stabilitas politik dan ekonomi.

(ry/islampos/internasnews)

Sunday, August 16, 2015

62 Orang Masih Hilang Sejak Insiden Pembubaran Kamp Protes Pro Mursi

Setidaknya 62 orang masih hilang sejak 14 Agustus 2013, ketika pasukan keamanan Mesir membubarkan paksa dua kamp protes pendukung Muhammad Mursi, kata Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR-UK) yang berbasis di Inggris.

Dalam sebuah pernyataan hari Sabtu lalu, AOHR mengatakan sedikitnya 129 warga Mesir telah hilang pada hari pembubaran paksa dua kamp protes pro Mursi, lapor Anadolu Agency.

Sementara itu 67 orang berhasil ditemukan, baik hidup atau mati sedangkan 62 masih belum ditemukan, menurut kelompok hak asasi manusia tersebut.

Mesir sendiri mengalami pergolakan oleh kekerasan sejak Mursi, yang memenangkan pemilihan presiden pertama negara itu secara bebas pada pertengahan 2012, digulingkan oleh militer pada 3 Juli 2013 setelah satu tahun menjabat.

Enam minggu setelah penggulingan Mursi, pasukan keamanan Mesir membubarkan paksa dua kamp protes pro-Mursi di lapangan Rabaa al-Adawiya dan Nahda di Kairo, sehingga menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

(fq/islampos/internasnews)

Warga Bosnia Gelar Aksi Demo Peringati Pembantaian Rabaa

Aksi protes untuk menandai peringatan dua tahun insiden pembantaian Rabaa di Kairo telah diselenggarakan di ibukota Bosnia, Sarajevo.

Sekitar 100 orang menggelar aksi demonstrasi di ibukota Bosnia pada hari Ahad kemarin (16/8/2015).

Dalam aksinya mereka menampilkan simbol dari gerakan protes Rabia, bendera Mesir dan foto presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Muhammad Mursi.

Seorang demonstran, Farid Ali al-Zayat, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa mereka mengorganisir aksi untuk memperingati korban yang kehilangan nyawa pada insiden 14 Agustus 2013 di Kairo Mesir.

“Mesir mengalami masa yang sulit. Setiap aspek kehidupan di Mesir semakin sulit, terutama dalam hal hak asasi manusia, kebebasan dan ekonomi,” ujar Zayat.

Ratusan demonstran pro-Mursi tewas ketika pasukan keamanan membubarkan paksa kamp aksi mereka hanya beberapa minggu setelah Mursi digulingkan dari kekuasaan dalam sebuah kudeta militer.

(fq/islampos/internasnews)

Pemimpin Boko Haram Bantah Meninggal dalam Pesan Audio Terbaru

Pemimpin kelompok Boko Haram, Abubakar Shekau merilis rekaman audio pada Ahad kemarin (16/8/2015) menyangkal klaim bahwa dirinya telah dibunuh atau diganti sebagai pimpinan kelompok.

“Media kafir telah melaporkan bahwa saya sudah mati atau sakit dan informasi itu tidak dapat berbicara. Semuanya adalah palsu,” tegas Shekau dalam pesan audio singkatnya.

Pesan audio tersebut ditujukan kepada Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS yang sudah dibaiat oleh pemimpin Boko Haram pada Maret lalu, lapor Anadolu Agency.

Dalam pesan tersebut, Shekau menegaskan dia masih mengendalikan kelompok Boko Haram.

Pesan audio Ahad kemarin merupakan bantahan atas klaim terbaru dari pemimpin Chad Idriss Deby yang menyebut Shekau telah digantikan oleh militan lain, Mahamat Daoud.

Pada jumpa pers yang diadakan untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan ke-55 Chad, Deby mengatakan kepada wartawan: “Ada seseorang yang menyebut Mahamat Daoud telah menggantikan posisi Abubakar Shekau dan ingin bernegosiasi dengan pemerintah Nigeria.”

(fq/islampos/internasnews)

60 Ribu Warga Inggris Tandatangani Petisi untuk Tangkap Netanyahu

Lebih dari 60.000 orang di Inggris telah menandatangani petisi yang menyerukan penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena kejahatan perang terhadap warga Palestina ketika ia melakukan kunjungan resmi ke Inggris bulan depan.

Petisi online, yang diupload pada tanggal 7 Agustus di situs resmi parlemen Inggris, menuntut penangkapan Netanyahu untuk pembantaian ribuan warga Palestina selama 50 hari perang Israel terhadap Jalur Gaza tahun lalu.

Petisi itu juga telah mengumpulkan 60.454 tanda tangan pada Ahad pagi kemarin (16/8/2015), lapor Press TV.

“Di bawah hukum internasional, dia harus ditangkap pada saat tiba di Inggris karena kejahatan perang melakukan pembantaian lebih dari 2.000 warga sipil pada tahun 2014,” kata petisi tersebut, mengacu ke kunjungan perdana menteri Israel ke Inggris September mendatang.

Setelah 10.000 tanda tangan, pemerintah Inggris harus menanggapi permohonan itu dan setelah 100.000 tanda tangan, maka petisi akan dipertimbangkan untuk diperdebatkan di parlemen. Batas waktu untuk menandatangani petisi adalah 7 Februari 2016.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini bahwa petisi itu tidak ada arti sama sekali, sembari menambahkan bahwa hubungan bilateral antara Inggris dan Israel lebih dekat daripada sebelumnya.

(fq/islampos/internasnews)

Mesir Tangkap 67 Pendukung Ikhwan Setelah Peringatan Rabaa

Setidaknya 67 orang, sebagian besar pendukung Ikhwanul Muslimin, ditangkap setelah ulang tahun kedua peringatana pembantaian Rabaa, Press TV melaporkan.

Pasukan keamanan Mesir pada hari Sabtu lalu, menangkap sekitar 40 orang di ibukota Kairo dan sejumlah provinsi lain atas tuduhan menghasut aksi protes dan kekerasan melawan negara.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan pada hari sebelumnya bahwa 27 orang juga telah ditahan di gubernuran Gharbiya yang terletak di barat laut ibukota.

Kementerian juga merilis rekaman yang konon menunjukkan tahanan mengaku bahwa mereka berada di balik sejumlah serangan terhadap satuan-satuan tentara dan polisi di Gharbiya.

(fq/islampos/internasnews)

Pasukan Irak Bergerak untuk Rebut Kota Ramadi dari ISIS

Pasukan Irak bergerak maju menuju ibukota provinsi barat strategis Anbar, menewaskan setidaknya selusin pejuang ISIS dan merebut kembali stasiun kereta api kota, Press TV melaporkan.

Sumber media Irak melaporkan pada hari Ahad kemarin (16/8/2015) bahwa pasukan militer Irak, yang didukung oleh unit pejuang suku, yang mendekati kota Ramadi dari tiga arah.

ISIS menyita Ramadi hampir tiga bulan yang lalu. Kementerian Pertahanan Irak pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa pasukan tentara dan pejuang relawan berhasil merebut kembali distrik Khamsa Kilo Ramadi dari gerilyawan.

Pasukan Irak sedang berjuang untuk merebut kembali Provinsi Anbar sebelum menuju Mosul, kota terbesar kedua di Irak, yang juga dikuasai oleh ISIS.

Pada hari Ahad kemarin, ISIS menewaskan sedikitnya 17 tentara Irak dan melukai 15 lainnya dalam serangan terhadap pasukan pemerintah di luar kota Fallujah, juga di provinsi Anbar.

Para pejabat Irak mengatakan kelompok ISIS menabrakkan empat kendaraan sarat bahan peledak ke barikade pasukan pemerintah pada hari Ahad.

(fq/islampos/internasnews)

Muslim London Peringati Hari Rabaa

Wwarga Muslim di Inggris dilaporkan telah memperingati hari Rabba. Mereka melakukan konvoi di London, memprotes pembunuhan pendukung Mursi oleh militer.

Dilansir Anadolu, Ahad (16/8/2015), puluhan mobil dan minibus berkumpul di daerah Cricklewood. Kendaraan dilengkapi dengan bendera Inggris, Mesir dan Rabia, dan gambar Muhamad Mursi.

Konvoi melewati pusat kota London, termasuk Trafalgar Square, Marble Arch dan Hyde Park.

“Kudeta di Mesir menewaskan ribuan orang tak berdosa hanya dengan 10 jam, di Rabaa al-Adawiya Square, dua tahun lalu. Hari ini kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat internasional bahwa pembantaian itu belum dilupakan.” Ujar salah satu peserta pawai, Mohamed Soudan.

Pada 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir menembaki dua kubu protes di Kairo, menewaskan sedikitnya 1.150 orang, menurut Human Rights Watch.

(ds/islampos/internasnews)

Pasukan Yaman Pukul Mundur Pasukan Syiah Houthi

Pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abedrabbo Mansur Hadi, dilaporkan telah menguasai provinsi selatan Yaman Shabwa pada Sabtu (15/8/2015). Penguasaan ini terjadi setelah mendapat kemenangan pasca perlawanan selama berminggu-minggu melawan gerakan Syiah Houthi.

Para pejuang loyalis, yang didukung oleh koalisi Saudi, telah maju di depan melalui Yaman selatan dalam beberapa pekan terakhir, memaksa pasukan Houthi dan unit tentara yang selaras dengan mantan orang kuat Ali Abdullah Saleh mundur.

Beberapa sumber mengatakan militer di daerah telah sepakat dengan pasukan suku untuk menarik diri dari ibukota provinsi Ataq setelah seminggu pertempuran sengit di seluruh provinsi.

Warga mengatakan mereka melihat kendaraan militer mundur dari arah utara Ataq pada Sabtu (15/8/2015) pagi, saat pasukan pro-Hadi maju ke kota dengan tank dan kendaraan lapis baja.

(sm/islampos/internasnews)

Kuasa Hukum Mursi Ajukan Banding Atas Putusan Pengadilan

Tim kuasa Hukum Presiden Mesir Mohamed Mursi dikabarkan telah mengajukan banding atas putusan  hukuman mati dan penjara seumur hidup. Banding diajukan pada hari Sabtu (15/8/2015).

Pengadilan Kairo menjatuhi hukuman mati untuk Mursi dalam kasus jailbreak dan pemberontakan melawan Hosni Mubarak. Sementara dihukum penjara seumur hidup untuk memberikan rahasia negara ke Qatar.

Pejabat tinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan empat pemimpin lainnya juga dijatuhi hukuman mati. Lebih dari 90 orang lain, termasuk ulama berpengaruh Youssef al-Qaradawi, dijatuhi hukuman mati in absentia.

Mursi belum menunjuk pengacara untuk membela dirinya sendiri. Tim yang sekarang ini adalah tim yang ditunjuk pengadilan untuk mengurusi kasus Mursi. Namun Mursi telah menolak untuk mengakui legitimasi pengadilan ini. Ia mengatakan ia tetap presiden yang sah negara.

Pemerintah mengatakan pengadilan telah menunjuk tim independen. Pemerintah tidak pernah mengintervensi dalam pekerjaannya, demikian World Bulletin.

(ds/islampos/internasnews)

Kembangkan Industri Halal, Filipina Masuki Industri Brunei

Filipina tetap semangat untuk memasuki industri halal Brunei Darussalam. Usaha Filipina ini bertujuan untuk membantu mengembangkan industri halalnya, tergantung zona ekonomi khusus di Zamboanga City di Mindanao Barat sebagai investasi halal bagi produsen Brunei.

Dilansir Brunei Times, Ahad (16/8/2015), Sekretaris Yasmin Busran Lao-, kepala Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF), mengatakan delegasi Filipina baru-baru ini telah mengunjungi Brunei untuk mengeksplorasi kerjasama di bidang industri halal.

Lao dibawah perwakilan dari Otoritas Zona Ekonomi Khusus Zamboanga City dan Freeport (Zambo ecozone) bertemu dengan lembaga mitra Brunei. Mereka bekerja sama sebagai calon Industri halal.

“Delegasi pejabat (Filipina) dan Brunei membahas kemungkinan bidang kerjasama di Industri halal dan hal-hal lain yang signifikan untuk Muslim Filipina,” pernyataan dari Departemen Luar Negeri Filipina.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari perjalanan awal NCMF ke Brunei pada bulan Mei 2015.

Para pejabat juga bertemu dengan para pejabat dari Departemen Perindustrian dan Sumber Daya Primer yang dipimpin oleh Sekretaris Tetap, Hajah Normah Suria Hayati. Mereka membahas secara rinci daerah yang mungkin bisa melakukan kerjasama dalam industri halal.

Sebelumnya, Lao mengatakan, industri halal global, yang senilai US $ 347.000.000.000, menawarkan peluang ekonomi yang besar bagi Filipina.

Dia mengundang calon investor asing halal untuk mencari peluang di Zambo ecozone, yang diposisikan sebagai “pusat industri halal” negara.

(ry/islampos/internasnews)

Jerman Tarik Sistem Rudal dari Perbatasan Turki-Suriah

Mentri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengumumkan, pada hari Sabtu (15/8/2015), akan menarik sistem rudal dari Turki. Kementerian pertahanan menegaskan bahwa kontingen tentara dan sistem rudal Jerman akan ditarik dari perbatasan Turki pada akhir 2015.

Dilansir World Bulletin, kementerian menegaskan tidak akan memperpanjang mandat untuk melindungi perbatasan Turki. Ini dikarenakan tugas keamanan Jerman disana telah melampaui dua setengah tahun.

250 tentara Jerman  saat ini berada di perbatasan Turki dengan Suriah untuk menjaga dua  sistem pertahanan rudal. Termasuk di antaranya rudal spesialis, personil dukungan tempur, dan pasukan perlindungan NBC.

“Bersama dengan mitra NATO, kami telah membela orang-orang Turki terhadap serangan rudal yang mungkin datang dari Suriah,” katanya dalam pernyataan. “Rudal Patriot kami telah berhasil melakukan misi.”

Pasukan NATO dikerahkan di dekat kota Kahramanmaraş (selatan Turki), seratus kilometer dari perbatasan Suriah. 400 tentara Jerman telah berada di sana sejak Januari 2013.

(ds/islampos/internasnews)

Untuk Keharmonisan dan Persatuan, Ribuan Muslim Malaysia Gelar Doa Bersama

Ribuan umat Islam berkumpul di Dataran Merdeka untuk berdoa bagi negara dalam rangka Hari Kemerdekaan. Demikian dilansir The Star, Ahad (16/8/2015).

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan anggota Kabinet lainnya menghadiri acara berdoa bersama sebagai salah satu program Malaysia. Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu kemarin bersama publik.

Para jamaah melakukan berdoa bersama untuk keharmonisan dan persatuan di antara Malaysia dan supaya negara terhindar dari bencana dan kejadian yang tidak diinginkan.

Doa dipimpin oleh Imam Besar masjid dari Putrajaya Tuanku Mizan Zainal Abidin, Hazarudin Baharudin.
Tahun ini adalah tahun kedua program ini dilaksanakan.

(ry/islampos/internasnews)

Kelompok Rabia Berikan Penghargaan kepada Presiden Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapatkan penghargaan ‘Rabaa Honor Award’ oleh sebuah kelompok kampanye, International Rabia Platform.

Diselenggarakan oleh Rabia platform yang berbasis di Istanbul, upacara pemberian penghargaan itu diadakan di Istanbul pada hari Jumat lalu, lapor Anadolu Agency.

Dalam pesan yang dibacakan pada pertemuan itu, Erdogan mengatakan bahwa dirinya menginginka adanya kebebasan, demokrasi dan dihormatinya perjuangan massa di Rabaa Square yang mendukung presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis Muhammad Mursi.

Pada 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir melakukan pembantaian di dua kamp protes di Kairo yang menewaskan sedikitnya 1.150 orang, menurut laporan Human Rights Watch.

(fq/islampos/internasnews)

Mesir Tolak Seruan HRW untuk Penyelidikan Pembantaian Rabaa

Pemerintah Mesir menolak seruan dari Human Rights Watch (HRW) untuk adanya penyelidikan internasional terkait atas pembunuhan ratusan demonstran oleh pasukan keamanan negara itu pada Agustus tahun 2013.

Kementerian Luar Negeri Mesir Sabtu kemarin (15/8/2015) menepis desakan HRW ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) untuk mendirikan sebuah komisi penyelidikan internasional atas kematian demonstran di Rabaa al-Adawiya Square Kairo, lapor Press TV.

“Seruan untuk penyelidikan internasional terkait pembubaran paksa aksi demonstrasi di lapangan Rabaa merupakan hal yang menggelikan karena dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang tidak pernah menyatakan minat menyelidiki korban dari tentara, polisi dan korban sipil akibat terorisme di Mesir,” kata pernyataan pemerintah Mesir.

Kelompok-kelompok HAM sejak lama menuduh pasukan keamanan Mesir menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, membunuh banyak demonstran tidak bersenjata. Dan HRW mengatakan bahwa pembantaian itu mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Belum ada polisi atau petugas keamanan yang menghadapi persidangan terkait atas kematian ratusan demonstran yang ada di Mesir.

(fq/islampos/internasnews)