Kantor berita Buffalo News telah melakukan penelitian terkait cara media Amerika melakukan serangan terhadap Muslim. Demikian dilansir World Bulletin, Kamis (30/7/2015).
Menurut kantor berita yang juga berasal dari Amerika ini, Los Angeles Times
dalam artikelnya tentang penembakan massal di Lafayette telah melakukan
permainan kata dalam memberikan citra terhadap pelaku dalam aksi ini.
Artikel yang dimuat 25 Juli ini berjudul “Mental illness probed in Louisiana shooting”.
Dengan demikian, mengacu pada penyakit mental dan membuatnya sebagai
alur cerita utama, meskipun cerita menyebutkan bahwa penembak telah
menunjukkan adanya motif dalam kasus ini. Kata “terorisme” tidak
digunakan.
Sebaliknya, penembakan di Chattanooga segera dicap sebagai
“terorisme” tanpa ragu-ragu. Penembak jelas memiliki masalah emosional,
dan tidak ada indikasi bahwa ia bertindak atas nama kelompok asing. Tapi
pemerintah dan media menyoroti adanya kemungkinan bahwa kelompok Islam
mempengaruhinya.
Ini bukan pola baru atau novel. Serangan oleh umat Islam disebut
“terorisme”, sementara serangan serupa oleh orang Amerika disebut
penyakit mental, atau paling rendah disebut “hate crime“.
(ds/islampos/internasnews)
Thursday, July 30, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






