Banyak perempuan Mesir mengatakan bahwa mereka tengah menghadapi
liburan musim panas yang sulit. Semua ini akibat munculnya zona bebas
hijab yang tampaknya telah melonjak dan kian populer di Mesir. Kini
makin banyak restoran dan tempat wisata mewah menerapkan larangan
mengenakan jilbab.
Pengguna media sosial di Mesir langsung berbondong-bondong mengutuk keputusan ini lewat Facebook dan Twitter mereka karena beberapa tempat menolak Muslimah secara terselubung.
Banyak menganggap larangan ini sebagai “Tindakan diskriminatif,”
terhadap Muslimah di Mesir, yang merupakan negara dengan 80 – 90
persennya adalah Muslim.
Larangan seperti ini bukanlah hal baru, karena resort dan restoran
yang sering dikunjungi oleh orang asing, seperti di kota Sharm el Sheikh
dan Hurghada telah lama menerapkan kebijakan menolak jilbab.
Laporan terakhir menunjukkan bahwa beberapa kolam renang, restoran
hotel bintang 5, dan resor yang berada di pantai utara Mesir juga
membatasi masuknya perempuan berjilbab untuk layanan mereka. (sm/islampos/internasnews)
Wednesday, July 29, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






