Wednesday, July 29, 2015

Pengamat: Tidak Tepat, PM Inggris Ajak Indonesia Perangi Ekstremis Islam

Pengamat terorisme di Indonesia Musthafa Nahrawardaya berkomentar soal kunjungan PM Inggris, David Cameron ke Indonesia. Kunjungan tersebut bermaksud untuk kerjasama bilateral antardua negara terkait terorisme yang terjadi di seluruh dunia utamanya Indonesia. Kedatangannya di Indoensia disambut baik oleh Presiden Jokowi.

Kata Musthafa, kedatangan David Cameron ke Indoensia baru-baru ini tidak tepat karena dia datang untuk bekerjasama membendung teroris “ekstremis Islam” padahal di Indonesia sendiri ada teroris lain.

“Kedatangan Cameron tidak tepat, karena Indonesia sedang sibuk menangani ekstrimis Kristen di Tolikara yang membakar Masjid,” ujarnya kepada Islampos, Selasa (28/7/2015).

Kerjasama yang berakhir dengan tanda tangan Jokowi itu sama sekali tidak mendiskusikan Organisasi Papua Merdeka yang sejak lama meresahkan rakyat Papua dan keutuhan negara.

“Jangankan OPM, dia (David Cameron) pasti tidak tahu beda OPM Separatis dan Teroris,” ungkapnya.
Menurut Musthafa, Jokowi kurang pandai soal isu terorisme yang selalu disematkan kepada umat Islam.

“Kalau saya jadi Jokowi dan harusnya menjadi Jokowi itu pandai, (soal terorisme) akan kami kumpulkan tokoh-tokoh agama, pengamat terorisme, peneliti radikalisme untuk dimintai pertimbangan jika Cameron datang ke Indonesia dan mengajak memusuhi ektremis Islam,” tutupnya.
(tamam/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment