Pengamat terorisme di Indonesia Musthafa Nahrawardaya berkomentar
soal kunjungan PM Inggris, David Cameron ke Indonesia. Kunjungan
tersebut bermaksud untuk kerjasama bilateral antardua negara terkait
terorisme yang terjadi di seluruh dunia utamanya Indonesia.
Kedatangannya di Indoensia disambut baik oleh Presiden Jokowi.
Kata Musthafa, kedatangan David Cameron ke Indoensia baru-baru ini
tidak tepat karena dia datang untuk bekerjasama membendung teroris
“ekstremis Islam” padahal di Indonesia sendiri ada teroris lain.
“Kedatangan Cameron tidak tepat, karena Indonesia sedang sibuk
menangani ekstrimis Kristen di Tolikara yang membakar Masjid,” ujarnya
kepada Islampos, Selasa (28/7/2015).
Kerjasama yang berakhir dengan tanda tangan Jokowi itu sama sekali
tidak mendiskusikan Organisasi Papua Merdeka yang sejak lama meresahkan
rakyat Papua dan keutuhan negara.
“Jangankan OPM, dia (David Cameron) pasti tidak tahu beda OPM Separatis dan Teroris,” ungkapnya.
Menurut Musthafa, Jokowi kurang pandai soal isu terorisme yang selalu
disematkan kepada umat Islam.
“Kalau saya jadi Jokowi dan harusnya
menjadi Jokowi itu pandai, (soal terorisme) akan kami kumpulkan
tokoh-tokoh agama, pengamat terorisme, peneliti radikalisme untuk
dimintai pertimbangan jika Cameron datang ke Indonesia dan mengajak
memusuhi ektremis Islam,” tutupnya.
(tamam/islampos/internasnews)
Wednesday, July 29, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






