Wednesday, July 29, 2015

Ini Tayangan ‘Gang Senggol’, Program Kristiani Berbalut Pakaian Muslim

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai program rohani Kristiani Gang Senggol Show yang disiarkan oleh MNCTV pada tanggal 18 Juli 2015 lalu telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dan telah meresahkan masyarakat Muslim di Indonesia.

Komisioner KPI Pusat koordinator bidang pengawasan isi siaran, Agatha Lily mengakui bahwa KPI menerima kurang lebih 200 pengaduan masyarakat yang mengeluhkan acara Gang Senggol Show MNCTV dengan tema “Takut Mati” yang ditayangkan pada hari kedua lebaran Idul Fitri tersebut.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian yang kami lakukan program rohani Kristiani itu banyak menggunakan atribut Muslim sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketersinggungan Umat Islam di Indonesia,” jelas Agatha Lily kepada Islampos.com,Selasa sore (28/7/2015).

Seperti diketahui, meski berlabel program rohani Kristiani, namun acara Gang Senggol Show dikemas dengan sangat berbeda pada pukul 1 malam tanggal 18 juli 2015 (sehari usai hari raya Idul Fitri) di mana busana para pemainnya menggunakan pakaian islami: yang laki-laki memakai baju koko, sedangkan para perempuan memakai kerudung, termasuk para penontonnya.

Dengan mengenakan pakaian yang sudah identik dengan busana Islam tersebut, mereka terlihat santai membahas tentang Isa al Masih sebagai Tuhan.

Tayangan dengan judul serupa juga telah di unggah lewat video di Youtube. Video itu diunggah pertama kali ke Youtube pada 25 Juli 2015.

Dalam tayangan Youtube tersebut, acara ini sudah dipotong dengan durasi 4 menit 19 detik. Pertama-tama, acaranya dibuka oleh seseorang yang memberikan sebuah pernyataan tentang kesaksiaannya terkait Isa al Masih.

“Saya sangat bersyukur sekali mempunyai Isa al Masih yang hidup, mempunyai Isa al Masih yang sangat luarbiasa sehingga bisa mengampuni saya dan Ia menyediakan tempat bagi saya,” kata seseorang yang disebut sebagai Dede Sutian.

Acara semakin berkembang saat salah seorang yang berperan sebagai Pak RT menanyakan kepada pemain lain tentang keyakinan mereka terhadap surga dan neraka.

“Kalian yakin tidak jika setelah mati bisa masuk surga?,” kata RT kepada ke empat pemain lainnya.
Setelah menanyakan jawaban kepada empat pemain yang lainnya, seseorang yang berperan sebagai Pak RT tersebut menjawab pertanyaannya sendiri.

“Kalau Pak RT yakin jika setelah mati bisa masuk surga, ”tandasnya.

Salah seorang pemain wanita bertanya,” Pak RT yakin banget jika akan masuk surga, emang ada yang jamin?”

“Ada, Isa al Masih. Jika kita mengakui Isa al Masih sebagai Tuhan maka ia akan memberikan kehidupan yang kekal,” kata Pak RT.

Kejanggalan semakin berkembang, saat Pak RT menyampaikan pesan ke penonton acara Gang Senggol Show tersebut.

“Bagi pemirsa di rumah yang lagi galau dan sedang bingung, apakah bisa masuk surga atau neraka, maka silahkan hubungi kami melalui Posko Curhat 24 Jam,” bebernya.

“Kami akan menolong dengan memberikan jawaban yang pasti kepada penonton yang ada di rumah,” tambahnya.

Lalu para pemain lainnya menambahkan bahwa jika tidak dapat menghubungi ‘Posko Curhat 24 Jam’ lewat telepon, maka bisa unbertanya terkait hal diatas melalui sms dan facebook.

Kejanggalan acara tersebut ditutup dengan semua pemain Gang Senggol Show bersalam-salaman dengan para penonton yang ada di studio tersebut.

Anehnya, sebagian penonton tersebut ada yang memakai peci, kerudung, dan berpakaian islami tapi mereka hanya diam saat para pemain Gang Senggol Show memberikan sebuah ceramah rohani agama Kristen kepada mereka.
(iwm/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment