Penyerangan menikam enam orang yang ikut ambil bagian dalam pawai Gay di
pusat Yerusalem Kamis kemarin (30/7/2015). Dalam insiden itu penyerang
melukai dua dari peserta pawai, polisi dan pelayanan kesehatan Israel
mengatakan.
Radio publik mengatakan tersangka penyerangan adalah dari kelompok ultra-Ortodoks Yahudi Israel.
Magen David Adom, mengatakan dua dari korban berada dalam kondisi serius, demikian dilansir AFP.
Ratusan polisi dikerahkan untuk mencegah kekerasan pecah di kota yang sangat konservatif selama pawai gay tahunan tersebut.
Pada 2014, ultra-Ortodoks Yahudi Israel melukai tiga demonstran ‘Pride Gay’ di Kota Suci Yerusalem.
Orang yang sama, yang dibebaskan dari penjara tiga minggu yang lalu
setelah menjalani masa hukumannya, kembali melakukan serangan hari Kamis
kemarin, radio publik Israel mengatakan dalam laporan yang belum
dikonfirmasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, para pengunjuk rasa ultra-Ortodoks
berkumpul di Mea Shearim untuk mengecam apa yang mereka anggap
“kekejian” homoseksualitas.
Israel secara luas memiliki kebijakan hak-hak gay liberal, meskipun adanya permusuhan ultra-Ortodoks terhadap kaum homoseksual.
Israel mencabut larangan tindakan seksual sesama jenis lewat konsensual pada tahun 1988.
(fq/islampos/internasnews)
Thursday, July 30, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






