![]() |
| Atlet Olimpiade Israel bersama Simon Peres |
Ketua KISPA, Ferry Nur mengajak masyarakat untuk menyegarkan kembali ingatan atas penyerangan penjajah Israel terhadap masjid Al Aqsha dan melarang umat Islam shalat di dalamnya.
Tak hanya itu, Penjajah Israel juga melakukan pembiaran terhadap ekstrimis Yahudi melakukan penyerangan dan membakar rumah warga Palestina (31/7) yang menyebabkan Ali Saad Dawabsha, bayi yang berusia 18 bulan meninggal dunia, dan beberapa hari kemudian ayahnya juga meninggal (8/8).
Ferry Nur menegaskan, pada tahun 1962, Bung Karno mengusir atlet Israel dari Asian Games. Bahkan bapak Proklamator itu pernah mengatakan, “Dan untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”.
Maka itu, KISPA Menolak keras kehadiran penjajah Israel ke wilayah NKRI, karena bertentangan dengan hati nurani dan Konstitusi Negara yang menyatakan, “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”.
KISPA mendesak pemerintah untuk mengusir atlit penjajah Israel sebagaimana yang pernah dilakukan Bung Karno, tahun 1962.
“Mendukung Wakil Rakyat (DPR/DPD) dan Tokoh Umat untuk mengusut tuntas pemberi izin masuk atlet penjajah Israel ke Indonesia, dan memberikan sangsi sebagai efek jera, karena Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan penjajah Israel,” ujar Ferry Nur dalam siaran pers kepada Islampos, Selasa (11/8/2015).
KISPA juga menyerukan kepada ormas Islam dan komponen bangsa untuk bersatu dan meningkat kewaspadaan terhadap kaki tangan penjajah yang akan merusak NKRI.
“Mengajak umat Islam dan rakyat Indonesia untuk berdoa dan tetap mendukung perjuangan bangsa Palestina mencapai cita-citanya, yaitu merdeka,” pungkasnya.
(rn/Islampos/internasnews)






