Mantan Kepala Badan Pertahanan Intelijen (DIA) Michael Flynn
menyatakan bahwa munculnya ISIS adalah usaha yang disengaja oleh AS. AS
tidak mengganggu munculnya kelompok anti-pemerintah di Suriah itu.
Bahkan Flynn mengungkap bahwa keberadaan ISIS diprediksi sudah
dirahasiakan sejak 2012. Demikian dilansir dalam World Bulletin pada Selasa (11/8/15).
Pada tahun 2012 Flynn menegaskan kecurigaannya pada kelompok yang
muncul di Suriah, sehingga DIA memantau keadaan mereka. Namun, kemudian
General Flynn diberhentikan dari posisinya di Al Jazeera.
“Pemerintah AS ‘menutup mata’ pada analisis DIA itu,” kata Flyyn.30
Flynn percaya bahwa pemerintah AS tidak mendengarkan pihaknya dengan sengaja.
“Saya pikir itu adalah keputusan yang disengaja, AS tidak mendengarkan analisis dari DIA, “kata mantan Kepala DIA.
Dokumen DIA dibuka untuk publik melalui Freedom of Information Act
(FOIA), dimana dituliskan tentang situasi di Suriah pada musim panas
2012. DIA memprediksi bahwa kelompok ISIS akan membangun sebuah kerajaan
ekstrimis yang dideklarasikan di Suriah timur.
Laporan ini memperingatkan “konsekuensi” dari skenario ini, karena
akan memungkinkan Al-Qaeda untuk mendapatkan kembali posisinya di Irak
dan menyatukan kekuatan Sunni di Irak, Suriah dan sisanya dari kaum
Sunni di dunia Arab.
“ISIS juga mendeklarasikan Negara Islam melalui serikat dengan
organisasi teroris lainnya di Irak dan Suriah, yang akan menciptakan
bahaya besar dalam menyatukan Irak dan perlindungan wilayahnya,” laporan
DIA memprediksi pada saat itu.
Menurut Flynn, laporan DIA tersebut diabaikan oleh AS. Pemerintah AS ‘menutup mata’ pada analisis DIA itu.
(iwm/islampos/internasnews)
Tuesday, August 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






