Pemberian visa kepada atlet badminton Israel Misha Zilberman menuai
protes banyak pihak. Ada persoalan dalam pemberian visa kepada atlet
yang negaranya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia
tersebut.
Anggota Komisi bidang luar negeri DPR RI, Ahmad Zainuddin mengatakan,
DPR harus meminta klarifikasi pemerintah yang mengeluarkan visa untuk
atlet Israel.
“Karena ini preseden buruk. Bagaimana ini terjadi, warga Israel
dapat visa sementara kita tidak ada hubungan diplomatik. Pemerintah
harus jelaskan,” ujar Zainuddin di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Keluarnya visa tersebut, menurut Zainuddin, sangat melukai hati
rakyat Indonesia. Apalagi keluarnya visa tersebut, kabarnya tidak
diketahui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Zainuddin juga mensinyalir keluarnya visa tersebut karena tekanan
politik Israel atau organisasi yahudi internasional. Jika benar,
lanjutnya, hal itu menunjukkan lemahnya pemerintah menjaga prinsip
mendukung kemerdekaan dan menolak penjajahan yang tersurat dalam UUD,
serta semangat Konferensi Asia Afrika (KAA).
Padahal menurutnya, Presiden Soekarno juga pernah menolak kepesertaan
Israel dalam Asian Games tahun 1962 yang digelar di Jakarta.
“Kabarnya ada pejabat kita yang mensponsori. Kemenlu, Imigrasi
ataukah Kemenkum HAM. Ini harus diusut. Pemerintahan melanggar semangat
UUD dan KAA yang baru saja kita gelar,” tegas anggota pengawas intelijen
Komisi I DPR ini.
Atlet badminton Israel Misha Zilberman akhirnya mendapat visa untuk
mengikuti kejuaraan badminton internasional di Jakarta. Pemberian visa
tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya dikeluarkan beberapa jam menjelang
bertandingnya Zilberman pada hari Selasa (11/8) di Senayan.
Kongres Yahudi internasional disebutkan menyambut baik keputusan
Indonesia yang akhirnya mengeluarkan izin untuk Zilberman masuk ke
Indonesia. Imigrasi Indonesia memberikan ketentuan bahwa orang Israel
yang ingin masuk ke Indonesia harus mendapatkan visa khusus di Bangkok
atau Singapura setelah yang bersangkutan menerima surat pensponsoran
dari pejabat Indonesia.
(de/Islampos/internasnews)
Thursday, August 13, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






