Manusia kalau sudah uzur itu biasanya sifatnya kembali ke masa bocah
kecil, suka marahan, narsis, merengek, pikun, dan kelakuannya aneh-aneh.
Mungkin demikian yang dialami oleh JK, wapres dari Jokowi ini usianya
sudah kepala 7 dan seharusnya manusia di usia seperti itu sudah harus
mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya. Mungkin juga faktor usia juga
yang menyebabkan JK sekarang sering bertingkah aneh-aneh.
Salah satunya JK membentuk Tim Pemantau Suara Kaset Pengajian di
Masjid-Masjid. Konyol, memang. Tapi tim ini ada dan dibiayai oleh uang
rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat RI menyarankan kepada pemerintah untuk
membentuk tim pemantau fakir miskin ketimbang pemantau kaset pengajian
di masjid.
Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh P Daulay, memelihara fakir
miskin dan orang-orang terlantar adalah amanat konstitusi yang harus
dilaksanakan oleh negara. Sementara, memantau kaset pengajian di masjid
tidak ditemukan ketentuannya dalam peraturan perundang-undangan yang
ada.
“Kalau negara tidak memantau dan memelihara fakir miskin, itu bisa
melanggar konstitusi. Ada ketentuannya di dalam pasal 34 UUD 1945. Kalau
kaset pengajian di mesjid biarlah diurus oleh marbot dan ta’mir
masjidnya,” ujar Saleh melalui keterangan tertulis kepada Rimanews.com,
Jakarta, Sabtu (25/07/2015).
Lanjut Saleh, kalaupun kaset pengajian dinilai berpotensi menimbulkan
konflik sosial, namun sampai hari ini belum terbukti benar. Ia
mencontohkan kasus Tolikara yang masih simpang siur informasinya.
Bahkan, ada yang berpendapat kasus itu bukan karena pengeras suara dari
masjid.
“Terlalu repot kalau wakil presiden mengurusi kaset pengajian. Kan
masih banyak urusan lain yang lebih mendesak dan yang lebih penting,”
ucapnya.
Sebagai gantinya, kata Saleh, sebaiknya wakil presiden lebih fokus
menangani peningkatan kinerja TNP2K (tim nasional percepatan
penanggulangan kemiskinan).
“Apalagi, tim itu berada di bawah kantor wakil presiden. Selain itu,
soal kemiskinan bukan hanya terkait satu agama tertentu, tetapi juga
terkait dengan seluruh anak bangsa,” tandasnya.
(rz/eramuslim/internasnews)
Saturday, July 25, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






