Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meresmikan Integrated Community
Shelter (ICS), di Desa Blang Adoe, Aceh Utara, Rabu (12/8) kemarin.
Peresmian ini juga dihadiri oleh Bupati Aceh Utara, Dandim, Kapolres,
Ketua MPU dan para Kepala Dinas di bawah jajaran Pemerintah Daerah Aceh
Utara. Selain itu acara peresmian juga dihadiri oleh sejumlah lembaga
donor dari dalam dan luar negeri.
Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur saat memberikan laporan pembangunan
kawasan pemukiman terpadu bagi pengungsi muslim Rohingya menyebutkan,
pihaknya sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara yang telah
memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk membangun dan mengelola
sebuah kawasan hunian yang lengkap bagi pengungsi Rohingya di atas lahan
milik pemerintah daerah Aceh Utara.
“Ini adalah asset masyarakat yang dipercayakan kepada ACT bersama
KNSR dan Pemda Aceh Utara yang harus dioptimalkan pemanfaatannya,”
ujarnya dalam siaran pers kepada Islampos.
Sementara itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap, Ahyuddin dalam
sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Presiden ACT, Ibnu Khajar, juga
menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh, yang begitu bersemangat
untuk membantu para pengungsi yang terusir dari negerinya sendiri.
“Masyarakat Aceh, seperti mengulang kisah 1.400 tahun yang lalu,
ketika kaum kaum anshor memuliakan kaum muhajirin yang mengungsi untuk
menyelamatkan imannya. Allah telah memilih masyarakat Aceh sebagai kaum
Anshor para abad ini, karena dipilih untuk memuliakan kaum rohingya yang
harus pergi meninggalkan negerinya untuk menyelamatkan iman dan
jiwanya,” katanya.
Islam masuk ke Indonesia juga melalui Aceh, dan kali ini, Allah juga
memberi kesempatan Rohingya masuk ke Indonesia melalui Aceh.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para nelayan Aceh yang dengan
penuh keberanian dan keihlasan membantu para pengungsi untuk pertama
kali.
“Kami juga berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara, yang menjadi
kepala daerah pertama yang merespon permintaan kami untuk membangun
shelter. Sehingga saudara-saudara kita bisa mendapatkan tempat yag
layak, aman dan nyaman,” katanya.
Bupati Aceh Utara, Muhammad Taib, untuk kesekian kalinya menegaskan
bahwa pihaknya hanya menyerahkan kewenangan untuk membangun kawasan
hunian bagi pengungi Rohingya kepada Lembaga ACT.
“Saya mengibaratkan ACT sebagai imam dalam urusan pembangunan
fasilitas hunian,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa ia dan pimpinan ACT
telah bersepakat untuk sama-sama melakukan pemberdayaan, antara
pengungsi dan masyarakat Aceh Utara yang berada di sekitar shelter.
Dukungan Wagub Aceh
Dukungan terhadap ACT dan
Pemerintah Daerah Aceh Utara, juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh,
Muzakir Manaf. Mantan Panglima GAM ini juga menilai shelter yang
dibangun ACT sebagai master piece kamp pengungsi yang sangat indah.
“ACT telah membangun semua
fasilitas ini dengan sangat indah. Ini menjadi contoh bagi daerah lain
untuk membangun kawasan hunian bagi pengungsi. Dan saya berharap, ACT
juga berkenan untuk menampung para pengungsi Rohingya yang kini masih
berada di Bayeun, Aceh Timur dan di Kota Langsa, sehingga shelter ini
menjadi tempat penyatuan seluruh pengungsi Rohingya” kata Muzakir.
Pemerintah Aceh, kata Muzakir, siap menampung Pengungsi Rohingya bila
Pemerintah Pusat memberikan kesempatan. “Saya sudah dapat informasi
dari Bupati Simeulue, mereka juga siap menampung seluruh pengungsi
muslim Rohingya di sana,” katanya saat menjawab pertanyaan wartawan
terhadap tindak lanjut penanganan Rohingya, untuk satu tahun ke depan.
(Desastian/Islampos/internasnews)
Thursday, August 13, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






