Thursday, August 13, 2015

Shelter Pengungsi Muslim Rohingya Diresmikan Wagub Aceh

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meresmikan Integrated Community Shelter (ICS), di Desa Blang Adoe, Aceh Utara, Rabu (12/8) kemarin. Peresmian ini juga dihadiri oleh Bupati Aceh Utara, Dandim, Kapolres, Ketua MPU dan para Kepala Dinas di bawah jajaran Pemerintah Daerah Aceh Utara. Selain itu acara peresmian juga dihadiri oleh sejumlah lembaga donor dari dalam dan luar negeri.

Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur saat memberikan laporan pembangunan kawasan pemukiman terpadu bagi pengungsi muslim Rohingya menyebutkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk membangun dan mengelola sebuah kawasan hunian yang lengkap bagi pengungsi Rohingya di atas lahan milik pemerintah daerah Aceh Utara.

“Ini adalah asset masyarakat yang dipercayakan kepada ACT bersama KNSR dan Pemda Aceh Utara yang harus dioptimalkan pemanfaatannya,” ujarnya dalam siaran pers kepada Islampos.

Sementara itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap, Ahyuddin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Presiden ACT, Ibnu Khajar, juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh, yang begitu bersemangat untuk membantu para pengungsi yang terusir dari negerinya sendiri.

“Masyarakat Aceh, seperti mengulang kisah 1.400 tahun yang lalu, ketika kaum kaum anshor memuliakan kaum muhajirin yang mengungsi untuk menyelamatkan imannya. Allah telah memilih masyarakat Aceh sebagai kaum Anshor para abad ini, karena dipilih untuk memuliakan kaum rohingya yang harus pergi meninggalkan negerinya untuk menyelamatkan iman dan jiwanya,” katanya.

Islam masuk ke Indonesia juga melalui Aceh, dan kali ini, Allah juga memberi kesempatan Rohingya masuk ke Indonesia melalui Aceh.


Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para nelayan Aceh yang dengan penuh keberanian dan keihlasan membantu para pengungsi untuk pertama kali.

“Kami juga berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara, yang menjadi kepala daerah pertama yang merespon permintaan kami untuk membangun shelter. Sehingga saudara-saudara kita bisa mendapatkan tempat yag layak, aman dan nyaman,” katanya.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Taib, untuk kesekian kalinya menegaskan bahwa pihaknya  hanya menyerahkan kewenangan untuk membangun kawasan hunian bagi pengungi Rohingya kepada Lembaga ACT.

“Saya mengibaratkan ACT sebagai imam dalam urusan pembangunan fasilitas hunian,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa ia dan pimpinan ACT telah bersepakat untuk sama-sama melakukan pemberdayaan, antara pengungsi dan masyarakat Aceh Utara yang berada di sekitar shelter.

Dukungan Wagub Aceh

Dukungan terhadap ACT dan Pemerintah Daerah Aceh Utara, juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Mantan Panglima GAM ini juga menilai shelter yang dibangun ACT sebagai master piece kamp pengungsi yang sangat indah.


“ACT telah membangun semua fasilitas ini dengan sangat indah. Ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk membangun kawasan hunian bagi pengungsi. Dan saya berharap, ACT juga berkenan untuk menampung para pengungsi Rohingya yang kini masih berada di Bayeun, Aceh Timur dan di Kota Langsa, sehingga shelter ini menjadi tempat penyatuan seluruh pengungsi Rohingya” kata Muzakir.

Pemerintah Aceh, kata Muzakir, siap menampung Pengungsi Rohingya bila Pemerintah Pusat memberikan kesempatan. “Saya sudah dapat informasi dari Bupati Simeulue, mereka juga siap menampung seluruh pengungsi muslim Rohingya di sana,” katanya saat menjawab pertanyaan wartawan terhadap tindak lanjut penanganan Rohingya, untuk satu tahun ke depan.

(Desastian/Islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment