Pemerintah Mesir telah membekukan aset dari 1.345 anggota Ikhwanul
Muslimin selama 18 bulan terakhir, kata seorang pejabat Mesir Kamis
kemarin (13/8/2015).
Ezzat Khamis, kepala komite yang ditunjuk pemerintah untuk
menjalankan aset Ikhwan, mengatakan komite juga telah menyita 103
sekolah terkait Ikhwanul Muslimin selama periode yang sama.
“Komite juga telah mengambil alih 1.117 LSM dan 50 rumah sakit yang
memiliki link dengan kelompok Ikhwan,” tambah Khamis pada konferensi
pers di Kairo seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Pada bulan September tahun 2013, pengadilan Mesir melarang aktivitas
Ikhwanul Muslimin, yang merupakan kelompok paling terorganisir di negara
tersebut.
Pengadilan juga memerintahkan pembubaran dan penyitaan kantor serta dana kelompok Ikhwan.
Setelah keputusan itu, pemerintah Mesir membentuk sebuah komite yang bertugas mengelola aset kelompok Ikhwan.
Ikhwanul Muslimin sendiri telah ditetapkan sebagai “organisasi
teroris” oleh pemerintah Mesir pada akhir 2013 tak lama setelah kudeta
militer menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi.
(fq/islampos/internasnews)
Friday, August 14, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






