Mentri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengumumkan, pada hari
Sabtu (15/8/2015), akan menarik sistem rudal dari Turki. Kementerian
pertahanan menegaskan bahwa kontingen tentara dan sistem rudal Jerman
akan ditarik dari perbatasan Turki pada akhir 2015.
Dilansir World Bulletin, kementerian menegaskan tidak akan
memperpanjang mandat untuk melindungi perbatasan Turki. Ini dikarenakan
tugas keamanan Jerman disana telah melampaui dua setengah tahun.
250 tentara Jerman saat ini berada di perbatasan Turki dengan Suriah
untuk menjaga dua sistem pertahanan rudal. Termasuk di antaranya rudal
spesialis, personil dukungan tempur, dan pasukan perlindungan NBC.
“Bersama dengan mitra NATO, kami telah membela orang-orang Turki
terhadap serangan rudal yang mungkin datang dari Suriah,” katanya dalam
pernyataan. “Rudal Patriot kami telah berhasil melakukan misi.”
Pasukan NATO dikerahkan di dekat kota Kahramanmaraş (selatan Turki),
seratus kilometer dari perbatasan Suriah. 400 tentara Jerman telah
berada di sana sejak Januari 2013.
(ds/islampos/internasnews)
Sunday, August 16, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






