Bank Israel khawatir diboikot oleh internasional, khususnya Uni
Eropa. Menurut Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), menyatakan
bahwa pemboikotan tersebut datang karena meningkatnya pemukiman yang
dibangun diatas tanah yang diduduki oleh Israel. Demikian dilansir dalam
World Bulletin pada Selasa (11/8/15).
Koordinator Umum BDS Mahmoud Nawaja menyatakan bahwa BDS dengan
negara-negara Uni Eropa menunjukan dokumen dan bukti lain atas
keterlibatan bank-bank Israel. Keterlibatan tersebut terbukti dengan
adanya sejumlah bank Israel dalam kegiatan permukiman yang dibangun di
Yerusalem yang diduduki Timur, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan.
“Pimpinan perbankan Israel khawatir pada Uni Eropa yanng merekomendasikan untuk memboikot bank Israel,” kata Nawaja.
Menurut BDS, bank Israel memiliki cabang di dalam permukiman yang
menawarkan jasa mereka kepada para pemukim. Bank Israel juga pembiayaan
proyek-proyek ekonomi, pendidikan dan budaya, juga real estate yang ada
di dalam permukiman.
Menurut harian Israel Maariv, pada tahap pertama Uni Eropa akan fokus
pada pemantauan Bank Israel yang memberikan pinjaman untuk membangun
atau membeli dalam permukiman.
“Jika Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada bank Israel, maka bank-bank
akan kehilangan persentase dari kegiatan mereka,” tandasnya.
(iwm/islampos/internasnews)
Tuesday, August 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






