Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Kamis (06/08) melepas
100 santri tahfidz Al-Quran yang memperoleh beasiswa untuk belajar di
Turki. Kepada mereka, Menag berpesan agar kesempatan menimba ilmu di
luar negeri dapat dimanfaatkan dengan baik karena hal itu merupakan
dambaan hampir sebagian besar santri dan siswa di Tanah Air.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan
giat. Pusat – pusat ilmu pengetahuan di Turki harus kalian kunjungi dan
nanti sepulang dari Turki dapat mengamalkan apa yang didapat di sana
untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” pesan Menag saat memberikan
sambutan pada Wisuda dan Pelepasan Santri Penghafal Al-Quran Ke Turki.
Hadir dalam kesempatan ini, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen
Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dubes Turki untuk Indonesia Zekeria
Akcam, dan beberapa duta besar negara sahabat, serta pejabat eselon I
dan II Kemenag..
“Anak-anakku adalah duta bangsa, duta pondok pesantren, dan juga duta
masyarakat. Maka jagalah nama baik Indonesia dengan cara menunjukkan
prestasi demi prestasi, baik intelektual, moral, dan spiritual,”
tuturnya.
Pada saat yang sama, Menag mengingatkan agar para santri tetap berkomitmen pada perjuangan NKRI, sebagaimana telah dicontohkan oleh para pahlawan. “Di manapun kalian berada, komitmen kebangsaan NKRI tetap harus terjaga di dalam jiwa”, katanya.
Selain itu, Menag juga berpesan agar para santri dapat menunjukkan
kepada dunia bahwa mereka adalah muslim yang moderat, inklusif dan
toleran, sebagaimana karakter Islam Indonesia yang telah dikembangkan di
pondok-pondok pesantren.
Kementerian Agama bekerjasama dengan Yayasan Tahfidz Sulaimaniah United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI)
memberikan beasiswa kepada para santri penghafal Al-Quran dalam tiga
tahun terakhir. Akan hal ini, Menag berharap agar program dan kegiatan
menghafal Al Quran dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu
dan berasal dari daerah konflik.
Kepada Dirjen Pendidikan Islam dan para Kepala Kanwil Kemang seluruh
Indonesia, secara khusus Menag berpesan untuk memberikan perhatian
serius agar Pondok Pesantren Tahfidzul Quran dapat lebih berkembang,
baik variasi layanan, penguatan kurikulum, sarana dan prasarana dan
jaminan masa depan bagi alumninya.
(islampos/internasnews)
Friday, August 7, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






