Yusuf Islam, rocker Inggris yang pernah populer dengan nama Cat
Stevens, menulis sepotong melodi indah untuk menghormati korban
Pembantaian Srebrenica. Situs worldbulletin memberitakan Yusuf
Islam menggubah melodi itu menjadi lagu instrumentalia dengan judul
Remembering Srebrenica, merekam, dan mempopulerkannya di situs media
sosial.
“Melodi itu menghantui pikiran saya, setelah saya meninggalkan lokasi
pembantaian itu dengan mulut terkunci,” tulis Yusuf Islam kepada
yayasan amal Remembering Srebrenica.
Yusuf Islam mengatakan tergerak menulis lagu itu setelah mendengar
penderitaan keluarga korban kebiadaban serdadu Serbia-Bosnia pada Perang
Bosnia 1992-1995. Ia tidak menulis lirik untuk lagu itu. Ia ingin musik
yang menyampaikan kesedihan batin keluarga 8.372 korban pembantaian
itu.
“Siapa pun yang melihat dan mendengar tentang Srebrenica tidak bisa
melakukan apa-apa kecuali bergerak,” kata Yusuf Islam, yang populer
dengan lagu Morning Has Broken dan Peace Train.
Pembantaian Srebrenica terjadi 11 Juli 1995, setelah wilayah aman di
bawah kendali pasukan PBB asal Belanda jatuh ke tangan pasukan
Serbia-Bosnia. Pada hari pertama dua ribu Muslim Bosnia terbantai, dan
2000 pasukan Belanda hanya menonton.
Dunia juga diam ketika pasukan Serbia-Bosnia mengejar 6.000 Muslim
Bosnia yang lari ke hutan-hutan dan membantainya. Sampai saat ini rasa
sakit akibat pembantaian itu masih dirasakan. Terlebih, warga Serbia dan
Bosnia benar-benar tidak bisa hidup berdampingan di dalam negara
bernama Republik Federasi Bosnia.
Pada peringatan dua dekade Pembantaian Srebrenica, sejumlah pemimpin
Eropa hadir. Federica Mogherini, untusan khusus Uni Eropa, mengatakan
Eropa seharusnya malu dengan pembantaian paling biadab sejak usai Perang
Dunia II.
“Eropa mengkhianati nasehat pendahulunya agar tidak ada lagi perang
di Eropa, dan tidak ada lagi pembantaian atas nama ras,” ujar
Mogherini. (rz/eramulsim/internasnews)
Sunday, July 12, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






