Dalam aksi ini, ribuah massa menggelar longmarch menuju Bundaran Gladag, Solo
Hadir dalam apel siaga ini Ketua MTA Ust. Ahmad Sukina, Sekjen MMI Ust. Shobarin Syakur, Direktur Al Mukmin Ngruki KH. Wahyudin, Tokoh NU Abdul Halim, Tokoh Mega Bintang Mudrik Sangidu, Ketua LUIS Edi Lukito, Amir JAS Jateng Surawijaya, Ketua FKAM Ustadz Rohmad dan beberapa pengurus dari Muhammadiyah Solo, KOKAM Solo, FJI DIY, Brigade Al Ishlah, Aktvis Muslim Papua, HMI, Anggota DPR RI, MPI, KAMMI, FUI Klaten, JAT, FUI Karanganyar, FUI Sragen, Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Ma’had Isykarima Karanganyar, FUI Semarang, MUI Sukoharjo, FPI Klaten, Hidayatullah Al Kahfi, dan dari jamaah masjid.
Dalam kesempatan itu, Dr. Muinudinillah meminta kepada Kapolri menangkap pelaku pembakaran masjid Baitul Muttaqin, pembubaran serta pelemparan batu terhadap jamaah Sholat idul Fitri 1436 H.
Di samping itu. Kapolri harus meminta pertanggungjawaban Gereja injili Di Indonesia (GIDI) atas pelarangan jilbab dan pelarangan perayaaan Idul Fitri 1436 H
Sementara itu, Prof Zaenal mengatakan, “Jika Kapolri tidak tegas terhadap pelaku teror kepada umat Islam, maka kasihan Presiden Jokowi, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.” (endro/Islampos/internasnews)








