Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) H. Rhoma Irama
mengaku prihatin dengan kondisi umat Islam dewasa ini. Dikatakan, saat
ini umat Islam terkotak-kotak, berpecah belah, dan cenderung materi oriented.
“Inilah penyakit umat Islam
dewasa yang tidak mau bersatu. Sudah tak bersatu, takut pula menegakkan
amar ma’ruf nahi mungkar, bahkan takut menegakkan keadilan dan
kebenaran. Karena itu, Partai Idaman lahir untuk mewujudkan Ukhuwah
Islamiyah, persatuan umat Islam apapun mazhab dan ormasnya.”
Partai Idaman adalah partai lintas mazhab dan ormas Islam yang tidak
saling membid’ahkan atau mengkafirkan saudaranya sesama muslim. Tentu
kita prihatin dengan peperangan yang terjadi di Suriah, Yaman, dan
Mesir. Konflik yang terjadi di Timur Tengah, bukanlah hanya karena
politik saja, tapi juga karena ajaran takfir yang disebarkan oleh
ekstrimis.
“Bukan hanya untuk warga NU
atau Muhammadiyah saja. Bahkan, umat non-muslim pun boleh bergabung
dengan partai baru ini, asal mau terikat dengan visi politik Islam yang
mendambakan persatuan Indonesia.
Dikatakan Rhoma, Partai
Idaman tidak boleh eksklusif, harus inklusif. Idaman partai semua
mazhab, partai semua ormas. Bahkan kalau ada yang nonmuslim, Partai
Idaman terbuka juga,” pungkasnya.
Sesuai namanya, Partai Idaman memiliki motto yang memberi inspirasi
bagi umat: “Bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, tasamauh dalam
khilafiyah dan sinergi dalam siyasah.” Karena itu Islam harus dibangun
dengan ukhuwah. Tanpa ukhuwah tak ada persatuan Indonesia, kata Rhoma. (Desastian/Islampos/internasnews)
Sunday, July 12, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






