Kelompok Muslim di Thailand menuntut pemerintahnya agar tidak
mengirim kembali lebih dari 50 imigran Uighur yang berada di Thailand
ke China. Apabila Muslim Uighur kembali ke China maka mereka akan
menghadapi penganiayaan. Demikian dilansir Asia News Net, pada Sabtu (11/07/2015).
Kelompok Muslim di Thailand juga menuntut bahwa mereka mendesak
pemerintah Thailand untuk memperjelas dasar hukum atas pendeportasian
100 Muslim Uighur yang sebelumnya telah terjadi.
Delapan belas organisasi-organisasi Muslim menyatakan bahwa
pemerintah telah melakukan hal yang benar dengan mengirim 172 Uighur
perempuan dan anak-anak ke Turki akhir bulan lalu. Namun, telah gagal
atas dasar kemanusiaan ketika sekitar 100 orang Uighur pria dideportasi
ke China pada hari Kamis dan akibatnya mendorong reaksi internasional.
Sunai Phasuk, seorang peneliti senior untuk Lembaga Hak Asasi
Manusia, mengatakan bahwa pemerintah Thailand terpaksa melakukan proses
ekstradisi jika Uighur ini telah melanggar hukum China, seperti yang
telah diklaim.
Pada hari Jum’at Thailand tengah menghadapi kritik dari Kementerian
Luar Negeri Turki dan Departemen Luar Negeri AS, yang mengeluarkan
pernyataan agar mendesak pemerintah Thailand untuk mematuhi kewajiban
internasional di bawah Konvensi Menentang Penyiksaan.
Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kepada masyarakat
internasional bahwa pihaknya akan terus memperhatikan nasib lebih dari
100 warga Uighur yang telah diserahkan kepada China. AS juga mengatakan
bahwa deportasi ini dapat mengakibatkan perlakuan kasar dan kurangnya
proses hukum di China.
Sementara itu, dalam menanggapi masalah ini, juru bicara Kementerian
Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pada konferensi pers di
Beijing bahwa kebijakan China kepada imigran ilegal tersebut merupakan
jelas dan konsisten.
Imigran dan organisasi non-pemerintah lain di Thailand meminta
pemerintah untuk mengikuti konvensi PBB tentang hak asasi manusia dan
urusan dalam menangani para imigran Uighur.
Pemerintah juga harus mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk
Pengungsi (UNHCR) untuk terlibat dalam penanganan Uighur yang tersisa di
Thailand dan nasib mereka yang dikirim kembali ke China juga harus
diperhatikan secara ketat.
Mereka juga mendesak pemerintah China untuk mengizinkan para pejabat
PBB untuk mendukung pembangunan kembali perdamaian di daerah konflik di
China yang melibatkan warga Muslim. (ry/islampos/internasnews)
Sunday, July 12, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






