Sunday, July 26, 2015

Pemimpin Houthi Tolak Gencatan Senjata di Yaman

Pemimpin gerakan Houthi Yaman dikabarkan menolak gencatan senjata yang direncanakan oleh Koalisi Teluk. Pasalnya, gencatan senjata tersebut hanya akan menguntungkan ISIS dan al Qaeda, demikian seperti ditulis dalam akun Twitter kelompok Houthi.

“Pertempuran masih berlangsung dan perang belum berakhir,”  Pemimpin Houthi Abdel-Malek al-Houthi  menegaskan.

Pada Sabtu, komandan koalisi telah menyerukan lima hari gencatan senjata kemanusiaan yang dimulai pada Ahad. Gencatan senjata itu atas permintaan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang masih berbasis di ibukota Saudi Riyadh.

Komandan koalisi juga berjanji akan sigap melindungi rakyat Yaman dari setiap tindakan ancaman oleh milisi Houthi.

Gencatan senjata ini kemungkinan gagal karena lima orang tewas pada Sabtu setelah Houthi menyerang kota barat daya Taiz dengan tembakan artileri, menurut saksi dan sumber medis setempat.

Serangan artileri dikonfirmasi oleh saluran televisi Almasirah Houthi yang dikelola, yang melaporkan Minggu pagi bahwa milisi telah melanda beberapa kabupaten di Taiz.

Tersinggung Yaman tetap dalam kekacauan sejak September lalu, ketika menyerbu ibukota Sanaa Houthi, dari mana mereka telah sejak memperluas pengaruh mereka ke selatan ke bagian lain dari negara.

Pada bulan Maret, Arab Saudi dan sekutu Arabnya mengumumkan peluncuran sebuah koalisi udara internasional, yang selama empat bulan terakhir terus pon posisi Houthi di Yaman yang dilanda perang.
(islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment