Seorang pemilik toko senjata di Florida telah melarang pelanggan
Muslim memasuki tokonya dalam menanggapi insiden penembakan yang
menewaskan empat marinir dan seorang pelaut pekan lalu, lapor Anadolu Agency.
“Saya memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjamin
keselamatan semua patriot di komunitas saya, dan saya menyatakan toko
Florida Gun Suppley sebagai zona bebas Muslim,” kata Andy Hallinan Sabtu
lalu dalam sebuah video yang diposting ke halaman Facebook toko.
Ia mengatakan ia mengeluarkan larangan tersebut setelah pria AS
kelahiran Kuwait Muhammad Youssef Abdulazeez melakukan penembakan di
sebuah pusat perekrutan militer sebelum menyerang pusat cadangan
Angkatan Laut dan Marinir di dekatnya, menewaskan empat personel
militer.
“Saya tidak akan mempersenjatai dan melatih mereka yang ingin merugikan sesama patriot saya,” tegasnya.
Dalam video tersebut, Hallinan yang terlihat berdiri dengan latar
belakang bendera Konfederasi, simbol yang diakui secara luas dari
selatan Amerika dan dianggap oleh banyak orang sebagai rasis dan memecah
belah.
Dewan Hubungan Muslim Amerika (CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim
AS, mengatakan akan meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki
kemungkinan pelanggaran hak-hak sipil federal terkait adanya tokoh yang
menerapkan “zona bebas Muslim”.
(fq/islampos/internasnews)
Tuesday, July 21, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






