Tuesday, July 21, 2015

Pemilik Bisnis Senjata di AS Berlakukan Zona Bebas Muslim di Tokonya

Seorang pemilik toko senjata di Florida telah melarang pelanggan Muslim memasuki tokonya dalam menanggapi insiden penembakan yang menewaskan empat marinir dan seorang pelaut pekan lalu, lapor Anadolu Agency.
 
“Saya memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjamin keselamatan semua patriot di komunitas saya, dan saya menyatakan toko Florida Gun Suppley sebagai zona bebas Muslim,” kata Andy Hallinan Sabtu lalu dalam sebuah video yang diposting ke halaman Facebook toko.

Ia mengatakan ia mengeluarkan larangan tersebut setelah pria AS kelahiran Kuwait Muhammad Youssef Abdulazeez melakukan penembakan di sebuah pusat perekrutan militer sebelum menyerang pusat cadangan Angkatan Laut dan Marinir di dekatnya, menewaskan empat personel militer.

“Saya tidak akan mempersenjatai dan melatih mereka yang ingin merugikan sesama patriot saya,” tegasnya.

Dalam video tersebut, Hallinan yang terlihat berdiri dengan latar belakang bendera Konfederasi, simbol yang diakui secara luas dari selatan Amerika dan dianggap oleh banyak orang sebagai rasis dan memecah belah.
Dewan Hubungan Muslim Amerika (CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim AS, mengatakan akan meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran hak-hak sipil federal terkait adanya tokoh yang menerapkan “zona bebas Muslim”.
(fq/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment