Pemerintah Brunei telah menetapkan target untuk menyelesaikan
perbaikan atap di rumah-rumah yang rusak akibat badai dalam waktu 72 jam
yang di mulai pada hari Senin. Demikian dilansir ANN, pada Selasa (14/07/2015).
Menurut laporan Departemen Kebakaran dan Penyelamatan bahwa terdapat
282 atap rumah yang tertiup angin atau sebagian rusak akibat angin
kencang pada hari Jumat pekan lalu.
Dalam konferensi pers pada hari Senin, Sekretaris Tetap Dalam Negeri
Dr Hj Abd Manaf Hj Metussin mengatakan bahwa kondisi mayoritas rumah
yang rusak itu tidak parah dan beberapa warga memutuskan untuk
memperbaiki atap mereka sendiri. Tim telah mengevaluasi tingkat
kerusakan di setiap rumah yang terkena badai.
Empat puluh dua pohon tumbang dilaporkan di seluruh negeri, tetapi Dr
Hj Abd Manaf mengatakan bahwa pohon-pohon tersebut telah dibersihkan
dari jalan dalam waktu 24 jam oleh lembaga seperti Departemen Kebakaran
dan Penyelamatan dan Departemen Pelayanan Listrik.
Dr Hj Abd Manaf juga mengatakan bahwa Departemen Pelayanan Listrik
telah berhasil memperbaiki semua kabel yang mengakibatkan pemadaman
listrik.
Direktur Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Yahya Hj Abd Rahman
mengatakan bahwa meskipun jumlah rumah yang tercatat cukup tinggi,
tetapi tidak ada kasus lebih lanjut yang dilaporkan. Upaya harus lebih
cepat karena mereka berniat untuk menyelesaikan semua perbaikan sebelum
Hari Raya.
Sampai hari Senin kemarin, 14 rumah di lahan telah diperbaiki oleh
pemiliknya, 12 sedang menjalani perbaikan oleh pemerintah dan dua
lainnya diusulkan ke Dewan Pembangunan Perumahan.
Saat ini, ada 11 rumah yang masih membutuhkan bantuan dan mereka
bekerja sama dengan Kantor Distrik Brunei-Muara dan Pusat Penanggulangan
Bencana Nasional (NDMC).
Di Kampong Ayer, 28 rumah telah diperbaiki. Satu rumah ambruk dan
keluarga saat ini sedang dilindungi oleh Departemen Pengembangan
Masyarakat. Dua puluh tiga rumah masih menjalani perbaikan, tiga rumah
memerlukan bahan bangunan untuk membangun kembali atap, sementara 13
rumah lainnya telah di atap.
Di Kabupaten Tutong telah tercatat 20 rumah terkena dampak badai.
Enam rumah atap rumah mereka diganti, satu sedang menjalani perbaikan
dan 13 lainnya telah memiliki atap yang sudah dipasang. Sementara di
kabupaten Belait tercatat 18 rumah telah terkena dampak badai dan di
Temburong terdapat 11 rumah yang terkena dampak badai dan beberapa masih
menjalani perbaikan sementara tiga masih dalam pengkajian.
Desa dewan konsultatif di Belait juga telah membantu para korban.
Pada satu rumah, seluruh atap telah diganti oleh dewan. Sebelumnya,
keluarga memiliki atap seng tapi dewan kini telah diganti dengan atap
spandex. (ry/islampos/internasnews)
Wednesday, July 15, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






