Wednesday, July 15, 2015

Kerusakan Akibat Badai di Brunei akan Selesai Diperbaiki Sebelum Idul Fitri

Pemerintah Brunei telah menetapkan target untuk menyelesaikan perbaikan atap di rumah-rumah yang rusak akibat badai dalam waktu 72 jam yang di mulai pada hari Senin. Demikian dilansir ANN, pada Selasa (14/07/2015).

Menurut laporan Departemen Kebakaran dan Penyelamatan bahwa terdapat 282 atap rumah yang tertiup angin atau sebagian rusak akibat angin kencang pada hari Jumat pekan lalu.

Dalam konferensi pers pada hari Senin, Sekretaris Tetap Dalam Negeri Dr Hj Abd Manaf Hj Metussin mengatakan bahwa kondisi mayoritas rumah yang rusak itu tidak parah dan beberapa warga memutuskan untuk memperbaiki atap mereka sendiri. Tim telah mengevaluasi tingkat kerusakan di setiap rumah yang terkena badai.

Empat puluh dua pohon tumbang dilaporkan di seluruh negeri, tetapi Dr Hj Abd Manaf mengatakan bahwa pohon-pohon tersebut telah dibersihkan dari jalan dalam waktu 24 jam oleh lembaga seperti Departemen Kebakaran dan Penyelamatan dan Departemen Pelayanan Listrik.

Dr Hj Abd Manaf juga mengatakan bahwa Departemen Pelayanan Listrik telah berhasil memperbaiki semua kabel yang mengakibatkan pemadaman listrik.

Direktur Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Yahya Hj Abd Rahman mengatakan bahwa meskipun jumlah rumah yang tercatat cukup tinggi, tetapi tidak ada kasus lebih lanjut yang dilaporkan. Upaya harus lebih cepat karena mereka berniat untuk menyelesaikan semua perbaikan sebelum Hari Raya.

Sampai hari Senin kemarin, 14 rumah di lahan telah diperbaiki oleh pemiliknya, 12 sedang menjalani perbaikan oleh pemerintah dan dua lainnya diusulkan ke Dewan Pembangunan Perumahan.

Saat ini, ada 11 rumah yang masih membutuhkan bantuan dan mereka bekerja sama dengan Kantor Distrik Brunei-Muara dan Pusat Penanggulangan Bencana Nasional (NDMC).

Di Kampong Ayer, 28 rumah telah diperbaiki. Satu rumah ambruk dan keluarga saat ini sedang dilindungi oleh Departemen Pengembangan Masyarakat. Dua puluh tiga rumah masih menjalani perbaikan, tiga rumah memerlukan bahan bangunan untuk membangun kembali atap, sementara 13 rumah lainnya telah di atap.

Di Kabupaten Tutong telah tercatat 20 rumah terkena dampak badai. Enam rumah atap rumah mereka diganti, satu sedang menjalani perbaikan dan 13 lainnya telah memiliki atap yang sudah dipasang. Sementara di kabupaten Belait tercatat 18 rumah telah terkena dampak badai dan di Temburong terdapat 11 rumah yang terkena dampak badai dan beberapa masih menjalani perbaikan sementara tiga masih dalam pengkajian.

Desa dewan konsultatif di Belait juga telah membantu para korban. Pada satu rumah, seluruh atap telah diganti oleh dewan. Sebelumnya, keluarga memiliki atap seng tapi dewan kini telah diganti dengan atap spandex. (ry/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment