Pasukan keamanan Mesir telah menahan 21 anggota Ikhwanul Muslimin dalam operasi terbaru, sehingga jumlah anggota kelompok itu yang ditahan selama
seminggu terakhir sudah 231 orang, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Dalam sebuah pernyataan hari Ahad kemarin (12/7/2015), kementerian
menyatakan bahwa 21 anggota ikhwan ditahan – atas tuduhan melakukan
tindakan kekerasan dan hasutan dalam penggerebekan yang dilakukan pada
hari Sabtu sebelumnya, lapor Anadolu Agency.
Ikhwanul Muslimin, kelompok asal dari Presiden terguling Muhammad
Mursi, ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Mesir pada
akhir 2013.
Namun Ikhwan menegaskan mereka berkomitmen untuk aktivisme damai
dengan maksud untuk membalikkan apa yang digambarkan sebagai kudeta
militer yang menumbangkan Mursi dua tahun lalu.
Mesir berada dalam kondisi ketidakstabilan sejak militer
menggulingkan dan memenjarakan Mursi – presiden yang dipilih secara
demokratis pertama di negara itu.
Lebih dari dua tahun sejak penggulingan Mursi, pemerintah Mesir telah
melancarkan tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat
politik.
Tindakan keras, yang sebagian besar telah menargetkan pendukung Mursi
dan anggota Ikhwan, telah menyebabkan ratusan orang tewas dan puluhan
ribu dilemparkan ke balik jeruji besi. (fq/islampos/internasnews)
Monday, July 13, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






