Sunday, July 26, 2015

Berdusta, Dubes China untuk Turki Klaim Muslim Uighur Beribadah dengan Damai

Duta Besar China untuk Ankara menegaskan bahwa China menghormati kebebasan beragama, termasuk bagi Muslim. Hal itu dinyatakannya seminggu setelah aksi protes berlangsung di Turki menyusul adanya laporan bahwa Beijing memberlakukan larangan puasa selama bulan Ramadhan bagi Muslim Uighur.

“Di China, orang dapat mempraktekkan agama mereka, dan ibadah dilindungi. Kami melindungi kebebasan rakyat untuk beragama,” klaim Duta Besar Yu Hongyang pada Ahad kemarin (26/7/2015) selama kunjungannya ke Kepresidenan Turki untuk Urusan Agama.

“Kami berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam isu-isu agama,” katanya kepada kepala presiden, Mehmet Gormez, sembari menekankan bahwa hak beragama Muslim dihormati, lapor Anadolu Agency.

Hongyang menekankan bahwa Muslim di wilayah Otonomi Xinjiang Uighur China barat laut – rumah bagi banyak kelompok etnis minoritas, termasuk Uighur Turki – melakukan ibadah mereka dalam damai.

Hongyang menyatakan bahwa statistik menunjukkan bahwa rata-rata 7.800 orang telah melakukan Tarawih di seluruh masjid setiap hari bulan Ramadhan. Sementara itu sekitar 47.000 orang berbuka puasa bersama di tempat ibadah, sementara lebih dari dua juta lainnya melakukan shalat Jumat di China.

Dalam pertemuan tersebut, Gormez mengatakan, “Allah mengutus agama perdamaian, kasih sayang, serta keadilan.”

Ia menekankan perlunya memperkaya koeksistensi di negara-negara dengan populasi dari keyakinan yang berbeda dan budaya yang berbeda.

Kunjungan Hongyang ke Kepresidenan Urusan Agama Turki datang seminggu setelah Gormez mengunjungi Kedutaan Besar China di Ankara dan menyampaikan kritikan terkait adanya laporan penindasan terhadap Muslim di Xinjiang.
(fq/islampos/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment