Pemerintah Myanmar dikabarkan melarang utusan PBB mengunjungi negara
bagian Rakhine yang didiami oleh Muslim Rohingya. PBB menduga pemerintah
setempat mengabaikan mereka yang juga menjadi korban banjir yang kini
melanda Myanmar.
Yanghee Lee, utusan PBB di Myanmar, menyatakan dalam konferensi pers
hari Jumat (7/8/2015) bahwa permintaannya untuk mengunjungi negara itu
ditolak.
Menurut sebuah laporan, kedatangan utusan ke Rakhine telah membangkitkan kemarahan pemerintah dan ekstremis Buddha.
Lee mengklaim dirinya dilarang mengunjungi wilayah itu karena Rohingya benar-benar sedang diabaikan oleh pemerintah Myanmar.
“Saya sangat percaya pada realitas yang terjadi di lapangan,” kata Lee.
Lee juga mengeluh bahwa permintaannya untuk kunjungan 10 hari,
sejalan dengan perjalanan sebelumnya, ditolak oleh pemerintah tersebut,
demikian Worldbulletin.
(fh/Islampos/internasnews)
Saturday, August 8, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






