PBB pada Selasa kemarin (11/8/2015) memperingatkan akan adanya krisis
kesehatan di Yaman dan korban tewas yang terus meningkat sejak akhir
Maret, ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya memulai kampanye militer
terhadap kelompok pemberontak Syiah Houthi.
Antara 19 Maret hingga 5 Agustus sebanyak 4.345 orang telah tewas dan
22.110 terluka di Yaman akibat konflik, Juru bicara Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic mengatakan pada konferensi pers
Selasa kemarin di Jenewa.
Jasarevic mencatat bahwa pelayanan kesehatan masyarakat di Yaman mulai hancur karena kurangnya dana, lapor Anadolu Agency.
“Lebih dari 20 persen semua fasilitas kesehatan di Yaman tidak berfungsi atau hanya sebagian yang berfungsi,” katanya.
“Situasi di Yaman pada umumnya sangat sulit, karena kepergian
profesional kesehatan yang melarikan diri dari kekerasan,” tambahnya.
“Hal ini telah menyebabkan kekurangan tenaga kesehatan yang
berkualitas.”
Menurut WHO, sekitar 15,2 juta orang di Yaman – termasuk 1,2 juta
telah mengungsi akibat konflik – yang serius membutuhkan pelayanan
kesehatan. (fq/islampos/internasnews)
Tuesday, August 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






