Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, mengaku dipanggil Polres
setempat, terkait adanya logo palu dan arit khas Partai Komunis
Indonesia (PKI), pada kegiatan karnaval, Sabtu (15/8/2015).
“Saat ini sudah dipanggil oleh Kapolres (Pamekasan), ini saya juga
mau kesana (Mapolres),” kata Mohammad Tarsun, Kabid Pendidikan Menengah
Disdik Pamekasan, saat dihubungi melalui sambungan selulernya.
Diakuinya, pihaknya tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Sebab
saat pelaksanaan karnaval, dirinya tidak berada di lokasi. “Saya juga
tidak tahu asal usulnya (penyertaan logo PKI), sebab saya tidak di
lokasi,” ungkapnya.
Informasi yang didapat beritajatim.com, saat ini pihak panitia
karnaval sedang diperiksa Sat Intelkam di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion
81. Terkait adanya logo palu dan arit pada pelaksanaan yang difokuskan
di sepanjang Jl Jokotole.
Diberitakan sebelumnya, logo PKI yang terpampang pada salah satu
peserta karnaval yang diketahui berasal dari MKKS gabungan tingkat
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pamekasan. Lolos dari
pengawasan aparat keamanan.
Tidak hanya itu, sejumlah gambar para tokoh PKI. Juga menjadi
pemandangan yang mengejutkan yang terpajang dan dibawa oleh salah satu
peserta karnaval. Seperti gambar DN Aidit, Chairul Saleh dan Dipo
Nusantara.
(beritajatim/rz/eramuslim/internasnews)
Saturday, August 15, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






