Kelompok Muslim di AS mengutuk sikap diamnya dunia internasional
terhadap rezim Mesir pada peringatan tahun kedua insiden pembantaian
Rabaa.
Oussama Jammal, sekretaris jenderal Dewan Organisasi Muslim AS,
mengecam pelanggaran yang terus dilakukan di Mesir di bawah rezim Abdel
Fattah As-Sisi.
Mengklaim tidak pernah ada penyelidikan terkait pembantaian Rabaa, kepada Anadolu Agency
Jammal mengatakan: “Kami bahkan lebih kecewa dengan masyarakat
internasional untuk diamnya mereka dan pura-pura ketidaktahuan mereka
serta pengabaian mereka atas pelanggaran berat yang terjadi di Mesir.”
“Jika Anda memiliki kekuasaan dan jika Anda dapat melanggar hak asasi
manusia, Anda dapat menggunakan kekerasan dan Anda dapat bertahan
hidup. Ini adalah pesan yang salah,” tegas Jammal.
Dia menambahkan bahwa keheningan masyarakat internasional yang terus
berlanjut telah mengirimkan pesan yang sangat buruk untuk rezim di
Mesir.
Naeem Baig, presiden Islamic Circle of North America,
menyebut dua tahun As-Sisi berkuasa telah memberikan kesan yang
memalukan dan sistem peradilan Mesir berantakan di bawah rezim As-Sisi.
“Mereka (pengadilan) tidak memiliki proses hukum, tidak ada keadilan
dan parahnya lagi banyak kekuatan global hanya diam dengan hal itu,”
kata Baig kepada Anadolu Agency.
Setelah pemecatan Mursi, hubungan Mesir-AS memburuk, dengan
Washington menangguhkan bantuan militer tahunan senilai $ 1,3 miliar ke
Mesir. Hubungan bilateral kembali pulih ketika AS mengumumkan dimulainya
kembali paket bantuan militer tahunan awal tahun ini.
(fq/islampos/internasnews)
Saturday, August 15, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






