Iran menyatakan perang terhadap masalah minuman keras yang tampaknya
semakin meningkat di Republik Syiah tersebut dan berencana membuka 150
fasilitas rehabilitasi bagi para pecandu alkohol, sebuah koran Inggris
melaporkan.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di Financial Times
pada Jumat lalu, menyatakan bahwa meskipun minuman keras telah dilarang
di Iran sejak Revolusi Syiah tahun 1979, negara ini masih mengalami
kesulitan mengatasi alkoholisme.
Menurut sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2014,
peminum Iran mengkonsumsi 24,8 liter alkohol murni dalam satu tahun,
bahkan lebih dari peminum rata-rata yang ada di Rusia, Jerman atau
Inggris
Seorang pejabat kementerian kesehatan Iran mengatakan kepada FT bahwa sekitar 420 juta liter minuman alkohol dikonsumsi setiap tahunnya di Iran.
(fq/islampos/internasnews)
Sunday, August 9, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






