Tuesday, August 11, 2015

Kelompok HAM Sebut Pasukan Rezim Suriah Terlibat Perdagangan Organ

Kelompok hak asasi manusia di Suriah, Violation Document Center pada Selasa, (11/08), mengungkapkan bahwa pasukan rezim Suriah secara aktif terlibat dalam perdagangan organ.

Dua tentara dan warga sipil yang tewas dalam konflik telah digunakan sebagai sumber untuk organ, yang kemudian dijual pada jaringan internasional, sebut pusat dokumentasi pelanggaran.

Laporan tersebut dikonfirmasi oleh Hossain Noufel, kepala departemen kedokteran forensik di Universitas Damaskus, sepeti dikutip dalam Syria Report.

Menurut organisasi hak asasi manusia internasional, Amnesty International, lebih dari 50.000 tahanan tewas dalam penjara Suriah dan sebagian mayat tidak pernah kembali ke keluarga mereka.

Sumber dari Waer di Homs mengatakan kepada Syria Report bahwa petugas intelijen di Angkatan Udara Suriah memisahkan organ dari mayat yang kemudian dimakamkan di pemakaman setempat.

Organ manusia itu kemudian dijual di negara-negara seperti India, Rusia, Iran dan Korea Utara. Harga organ sesuai dengan kepentingan mereka: $ 20.000 untuk hati, $ 25.000 untuk mata dan $ 15.000 untuk ginjal, sedangkan tulang rawan dan otot serat yang dijual seharga $ 10.000, menurut Syria Report seperti diwartakan Anadolu Agency.

Sedangkan sumber Free Syrian Army (FSA) mengklaim bahwa mafia Rusia sebagai penyelenggara jaringan internasional untuk perdagangan tersebut.

Bukti forensik yang dilaporkan oleh tim jaksa internasional dan peneliti tahun lalu, mendukung laporan terkait perdagangan organ itu.

Tim peneliti telahmengolah foto yang tersedia dari tahanan yang dibunuh oleh pasukan bersenjata Suriah mengatakan. “Mayat dalam foto menunjukkan tanda-tanda kelaparan, pemukulan brutal, pencekikan, dan bentuk-bentuk penyiksaan dan pembunuhan,” menurut laporan tersebut.

Kerabat ribuan korban penyiksaan di ruang keamanan ini juga dicegah untuk melihat tubuh para korban, menurut Komisaris PBB untuk hak asasi manusia.

Tahanan tewas dengan cara ini akan memberikan sumber organ hidup yang layak, menurut Noufel.
Abdul Kader Hasan, kepala Asosiasi Medis di Homs, mengatakan kepada Syrian Report bahwa lima dokter telah dilucuti dari keanggotaan mereka karena hubungan mereka ke jaringan perdagangan organ.

Sumber menyebutkan bahwa banyak rumah sakit pemerintah dan swasta yang terlibat dalam jaringan perdagangan organ, hal itu karena banyak anggota staf yang memiliki pengalaman dalam mentransfer dan menyimpan organ.

(muslimdaily/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment