Penumpukan militer AS di Eropa Timur selama konflik Ukraina dengan
Rusia meningkatkan kemungkinan perang nuklir antara Washington dan
Moskow, kata seorang penulis dan analis di Chicago.
“Kesempatan untuk konfrontasi militer AS dengan Rusia semakin tumbuh dan meningkat,” kata Stephen Lendman kepada Press TV pada hari Sabtu kemarin (15/8/2015).
“Kedua negara mungkin memiliki 95 persen dari senjata nuklir di dunia
dengan sistem pengiriman yang dapat mencapai target dengan tingkat
akurasi di mana saja di planet ini,” kata Lendman.
Serangkaian latihan perang rahasia selama musim panas telah
menimbulkan kekhawatiran di dalam Pentagon bahwa pasukan AS tidak siap
untuk kampanye militer yang berkelanjutan melawan Rusia, lapor The Daily Beast, mengutip pernyataan pejabat pertahanan.
Kepala staf Angkatan Darat AS, Jenderal Ray Odierno, Rabu lalu
mengatakan bahwa Rusia adalah ancaman militer untuk Amerika Serikat.
Jenderal itu mengatakan AS harus meningkatkan kemampuannya untuk
bergerak cepat ke wilayah tersebut jika diperlukan, dan meningkatkan
interoperabilitas dengan pasukan NATO lainnya untuk melawan agresi
Rusia.
“Amerika sudah menghabiskan lebih banyak usaha untuk militerisme dan
melakukan lebih banyak perang dari negara-negara lain di dunia jika
digabungkan,” kata Lendman. “Namun para jenderal dan laksamana AS
sepanjang waktu ingin lebih banyak uang untuk membuat lebih banyak
perang dan merampok kekaisaran di seluruh dunia, dan Rusia dipandang
sebagai ancaman eksistensial Amerika nomor satu.”
“Saya khawatir untuk pertama kalinya dalam hidup saya bahwa perang
bisa terjadi antara kedua negara jika perang nuklir dan kehancuran
terjadi,” tegasnya.
(fq/islampos/internasnews)
Sunday, August 16, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






