Setidaknya 62 orang masih hilang sejak 14 Agustus 2013, ketika
pasukan keamanan Mesir membubarkan paksa dua kamp protes pendukung
Muhammad Mursi, kata Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR-UK)
yang berbasis di Inggris.
Dalam sebuah pernyataan hari Sabtu lalu, AOHR mengatakan sedikitnya
129 warga Mesir telah hilang pada hari pembubaran paksa dua kamp protes
pro Mursi, lapor Anadolu Agency.
Sementara itu 67 orang berhasil ditemukan, baik hidup atau mati
sedangkan 62 masih belum ditemukan, menurut kelompok hak asasi manusia
tersebut.
Mesir sendiri mengalami pergolakan oleh kekerasan sejak Mursi, yang
memenangkan pemilihan presiden pertama negara itu secara bebas pada
pertengahan 2012, digulingkan oleh militer pada 3 Juli 2013 setelah satu
tahun menjabat.
Enam minggu setelah penggulingan Mursi, pasukan keamanan Mesir
membubarkan paksa dua kamp protes pro-Mursi di lapangan Rabaa al-Adawiya
dan Nahda di Kairo, sehingga menewaskan ratusan orang dan melukai
ribuan lainnya.
(fq/islampos/internasnews)
Sunday, August 16, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






