HAMPIR setengah dari 457 orang yang ditahan oleh pihak berwenang
Turki di perbatasan Turki-Suriah antara 1 Januari hingga 30 Juni adalah
warga negara China, sumber Angkatan Bersenjata Turki mengatakan Anadolu Agency Rabu kemarin (22/7/2015).
Selain itu, tersangka yang ditahan termasuk warga dari setidaknya 32
negara yang berbeda, yang terjauh dari Brasil. Dari kawasan Teluk,
sembilan tersangka yang ditahan berasal dari Saudi.
Menurut sumber, dari 457 orang yang ditahan, 241 warga China, 13
Inggris, tujuh warga Afghanistan, lima orang Jerman, dua orang Amerika,
satu Australia, lima Azerbaijan, satu Bangladesh, lima Belgia, satu
Brasil, dua Bulgaria, satu Denmark, satu Maroko, 12 Prancis, 30 warga
Palestina, enam warga Korea Selatan, lima Belanda, satu Kazakhstan, dua
Maladewa, satu Mesir, satu Romania, 56 Rusia, dua dari Trinidad dan
pulau Tobago, satu Slovakia, sembilan Saudi, enam Tajik, dua Tunisia, 29
Turkmen, tiga Uzbek, dua warga Iran, dua Spanyol serta dua orang
Italia.
Para tersangka ditahan di perbatasan Turki ketika mereka mencoba
memasuki Suriah secara ilegal dan ditahan oleh pihak berwenang sebagai
tersangka “pejuang teroris asing”, sumber tersebut menambahkan.
Dalam pengumuman terpisah yang dibuat sebelumnya pada hari Rabu, Staf
jenderal Turki mengatakan bahwa pihak berwenang menghentikan lebih dari
400 orang yang mencoba secara ilegal melintasi perbatasan dalam jangka
waktu 24 jam terakhir.[fq/islampos]
Wednesday, July 22, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






