JEDDAH - Mempersiapkan musim haji yang datang beberapa bulan mendatang, Raja Arab
Saudi Salman bin Abdul Aziz meresmikan proyek perluasan ketiga Masjidil
Haram. Situs paling suci ini diharapkan dapat mengakomodasi lebih dari
1,85 juta umat Islam.
“Para peziarah akan mengucapkan selamat tinggal pada masalah
berdesak-desakan,” kata Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,
Abdulrahman AlSedais, dilansir dari OnIslam, Senin (13/7).
Proyek perluasan diluncurkan pada Sabtu (11/7). Mencakup area 456 ribu
meter persegi, yang ekspansi tersebut bertujuan menampung tambahan 770
ribu jamaah.
Dengan perkiraan biaya lebih dari 100 miliar saudi riyal atau sekitar Rp
354 triliun, ekspansi mencakup pengadaan sistem pintu elektronik yang
canggih, sistem suara hitech meliputi 4.524 speaker, sistem pemantauan
kamera sebanyak 6.635 unit, dan sistem pembersihan debu.
Perluasan juga mencakup tempat ibadah enam lantai dengan 680 elevator,
24 lift, dan 21 ribu toilet, selain tambahan fasilitas bagi penyandang
cacat. Selain itu, ada pula perluasan halaman, terowongan, tambahan
fasilitas pelayanan, dan jalan lingkar pertama.
Menurut pejabat Saudi, megaproyek itu diperkirakan akan menjadi proyek
terbesar abad ini. Peluncuran proyek perluasan Masjidil Haram datang
sepekan setelah peresmian megabandara di Madinah, yang menelan biaya 1,2
miliar dolar AS (Rp 15,9 triliun).
Dengan kapasitas delapan juta penumpang pada tahap pertama, bandara itu
diharapkan dapat melayani hingga 18 juta penumpang pada fase kedua dan
40 juta pada fase ketiga. (muslimdaily/internasnews)
Monday, July 13, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







