Sunday, July 12, 2015

PM Serbia Larikan Diri Saat Peringati Upacara Pembantaian Muslim Srebrenica

Perdana Menteri Serbia dikejar saat upacara pemakaman massal Bosnia dalam peringatan 20 tahun pembantaian Srebrenica, Anadolu Agency melaporkan Sabtu (11/07/2015).

Aleksandar Vucic terpaksa melarikan diri dengan pengawalnya di bawah hujan batu di tengah doa dan penguburan untuk 136 korban genosida, yang mayatnya ditemukan baru-baru ini.

Warga Potocari meneriakkan kata “Keadilan!” dan “Pergilah Vucic!”.– Potocari merupakan lokasi pembantaian Muslim dan anak laki-laki Bosnia pada tahun 1995.

Vucic segera pergi jauh dari pemakaman.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, yang mengomentari situasi tersebut, mengatakan bahwa reaksi kerumunan orang itu sangatlah “normal”.

Sementara itu, Amnesty International mengatakan pada hari Sabtu  (11/07/2015) bahwa ribuan anggota keluarga korban “terus dihalangi dari keadilan, kebenaran dan perbaikan”.

Direktur Amnesty untuk Eropa dan Asia Tengah John Dalhuisen mengatakan: “Dua dekade setelah dunia mengalihkan pandangannya dari kejahatan terburuk yang dilakukan di tanah Eropa sejak tahun 1945, keluarga korban genosida Srebrenica masih menunggu keadilan.”

Dua dekade lalu pada bulan Juli, menjelang akhir perang Bosnia 1992-95, Srebrenica di bagian timur (bekas) negara Yugoslavia mengalami pembunuhan setidaknya 8.000 pria dan anak laki-laki Bosnia di tangan paramiliter Serbia Bosnia.

Amnesty International menambahkan bahwa Bosnia telah meningkatkan sumber daya untuk menuntut kejahatan perang, namun itu “belum cukup” dan menyatakan bahwa penyelidikan baru harus diluncurkan dan saksi harus diberikan perlindungan untuk berani bersaksi.

Antara April 1992 dan Desember 1995, sekitar 100.000 orang tewas dan 2,2 juta orang mengungsi dalam perang yang memperkenalkan frase ‘pembersihan etnis’. Hingga 50.000 perempuan, sebagian besar warga Bosnia, diperkosa.

Perang Bosnia dipicu oleh pecahnya Negara Yugoslavia yang menyebabkan Bosnia menyatakan kemerdekaannya pada bulan Februari 1992.

Ibukota Bosnia, Sarajevo, diserang milisi Serbia Bosnia yang didukung oleh tentara Yugoslavia dalam pengepungan terlama sepanjang sejarah modern. (muslimdaily/internasnews)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment