Setidaknya 15.000 warga sipil telah tewas dan 30.000 lainnya terluka
akibat konflik bersenjata di Irak sejak Januari 2014, kata sebuah
laporan PBB Senin kemarin (13/7/2015). Demikian dilansir Anadolu Agency.
“Pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan perpindahan
besar-besaran warga terus berlangsung di seluruh negeri,” kata laporan
yang disusun oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) dan Kantor Komisi
Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR).
Laporan ini berdasarkan pada hasil investigasi di lapangan dan kesaksian dari korban serta saksi mata, termasuk para pengungsi.
“Pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan pembunuhan warga sipil terus berlanjut di Irak,” menurut laporan tersebut.
Laporan juga menunjukkan bahwa situasi warga sipil di daerah-daerah yang di bawah kendali ISIS masih tetap mengerikan.
“Warga sipil terus dibunuh,” laporan itu menambahkan.
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 3
juta warga Irak telah mengungsi karena konflik di negara mereka dari
Januari 2014 sampai Juni 2015. (fq/islampos/internasnews)
Monday, July 13, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






