Para pakar keamanan dan menteri berkumpul di Madrid pada hari Senin
ini (27/7/2015) untuk mengikuti konferensi dua hari yang disponsori PBB
terkait tentang cara menghentikan individu radikal meninggalkan negara
mereka untuk bergabung dengan kelompok jihad bersenjata di luar negeri.
Laporan mengatakan pemerintah Spanyol juga akan memimpin pertemuan
Komite PBB Anti-Terorisme pada Selasa besok, sehari setelah pembicaraan
yang melibatkan para pakar internasional, demikian dilansir AFP.
Spanyol tahun ini duduk di Dewan Keamanan PBB dan telah melancarkan
tindakan keras terhadap jihadis “homegrown” yang dilaporkan meninggalkan
negara mereka untuk bergabung dengan kelompok ISIS di Irak dan Suriah.
Spanyol akan menjadi tuan rumah diskusi tentang cara menghentikan
jihadis menjadi radikal dan bepergian ke luar negeri sebagai “pejuang
asing teroris” (FTF) dan bagaimana mengadili dan merehabilitasi mereka
yang kembali.
PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan di Madrid ini
bertujuan untuk menghasilkan serangkaian strategi dan teknik untuk
membimbing negara-negara anggota dalam upaya mereka mengatasi ancaman
FTF.
Pejuang asing merupakan salah satu ancaman yang paling mendesak dan
mengkhawatirkan bagi perdamaian dan keamanan internasional, tambah
Madrid dalam sebuah pernyataan.
Lebih dari 200 ahli dari 70 negara dan sekitar 30 menteri dalam
negeri dan luar negeri atau deputi mereka menghadiri pertemuan dua hari
tersebut.
(fq/islampos/internasnews)
Monday, July 27, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






