Wacana LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang saat
ini sedang marak, mendapatkan dukungan dari orang-orang feminis.
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr. Hamid
Fahmy Zarkasy, M.Phil., menilai hal tersebut aneh karena di sisi
lain orang-orang feminis tersebut mengharamkan poligami.
“Orang-orang feminis itu mengharamkan poligami tapi yang
aneh melegalkan LGBT, dalilnya, orang yang menjadi LGBT itu adalah
fitrah dan sunnatullah, wah dahsyat ini. Kalau memang LGBT sunnatullah
maka tidak ada pernikahan dari jaman Nabi Adam,” bantahnya saat
mengisi seminar Islam dan Nusantara yang diadakan Aliansi Pemuda
Islam Indonesia (APII) di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta Pusat, belum
lama ini.
Tidak hanya itu, orang-orang feminis juga mengatakan
poligami merupakan budaya Arab dan dianggap sebagai penistaan terhadap
wanita.
“Poligami itu solusi yang timbul dalam masyarakat. Laki-laki
dalam Islam itu ada yang mempunyai kekuatan untuk mempunyai empat
istri. Islam mengakomodir fitrah yang seperti itu,” ungkap pria yang
disapa dengan Gus Hamid ini pada para peserta yang mayoritas terdiri
dari anak muda.
Dalam kesempatan itu, Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII)
yang menyelenggarakan seminar akbar Islam dan Nusantara dalam dua sesi
di hari dan lokasi berbeda ini juga meluncurkan Omah Peradaban
yang didirikan sebagai keprihatinan atas kaum muslim khususnya
pemuda Indonesia yang secara mayoritas masih kurang cakap dalam skill
maupun ilmu dan lemah dalam literasi.
Ke depannya, ungkap Presiden APII Agastya Harjunadhi, Omah
Peradaban diharapkan menjadi rumah belajar dalam pengembangan ilmu
dan pengkayaan intelektual muda berbasis manfaat. (islampos/internasnews)
Saturday, July 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






