Komnas HAM menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas
terjadinya penyerangan oleh sekelompok orang terhadap umat beragama yang
tengah shalat Ied di Kabupaten Tolikara Papua (17/7).
Seperti diwartakan media masa, di saat umat Islam tengah
merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan suka cita, tidak demikian yang
terjadi di Papua. Kekacauan terjadi pada pelaksanaan salat Idul Fitri
1436 Hijriah di Kabupaten Tolikara, Papua sekira pukul 07.00 WIT, Jumat
(17/7).
Saat itu, Umat Islam tengah melaksanakan salat Idul Fitri di halaman Koramil 1702 / JWY.
Di samping, penyerangan dan pembubaran terhadap jamaah
shalat ied, juga terjadi pelemparan Mushalla Baitul Mutaqin yang berada
di sekitar lokasi kejadian.
“Ini kembali menyegarkan ingatan kita bahwa salah satu PR
kerukunan bangsa ini adalah bagaimana menyelesaikan persoalan
kasus-kasus intoleransi. Kali ini melanda tanah Papua. Ini persoalan
serius.
Kemana negara? Polisi di mana?” tanya Komisioner Komnas HAM
Maneger Nasution dalam keterangannya kepada Islampos, Jum’at (17/7/2015).
Untuk itu, Komnas HAM mendesak negara untuk hadir
melindungi dan memenuhi hak-hak dasar warga negara di Papua, khususnya
hak atas rasa aman dan hak atas kebebasan beragama dengan memastikan
polisi untuk menuntaskan kasus itu dengan profesional dan mandiri dengan
menangkap siapa pun pelakunya untuk dimintai pertanggung jawaban hukum.
“Sekali lagi ini serius dan sangat sensitif. Polisi harus menuntaskannya,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Komnas HAM mengimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan tehadap upaya adu domba sesama warga masyarakat.
“Mari bantu aparat dengan tidak terprovokasi dan memberikan
informasi yang dibutuhkan bagi penyelesaian kasus itu secara
berkeadilan dan bermartabat. (Rn/Islampos/internasnews)






