Indikasi adanya kerjasama Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara
Papua dengan negara zionis Israel merupakan fakta yang tidak bisa
terbantahkan lagi. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya link kesepakatan kerjasama antara GIDI dengan Israel di situs resmi GIDI.
Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum bisa mengambil kesimpulan
apapun karena masih menunggu hasil investigasi tim pencari fakta yang
sudah dibentuk terkait sejauh mana kerjasama GIDI dengan Israel.
“Kita akan lihat dahulu sejauh mana hubungan GIDI dengan Israel,
nanti hasil investigasi kita menemukannya seperti apa. Kemudian
kerjasama dengan Israel itu dalam bentuk apa dan akibat apa hasil dari
kerjasama tersebut,” jelas ketua MUI, KH Makruf Amin ketika menjawab
pernyataan Islampos.com di kantor pusat MUI jalan Proklamasi Jakarta Pusat pada Rabu pagi tadi (22/7/2015).
“Kita akan membuat pernyataan atau kesimpulan setelah kita melakukan investigasi,” tegas Makruf.
Pada kesempatan yang sama, salah satu petinggi MUI yang lain KH
Tengku Zulkarnain menyatakan bahwa MUI akan menggelar pertemuan dengan
Menkopolkam, Kepala BIN, Kapolri, Menteri Agama dan pejabat terkait
lainnya untuk membahas masalah ini.
“Jadi nanti akan kita lihat, dokumen-dokumennya sedang kita cari.
Apalagi kita tahu gereja Injili di Indonesia ini kan asalnya dari gereja
asing yang masuk kesana sejak tahun 50-an,” terang Tengku Zulkarnain
kepada Islampos.com.
Terkait GIDI dengan aksi separatisme Papua Merdeka, Tengku Zulkarnain
tidak menampik hal tersebut, menurutnya hal itu bisa saja terjadi.
“Yah bisa saja, OPM kan masih ada dan pemerintah sudah mengakui lewat
salah satu petinggi polri bahwa OPM itu besar di wilayah Tolikara, jadi
hal ini bisa ditindaklanjuti,” pungkas Tengku.
(fq/islampos/internasnews)
Wednesday, July 22, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






