DPP Front Pembela Islam (FPI) tak sependapat jika pengeras suara (speaker) yang dituding sebagai pemicu kerusuhan di kota Tolikara, Papua, seperti dikatakan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
“Kapolres Tolikara AKBP Suroso yang ikut sholat Idul Fithri adalah saksi korban bahwa tidak ada speaker saat shalat Idul Fitri disana,” tulis FPI melalui akun Twitter @DPP_FPI, Minggu (19/7).
Justru menurut organisasi kemasyarakatan besutan Muhammad Rizieq itu,
penyulutnya surat edaran Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara
yang melarang adanya aktivitas keagamaan pada pertengahan Juli.
“Jadi, bukan soal speaker, karena memang tidak ada yang gunakanspeaker,” kicau FPI lagi.
FPI pun menganggap komentar JK yang menganggap penggunaan pengeras
suara menganggu warga sekitar, adalah fitnah dan sangat menyakitkan umat
Islam di Tolikara dan juga di Indonesia.
“Mereka sudah jadi korban kebiadaban, kok malah disalahkan??!”
tambah FPI. JK memang sebaiknya diam saja jika tidak tahu menahu letak
permasalahannya. Orang yang sudah uzur sebaiknya berzikir saja karena
sudah dekat kubur, ketimbang melontarkan berbagai pernyataan yang makin
menunjukkan jika kepikunan sudah mulai menggerogoti otaknya. (rz/eramuslim/internasnews)
Sunday, July 19, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






