Wudhu adalah salah satu syarat sah dalam melakukan ibadah tertentu
seperti shalat, thawaf, baca Al Quran, dan masih banyak lagi. Namun
didalam melaksanakan wudhu ada sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa
berbicara ketika wudhu akan membatalkan wudhu. Sebenarnya apakah hal ini
benar adanya? Untuk lebih jelas mari kita simak bahasan dibawah ini.
Dalam kenyataan sehari – hari memang sering terlihat banyak orang
yang melakukan wudhu sambil berbincang. Bahkan anak kecil berwudhu
sembari bermain. Padahal wudhu menjadi kunci pertama ibadah yang akan
dikerjakan. Apabila wudhu seseorang tidak sempurna dan tidak sah menurut
pandangan syariat Islam, maka ibadah seseorang pun menjadi tidak sah.
Dalam kitab I’anatuth Thalibin dijelaskan bahwa saat mengerjakan
wudhu disunnahkan untuk tidak berbicara tanpa ada keperluan. Namun jika
tiba – tiba ada keperluan mendesak yang menjadikan seseorang diharuskan
untuk berbicara maka berubah hukumnya menjadi wajib. Seperti misal
ketika melihat seseorang yang buta dan akan jatuh ke dalam lubang, maka
kita harus spontan memberitahunya meskipun dalam keadaan sedang
berwudhu. Menyelamatkannya lebih utama.
Islam menganjurkan untuk tidak berbicara ketika wudhu tentu
disebabkan alasan tertentu.
Bagaimanapun wudhu adalah salah satu
rangkaian ibadah yang harus dikerjakan dengan penuh kekhusyuan, sungguh –
sungguh dan hati – hati. Apabila ada bagian yang terlewat sehingga
tidak terbasuh air wudhu maka akibatnya fatal dan wudhu menjadi tidak
sah. Oleh karena itu berwudhu lah dengan penuh ketenangan, konsentrasi
yang tinggi, dan kekhusyuan. Agar kita bisa beribadah dengan lancar
tanpa terganggu sesuatu apapun. (islampos/bdi)
Sumber : Rahasia wudhu/Eep Khunaefi El-Ghony/PT Variapop Group/ Cibubur /Mei 2013.
Wednesday, July 8, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






