Beginilah jika punya Gubernur kafir. Ahmadiyah jelas telah menodai
Islam, namun masih saja diberi angin oleh Ahok. Gubernur DKI Jakarta ini
mengaku tak mau menyegel tempat ibadah aliran kepercayaan Ahmadiyah di
Jakarta meski tempat itu jelas-jelas tidak sesuai dengan izin
peruntukkannya.
“Kami engga mau disegel. Kalau dijaga urusan polisi, bila perlu bila
mereka mengajukan IMB dan mengubah peruntukan jadi masjid akan saya
kasih,” ujar Ahok di Jakarta (11/7). Menurutnya, selama ini para
penganut agama Ahmadiyah tidak diperbolehkan beribadah di Masjid. Hal
itu membuat mereka kesulitan untuk melakukan ibadah.
Atas dasar itu, Ahok mempersilahkan mereka menggunakan rumah untuk
dijadikan tempat ibadahnya. “Orang Islam ga terima Ahmadiyah sebagai
mesjid. Ya sudah kalau rumah ibadah apa terserah anda lah. Kita kan
mengakui kepercayaan orang,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga Bukit Duri mengusir jemaat Ahmadiyah yang
semula akan melakukan salat Jumat di Masjid An-Nur, tempat ibadah mereka
di Tanjakan Batu, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Bangunan dua
lantai yang tidak menyerupai masjid kebanyakan itu telah disegel
Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan sejak Rabu (8/7).
Oleh karena telah disegel itulah warga menolak kehadiran jemaat
Ahmadiyah. Menurut warga, tindakan jemaat Ahmadiyah yang ingin salat
Jumat di tempat itu melanggar hukum. Sempat terjadi perdebatan panjang
antara warga dan jemaat. (rz/eramuslim/internasnews)
Saturday, July 11, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






